pak bambang, terimakasih wejangannya.
kawan-kawan di jember saat ini lagi lobbi ke dpr. cuma repotnya lobbi kita
memang tanpa modal. lainnya, dalam waktu dekat ini kita akan ngasih masukan
ke dprd perihal bagaimana sebenarnya kegiatan pertambangan emas itu
dilakukan. buat nambah bekal pengambilan keputusan.
untuk acara itu, menjelaskan betapa kotornya tambang itu, dari sisi teori
aku sedikit punya modal. juga beberapa kawan yang punya perpektif "hijau"
di tambang upn yogya siap membantu. masalahnya, informasi yang cukup dari
kasus taman nasional lain enggak, kami enggak ada. apalagi tambang emas.
jadi, tolong kalau bisa kawan-kawan ngirimi kami : cerita, gambar dll. dari
proses pemurnian misalnya kajian tentang pengaruh pengasaman air oleh
tailing, pengaruh sianida ke daun, pengaruh logam berat. dari
penambangannya, misalnya mengenai amblesan pada lorong tambang.
et paripurno
t : 62-274-870078; f : 62-274-870323
e : [EMAIL PROTECTED]
----- Original Message -----
From: Bambang Ryadi Soetrisno <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, July 31, 2000 12:52 PM
Subject: [lingkungan] Tambang Emas di TN
> Saya rasa ini bahan diskusi yang serius, maka subject nya yang sebelumnya
> oleh Sdr. ET Paripurno dikosongkan, saya kasih nama Tambang Emas di TN.
>
> Beberapa waktu yang lalu ada orang berkomentar bahwa waktu Belanda
> menetapkan kawasan-kawasan lindung di Indonesia, tidak lain tujuannya
adalah
> melindungi "harta karun" yang tersimpan di dalamnya. Contohnya, beberapa
> kawasan-kawasan yang kemudian ditetapkan menjadi Taman Nasional, ternyata
di
> dalamnya banyak terkandung bahan tambang berharga.
>
> TN tanpa barang tambang pun sebenarnya kan dengan kekayaan hayatinya TN
> bahkan memiliki harga yang tak ternilai. Soal tambang berharga, menjadi
> tidak ada apa-apanya kalau kita bandingkan dengan nilai-nilai lainnya.
> Berapa nilai ekonomi yang diperoleh dari "merusak" dibandingkan dengan
harga
> seekor harimau jawa yang sudah punah?
>
> Sudah sangat tegas dalam beberapa perundang-undangan disebutkan bahwa di
> dalam TN tidak diperbolehkan adanya kegiatan pertambangan. Hal itu
diperkuat
> lagi dalam SKB 3 menteri, tentang menambang di kawasan lindung. Saya tidak
> tahu itu aturan nomer berapa, tapi saya pernah melihat karena ada
> hubungannya dengan izin pertambangan di TN Kutai dan izin pabrik semen di
TN
> Gunung Leuser.
>
> Para pengusaha tetap akan melirik lubang-lubang kelemahan untuk meloloskan
> keinginannya. Maka muncul usulan-usulan untuk menstudi, mengkaji, atau
> mencari teknologi yang tepat. TN Gn Halimun misalnya, atas hasil kajian
tim
> yang dibentuk untuk mengantisipasi pertambangan emas di sana, memberi
> rekomendasi, bahwa pertambangan di sana boleh asal, tidak open pit, tidak
di
> dalam TN, dsb. Tetapi dampak berdirinya tambang emas di kawasan konservasi
> dan diperburuk dengan kelakuan-kelakuan negatif perusahaan ternyata sangat
> menurunkan apresiasi publik terhadap misi konservasi itu sendiri. Seiring
> dengan berdirinya pengusahaan pertambangan, biasanya muncul
> pertambangan-pertambangan satelit yang hasilnya ditampung oleh kalangan
> dalam, nilai ekonominya juga sangat luar biasa.
>
> Tambang Emas, memiliki pengertian sangat menyesatkan. Bayangan kita selalu
> tertuju pada kesejahteraan, kemewahan, sampai pada kemakmuran masyarakat.
> Berdasarkan pengalaman hasilnya lain, yang ada justeru munculnya
pertikaian,
> kriminalitas, korupsi, dan yang jelas disintegrasi sosial terutama di
> kalangan masyarakat bawah dan yang menjadi korban adalah lingkungan.
>
> Saya pikir dalam hal ini kita perlu konsistensi, bahwa di dalam kawasan
> konservasi harus tidak ada kegiatan eksploitasi. Apa gunanya konservasi
> kawasan kalau di sana ada eksploitasi. Kawan-kawan di Jember harus
> mewaspadai sepak terjang kalangan pengusaha di belakangnya yang dengan
> kemampuan lobbi ke birokrasi dan publik representatif, akan sangat gencar
> menggelar angka-angka ekonominya dengan dalih kesejahteraan. Tanpa
> pengusahaan pertambangan pun kesejahteraan bisa diupayakan.
>
> Saya usul agar kawan-kawan di Jember mulai dengan menunjukkan
> pengalaman-pengalaman pahit nasib TN yang menerapkan kebijakan
> setengah-setengah. Sudah banyak contohnya. TN Kutai saat ini kondisinya
> sangat menyedihkan karena dincar oleh pertambangan batubara, meskipun para
> pengusahanya berusaha dengan mengumpulkan dana untuk menebus dosa.
> Pengertian-pengertian akan pentingnya konservasi kawasan harus gencar
> didengungkan pada para birokrat lokal, anggota dewan yang terhormat, dan
> para petinggi lainnya. Masa iya kita harus mengkonservasi TN MB hanya
> sebatas keindahan alamnya, sedangkan para penghuninya tidak lagi bisa
hidup
> karena mengalami banyak tekanan.
>
> Yang lebih penting menurut saya, biasanya ketika kabar adanya emas di satu
> kawasan menyebar, maka saat itu pula akan datang orang-orang yang mencoba
> mengorek-ngorek dan mengusahakan secara tradisional. Akibatnya sangat
buruk
> bagi TNMB. Pada awalnya pihak TNMB akan keras menjegah masuknya orang ke
> dalam kawasan, tetapi lambat laun situasi itu akan menjadi potensi ekonomi
> dan dengan pendekatan otoritas yang dimiliki biasanya petugas akan
> ikut-ikutan menarik pungutan untuk membuka akses ke lokasi, jika hasilnya
> bagus nilai pungutan itu akan sangat tinggi. Sebelum terlambat
kecenderungan
> ini harus dicegah.
>
> Salam,
> Bambang Ryadi Soetrisno
>
> -----Original Message-----
> From: ET Paripurno <[EMAIL PROTECTED]>
> To: MILIS ENVIRO <[EMAIL PROTECTED]>; MILIS LINGKUNGAN
> <[EMAIL PROTECTED]>; MILIS LINGKUNGAN <[EMAIL PROTECTED]>;
> DESENTRALISASI <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: 30 Juli 2000 0:12
> Subject: [lingkungan] Fw:
>
>
> >kawan-kawan.
> >ada kabar seperti ini. lantas mesti gimana?
> >yang paling gampang : biarkan saja, dan tn merubetiri dialihfungsikan.
> >beres.
> >tetapi, itukah yang terbaik? dibatalkan tambangnya? atau ditambang dengan
> >sangat ramah lingkungan. artinya, investasinya besar. ada enggak sih
kasus
> >di negara lain, nambang emas di lingkungan taman nasional. emasnya
keambil,
> >taman nasionalnmya selamat. secara teori mungkin, asal berani impas.
enggak
> >tau prakteknya.
> >
> >salam
> >
> >et paripurno
> >t : 62-274-870078; f : 62-274-870323
> >e : [EMAIL PROTECTED]
> >----- Original Message -----
> >From: KaPPaLa JatiM <[EMAIL PROTECTED]>
> >To: Hamim <[EMAIL PROTECTED]>; Yayasan Kehati
> <[EMAIL PROTECTED]>;
> >OXFAM-GBI <[EMAIL PROTECTED]>; LATIN Jember
> ><[EMAIL PROTECTED]>
> >Cc: Christien Ismuranty <[EMAIL PROTECTED]>; ET Paripurno
> ><[EMAIL PROTECTED]>
> >Sent: Friday, July 28, 2000 5:18 PM
> >
> >
> >> salam,
> >> Ini berita paling baru tentang tambang emas di Jember, dimana Taman
> >Nasinal
> >> Meru Betiri terletak diantara 2 kecamatan Silo dan Tempurejo, (masuk
> >> kecamatan Tempurejo), tentunya teman-teman masih ingat ekplorasinya 2
> >> tahun kemaren yang sempat kita advokasi bersama. Terhitung cepat untuk
> >> sebuah kabar bulan Juni lalu saat Yuisusf Merukh (dengan Newmont-nya)
> >> memberitakan kandungan emas didaerah ini, diikuti dengan permohonan
ijin
> ,
> >> hearing DPR dan lainnya. Entah seberapa jauh teman-teman melihat ini
> akan
> >> dijalankan, atau berbahaya buat Meru Betiri atau pertanyaan paling
mudah
> :
> >> Benarkah menambang Emas di TNMB ?,
> >> tapi paling nggak kita sama-sama merasa bahwa TNMB patut dilestarikan,
> >> masyarakat berhak menerima yang lebih baik dari sekedar eksploitasi
> jangka
> >> pendek dan tidak berkelanjutan macam tambang emas itu. dan sebagian
kita
> >> pernah dan sudah melakukannya, baik dengan tenak dan pakannya,
> >sengonisasi,
> >> Tanaman obat dan lainnya. Memang belum layak mengatakan tingkat
> >> keberhasilan, tapi bagaimana kita akan membangun hal tersebut bila
lokasi
> >> tercinta, TN. Meru Betiri ini bakal di tambang. bagaimana ?
> >>
> >> Mai,
> >>
> >> KAPPALA Indonesia - Jawa Timur
> >> Perum Pondok Bambu P-8B Jember 68122
> >> 0331 332788; [EMAIL PROTECTED]
> >>
> >>
> >>
> >> Jember Segera Punya Tambang Emas,
> >Radar Jember, 26 Juli 2000
> >
> >Jember, Warga jember boleh berbangga. Bila Tuhan Mengijinkan, sebentar
lagi
> >Jember bakal punya Tambang emas. Tak main-main, berdasar penelitian PT.
> >Hakman sekitar dua bulan lalu, ada kandungan 80.000 ton emas yang
terdapat
> >ditiga kecamatan. Masing-masing kecamatan Silo, Mayang dan Tempurejo.
> >DPRD Jember sendiri kemarin menyetujui Pemda ijin prinsip penambangan
emas
> >di 3 kecamatan tersebut. Ijin prinsip ini pada 20 Juni 2000, oleh Pemda
> >diajukan ke dewan untuk memperoleh persetujuan. Hal ini karenan tambang
> emas
> >tersebut merupakan aset daerah yang akan dieksploitasi oleh pihak ketiga.
> >Penambangan tersebut rencananya akan dilakukan okleh PT. Hakman(Tembaga/
> >Emas/ Platina) Metalium dan PT. Jember Metal.
> >"Kami minta kepada Bupati untuk memanggil PT Hakman dan PT Jember Metal
> >utntuk memberikan gambaran kepada dewan peerihal tambang emas itu", kata
> >wakil ketua DPRD Jember, Drs. Mahmud Sardjujono.
> > Menurut Mahmud, penjelasan PT. Hakman dan PT Jember Metal, sangat
> >diperlukan. Pasalnya, selama ini dewan belum mempunyai data kongkrit
> masalah
> >kandungan emas ditiga wilayah tersebut, Baik mengenai Jumlah
kandungannya,
> >kategori dan berapa lama penambangan dilakukan.
> >Hal ini, kata Mahmud, perlu diketahui. Ini untuk menghindari kekayaan
> Jember
> >hanya dinikmati olerh orang luar Jember. Tetapi, kekayaan tersebut
> >betul-betul dinikmati dan menjadi sumber penghasilan baik Pemda atau
warga.
> >"kalau perlu, tata kota dan kesejahteraan warga Jember seperti orang
> >Jakarta. Jangan sampai warga Jember, asing didaerahnya sendiri", ujarnya.
> >Satu hal yang dewan tekankan, kata Mahmud adalah masalah tenaga kerja
> >penambang. Dia berharaop perusahaan yang mengekploitasi mengutamakan
warga
> >Jember dan sekitarnya sebagai tenaga kerja. Jangan sampai, tenaga kerja
> >diambilkan dari luar daerah. Terutama tenaga mengengah ke bawah, warga
> >Jember, harus diutamakan.
> >" Kecuali tenaga ahli, PT Halman dan PT. Jember Metal mengambil tenaga
ahli
> >dari daerah lain. Kalau hanya tenaga ahli yang kualitasnya sedang, banyak
> >putra daerah yang mampu, " tambahnya.
> >Sebagai diberitakan, berdasarkan survey PT Hakman, di Jember terdapat
> >kandungan emas culup besar. Hebatnya kulaitas emas di Jember lebih bagus
> >dibandingkan tempat penambangan lain, seperti Batam. Merespon hal
tersebut,
> >Bupati jember Drs. Samsul Hadi Siswoyo Msi pada 4 Juli llalu mengadakan
> >pembicaraan kusus dengan PT. Hakman dan Jember Metal di Jakarta.
> Pembicaraan
> >itu, intinya, PT Hakman dan Jember Metal minta ijin prinsip untuk
> mengadakan
> >eksplorasi dan penambangan emas.
> >Dalam surat permohonan ijin prinsip kepada Bupati Jember yang diajukan
oleh
> >Presiden Direktur PT Jember Metal, Yususf Merukh, disebutkan luas areal
> >berpotensi mineral seluas 150 ribu ha. Sesuai aturan pertambangan, PT JM
> >dibatasi 25 % dari luas area atau 35 ribu ha. Lahan itu akan digunakan
> >pertambangan, kota untuk perusahaan, pabrik pengolahan power plant, dan
> >pelabuhan (mad).
> >
> >
> >
>
>
> --
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>
>
>
>
>
>
--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/