Wah maaf kalau saya kelihatannya memberi wejangan...
Contoh yang paling dekat, barangkali di TNGH (Taman Nasional Gunung
Halimun). Di TNGH ada PT Aneka Tambang yang menambang emas di daerah
Pongkor, perbatasan TNGH. Tambang itu perluasan dari tambang Cikotok yang
operasi sejak abad ke 19.
Secara teknik, tambang di Pongkor sangat canggih dan termasuk menggunakan
teknologi mutakhir. Teknik pertambangan dilakukan dengan sistem terowongan
horizontal, dengan asumsi tidak akan merusak permukaan TN, tailing dibuang
ke terowongan yang sudah tidak terpakai. Jadi sistem bikin lubang di satu
tempat dan di tutup lagi. Pemurniannya tidak lagi menggunakan merkuri.
Pokoknya katanya tergolong teknologi paling modern di Asia.
Dari sisi itu sejauh ini tidak ada masalah. Yang jadi masalah adalah, demam
emas itu mengundang banyak orang datang masuk ke TN dan menambang di
lokasi-lokasi di atas terowongan-terowongan yang dibuat ANTAM. Jumlahnya
ribuan, dan mereka menggali lubang di mana-mana. Proses pertambangan mereka
dilanjutkan dengan pemurnian menggunakan merkuri yang di proses di
sungai-sungai yang mengalir di TN.
Persoalan yang berkembang bahkan menjadi lebih kompleks ketika ANTAM dan
BAPPEDAL mengeluarkan pernyataan bahwa sungai-sungai yang berasal dari TNGH
dan mengalir ke Cisadane yang menjadi sumber air minum warga Jakarta,
tercemar merkuri. Pencemaran merkuri memang bukan dilakukan oleh ANTAM,
tetapi ANTAM jelas memicu terjadinya pencemaran di kawasan tersebut, jadi
pertambangan emas di kawasan itu tidak bisa cuci tangan.
Contoh itu menggambarkan bahwa persoalan pertambangan di TN bukan hanya
sekedar soal teknologi, tetapi dampak sosial pertambangan terhadap kawasan
TN saya katakan akan menutup tujuan utama kita dalam mengkonservasi kawasan.
Jadi harus konsisten, jika kawasan itu dikonserv ya jangan ada
kegiatan-kegiatan yang kontra di dalamnya.
Saya kira masih banyak soal lain, cuma kan masalahnya sekarang sangat
berkaitan dengan keinginan dan kebanggaan daerah. Jatim waktu lalu kan tidak
punya hasil tambang selain golongan C, kalau saat ini ada tambang emas maka
orang-orang pertambangan di Jatim bisa merasa lebih bangga karena dapat
menyumbang untuk pemasukan daerah lebih besar. Bahkan bukan hanya buat
orang-orang pertambangan, tetapi mungkin orang se Jatim jadi lebih bangga,
karena di daerahnya juga ada tambang emasnya.
Bambang Ryadi Soetrisno
-----Original Message-----
From: ET Paripurno <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; MILIS LINGKUNGAN
<[EMAIL PROTECTED]>; MILIS ENVIRO <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 31 Juli 2000 23:51
Subject: Re: [lingkungan] Tambang Emas di TN
>pak bambang, terimakasih wejangannya.
>kawan-kawan di jember saat ini lagi lobbi ke dpr. cuma repotnya lobbi kita
>memang tanpa modal. lainnya, dalam waktu dekat ini kita akan ngasih masukan
>ke dprd perihal bagaimana sebenarnya kegiatan pertambangan emas itu
>dilakukan. buat nambah bekal pengambilan keputusan.
>
>untuk acara itu, menjelaskan betapa kotornya tambang itu, dari sisi teori
>aku sedikit punya modal. juga beberapa kawan yang punya perpektif "hijau"
>di tambang upn yogya siap membantu. masalahnya, informasi yang cukup dari
>kasus taman nasional lain enggak, kami enggak ada. apalagi tambang emas.
>jadi, tolong kalau bisa kawan-kawan ngirimi kami : cerita, gambar dll. dari
>proses pemurnian misalnya kajian tentang pengaruh pengasaman air oleh
>tailing, pengaruh sianida ke daun, pengaruh logam berat. dari
>penambangannya, misalnya mengenai amblesan pada lorong tambang.
>
>et paripurno
>t : 62-274-870078; f : 62-274-870323
>e : [EMAIL PROTECTED]
>----- Original Message -----
>From: Bambang Ryadi Soetrisno <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: Monday, July 31, 2000 12:52 PM
>Subject: [lingkungan] Tambang Emas di TN
>
>
>> Saya rasa ini bahan diskusi yang serius, maka subject nya yang sebelumnya
>> oleh Sdr. ET Paripurno dikosongkan, saya kasih nama Tambang Emas di TN.
>>
>> Beberapa waktu yang lalu ada orang berkomentar bahwa waktu Belanda
>> menetapkan kawasan-kawasan lindung di Indonesia, tidak lain tujuannya
>adalah
>> melindungi "harta karun" yang tersimpan di dalamnya. Contohnya, beberapa
>> kawasan-kawasan yang kemudian ditetapkan menjadi Taman Nasional, ternyata
>di
>> dalamnya banyak terkandung bahan tambang berharga.
>>
>> TN tanpa barang tambang pun sebenarnya kan dengan kekayaan hayatinya TN
>> bahkan memiliki harga yang tak ternilai. Soal tambang berharga, menjadi
>> tidak ada apa-apanya kalau kita bandingkan dengan nilai-nilai lainnya.
>> Berapa nilai ekonomi yang diperoleh dari "merusak" dibandingkan dengan
>harga
>> seekor harimau jawa yang sudah punah?
>>
>> Sudah sangat tegas dalam beberapa perundang-undangan disebutkan bahwa di
>> dalam TN tidak diperbolehkan adanya kegiatan pertambangan. Hal itu
>diperkuat
>> lagi dalam SKB 3 menteri, tentang menambang di kawasan lindung. Saya
tidak
>> tahu itu aturan nomer berapa, tapi saya pernah melihat karena ada
>> hubungannya dengan izin pertambangan di TN Kutai dan izin pabrik semen di
>TN
>> Gunung Leuser.
>>
>> Para pengusaha tetap akan melirik lubang-lubang kelemahan untuk
meloloskan
>> keinginannya. Maka muncul usulan-usulan untuk menstudi, mengkaji, atau
>> mencari teknologi yang tepat. TN Gn Halimun misalnya, atas hasil kajian
>tim
>> yang dibentuk untuk mengantisipasi pertambangan emas di sana, memberi
>> rekomendasi, bahwa pertambangan di sana boleh asal, tidak open pit, tidak
>di
>> dalam TN, dsb. Tetapi dampak berdirinya tambang emas di kawasan
konservasi
>> dan diperburuk dengan kelakuan-kelakuan negatif perusahaan ternyata
sangat
>> menurunkan apresiasi publik terhadap misi konservasi itu sendiri. Seiring
>> dengan berdirinya pengusahaan pertambangan, biasanya muncul
>> pertambangan-pertambangan satelit yang hasilnya ditampung oleh kalangan
>> dalam, nilai ekonominya juga sangat luar biasa.
>>
>> Tambang Emas, memiliki pengertian sangat menyesatkan. Bayangan kita
selalu
>> tertuju pada kesejahteraan, kemewahan, sampai pada kemakmuran masyarakat.
>> Berdasarkan pengalaman hasilnya lain, yang ada justeru munculnya
>pertikaian,
>> kriminalitas, korupsi, dan yang jelas disintegrasi sosial terutama di
>> kalangan masyarakat bawah dan yang menjadi korban adalah lingkungan.
>>
>> Saya pikir dalam hal ini kita perlu konsistensi, bahwa di dalam kawasan
>> konservasi harus tidak ada kegiatan eksploitasi. Apa gunanya konservasi
>> kawasan kalau di sana ada eksploitasi. Kawan-kawan di Jember harus
>> mewaspadai sepak terjang kalangan pengusaha di belakangnya yang dengan
>> kemampuan lobbi ke birokrasi dan publik representatif, akan sangat gencar
>> menggelar angka-angka ekonominya dengan dalih kesejahteraan. Tanpa
>> pengusahaan pertambangan pun kesejahteraan bisa diupayakan.
>>
>> Saya usul agar kawan-kawan di Jember mulai dengan menunjukkan
>> pengalaman-pengalaman pahit nasib TN yang menerapkan kebijakan
>> setengah-setengah. Sudah banyak contohnya. TN Kutai saat ini kondisinya
>> sangat menyedihkan karena dincar oleh pertambangan batubara, meskipun
para
>> pengusahanya berusaha dengan mengumpulkan dana untuk menebus dosa.
>> Pengertian-pengertian akan pentingnya konservasi kawasan harus gencar
>> didengungkan pada para birokrat lokal, anggota dewan yang terhormat, dan
>> para petinggi lainnya. Masa iya kita harus mengkonservasi TN MB hanya
>> sebatas keindahan alamnya, sedangkan para penghuninya tidak lagi bisa
>hidup
>> karena mengalami banyak tekanan.
>>
>> Yang lebih penting menurut saya, biasanya ketika kabar adanya emas di
satu
>> kawasan menyebar, maka saat itu pula akan datang orang-orang yang mencoba
>> mengorek-ngorek dan mengusahakan secara tradisional. Akibatnya sangat
>buruk
>> bagi TNMB. Pada awalnya pihak TNMB akan keras menjegah masuknya orang ke
>> dalam kawasan, tetapi lambat laun situasi itu akan menjadi potensi
ekonomi
>> dan dengan pendekatan otoritas yang dimiliki biasanya petugas akan
>> ikut-ikutan menarik pungutan untuk membuka akses ke lokasi, jika hasilnya
>> bagus nilai pungutan itu akan sangat tinggi. Sebelum terlambat
>kecenderungan
>> ini harus dicegah.
>>
>> Salam,
>> Bambang Ryadi Soetrisno
>>
>> -----Original Message-----
>> From: ET Paripurno <[EMAIL PROTECTED]>
>> To: MILIS ENVIRO <[EMAIL PROTECTED]>; MILIS LINGKUNGAN
>> <[EMAIL PROTECTED]>; MILIS LINGKUNGAN <[EMAIL PROTECTED]>;
>> DESENTRALISASI <[EMAIL PROTECTED]>
>> Date: 30 Juli 2000 0:12
>> Subject: [lingkungan] Fw:
>>
>>
>> >kawan-kawan.
>> >ada kabar seperti ini. lantas mesti gimana?
>> >yang paling gampang : biarkan saja, dan tn merubetiri dialihfungsikan.
>> >beres.
>> >tetapi, itukah yang terbaik? dibatalkan tambangnya? atau ditambang
dengan
>> >sangat ramah lingkungan. artinya, investasinya besar. ada enggak sih
>kasus
>> >di negara lain, nambang emas di lingkungan taman nasional. emasnya
>keambil,
>> >taman nasionalnmya selamat. secara teori mungkin, asal berani impas.
>enggak
>> >tau prakteknya.
>> >
>> >salam
>> >
>> >et paripurno
>> >t : 62-274-870078; f : 62-274-870323
>> >e : [EMAIL PROTECTED]
>> >----- Original Message -----
>> >From: KaPPaLa JatiM <[EMAIL PROTECTED]>
>> >To: Hamim <[EMAIL PROTECTED]>; Yayasan Kehati
>> <[EMAIL PROTECTED]>;
>> >OXFAM-GBI <[EMAIL PROTECTED]>; LATIN Jember
>> ><[EMAIL PROTECTED]>
>> >Cc: Christien Ismuranty <[EMAIL PROTECTED]>; ET Paripurno
>> ><[EMAIL PROTECTED]>
>> >Sent: Friday, July 28, 2000 5:18 PM
>> >
>> >
>> >> salam,
>> >> Ini berita paling baru tentang tambang emas di Jember, dimana Taman
>> >Nasinal
>> >> Meru Betiri terletak diantara 2 kecamatan Silo dan Tempurejo, (masuk
>> >> kecamatan Tempurejo), tentunya teman-teman masih ingat ekplorasinya
2
>> >> tahun kemaren yang sempat kita advokasi bersama. Terhitung cepat untuk
>> >> sebuah kabar bulan Juni lalu saat Yuisusf Merukh (dengan Newmont-nya)
>> >> memberitakan kandungan emas didaerah ini, diikuti dengan permohonan
>ijin
>> ,
>> >> hearing DPR dan lainnya. Entah seberapa jauh teman-teman melihat ini
>> akan
>> >> dijalankan, atau berbahaya buat Meru Betiri atau pertanyaan paling
>mudah
>> :
>> >> Benarkah menambang Emas di TNMB ?,
>> >> tapi paling nggak kita sama-sama merasa bahwa TNMB patut
dilestarikan,
>> >> masyarakat berhak menerima yang lebih baik dari sekedar eksploitasi
>> jangka
>> >> pendek dan tidak berkelanjutan macam tambang emas itu. dan sebagian
>kita
>> >> pernah dan sudah melakukannya, baik dengan tenak dan pakannya,
>> >sengonisasi,
>> >> Tanaman obat dan lainnya. Memang belum layak mengatakan tingkat
>> >> keberhasilan, tapi bagaimana kita akan membangun hal tersebut bila
>lokasi
>> >> tercinta, TN. Meru Betiri ini bakal di tambang. bagaimana ?
>> >>
>> >> Mai,
>> >>
>> >> KAPPALA Indonesia - Jawa Timur
>> >> Perum Pondok Bambu P-8B Jember 68122
>> >> 0331 332788; [EMAIL PROTECTED]
>> >>
>> >>
>> >>
>> >> Jember Segera Punya Tambang Emas,
>> >Radar Jember, 26 Juli 2000
>> >
>> >Jember, Warga jember boleh berbangga. Bila Tuhan Mengijinkan, sebentar
>lagi
>> >Jember bakal punya Tambang emas. Tak main-main, berdasar penelitian PT.
>> >Hakman sekitar dua bulan lalu, ada kandungan 80.000 ton emas yang
>terdapat
>> >ditiga kecamatan. Masing-masing kecamatan Silo, Mayang dan Tempurejo.
>> >DPRD Jember sendiri kemarin menyetujui Pemda ijin prinsip penambangan
>emas
>> >di 3 kecamatan tersebut. Ijin prinsip ini pada 20 Juni 2000, oleh Pemda
>> >diajukan ke dewan untuk memperoleh persetujuan. Hal ini karenan tambang
>> emas
>> >tersebut merupakan aset daerah yang akan dieksploitasi oleh pihak
ketiga.
>> >Penambangan tersebut rencananya akan dilakukan okleh PT. Hakman(Tembaga/
>> >Emas/ Platina) Metalium dan PT. Jember Metal.
>> >"Kami minta kepada Bupati untuk memanggil PT Hakman dan PT Jember Metal
>> >utntuk memberikan gambaran kepada dewan peerihal tambang emas itu", kata
>> >wakil ketua DPRD Jember, Drs. Mahmud Sardjujono.
>> > Menurut Mahmud, penjelasan PT. Hakman dan PT Jember Metal, sangat
>> >diperlukan. Pasalnya, selama ini dewan belum mempunyai data kongkrit
>> masalah
>> >kandungan emas ditiga wilayah tersebut, Baik mengenai Jumlah
>kandungannya,
>> >kategori dan berapa lama penambangan dilakukan.
>> >Hal ini, kata Mahmud, perlu diketahui. Ini untuk menghindari kekayaan
>> Jember
>> >hanya dinikmati olerh orang luar Jember. Tetapi, kekayaan tersebut
>> >betul-betul dinikmati dan menjadi sumber penghasilan baik Pemda atau
>warga.
>> >"kalau perlu, tata kota dan kesejahteraan warga Jember seperti orang
>> >Jakarta. Jangan sampai warga Jember, asing didaerahnya sendiri",
ujarnya.
>> >Satu hal yang dewan tekankan, kata Mahmud adalah masalah tenaga kerja
>> >penambang. Dia berharaop perusahaan yang mengekploitasi mengutamakan
>warga
>> >Jember dan sekitarnya sebagai tenaga kerja. Jangan sampai, tenaga kerja
>> >diambilkan dari luar daerah. Terutama tenaga mengengah ke bawah, warga
>> >Jember, harus diutamakan.
>> >" Kecuali tenaga ahli, PT Halman dan PT. Jember Metal mengambil tenaga
>ahli
>> >dari daerah lain. Kalau hanya tenaga ahli yang kualitasnya sedang,
banyak
>> >putra daerah yang mampu, " tambahnya.
>> >Sebagai diberitakan, berdasarkan survey PT Hakman, di Jember terdapat
>> >kandungan emas culup besar. Hebatnya kulaitas emas di Jember lebih bagus
>> >dibandingkan tempat penambangan lain, seperti Batam. Merespon hal
>tersebut,
>> >Bupati jember Drs. Samsul Hadi Siswoyo Msi pada 4 Juli llalu mengadakan
>> >pembicaraan kusus dengan PT. Hakman dan Jember Metal di Jakarta.
>> Pembicaraan
>> >itu, intinya, PT Hakman dan Jember Metal minta ijin prinsip untuk
>> mengadakan
>> >eksplorasi dan penambangan emas.
>> >Dalam surat permohonan ijin prinsip kepada Bupati Jember yang diajukan
>oleh
>> >Presiden Direktur PT Jember Metal, Yususf Merukh, disebutkan luas areal
>> >berpotensi mineral seluas 150 ribu ha. Sesuai aturan pertambangan, PT JM
>> >dibatasi 25 % dari luas area atau 35 ribu ha. Lahan itu akan digunakan
>> >pertambangan, kota untuk perusahaan, pabrik pengolahan power plant, dan
>> >pelabuhan (mad).
>> >
>> >
>> >
>>
>>
>> --
>> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>> Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>
>
>--
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>
>
>
>
>
--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/