Saya rasa ini bahan diskusi yang serius, maka subject nya yang sebelumnya
oleh Sdr. ET Paripurno dikosongkan, saya kasih nama Tambang Emas di TN.

Beberapa waktu yang lalu ada orang berkomentar bahwa waktu Belanda
menetapkan kawasan-kawasan lindung di Indonesia, tidak lain tujuannya adalah
melindungi "harta karun" yang tersimpan di dalamnya. Contohnya, beberapa
kawasan-kawasan yang kemudian ditetapkan menjadi Taman Nasional, ternyata di
dalamnya banyak terkandung bahan tambang berharga.

TN tanpa barang tambang pun sebenarnya kan dengan kekayaan hayatinya TN
bahkan memiliki harga yang tak ternilai. Soal tambang berharga, menjadi
tidak ada apa-apanya kalau kita bandingkan dengan nilai-nilai lainnya.
Berapa nilai ekonomi yang diperoleh dari "merusak" dibandingkan dengan harga
seekor harimau jawa yang sudah punah?

Sudah sangat tegas dalam beberapa perundang-undangan disebutkan bahwa di
dalam TN tidak diperbolehkan adanya kegiatan pertambangan. Hal itu diperkuat
lagi dalam SKB 3 menteri, tentang menambang di kawasan lindung. Saya tidak
tahu itu aturan nomer berapa, tapi saya pernah melihat karena ada
hubungannya dengan izin pertambangan di TN Kutai dan izin pabrik semen di TN
Gunung Leuser.

Para pengusaha tetap akan melirik lubang-lubang kelemahan untuk meloloskan
keinginannya. Maka muncul usulan-usulan untuk menstudi, mengkaji, atau
mencari teknologi yang tepat. TN Gn Halimun misalnya, atas hasil kajian tim
yang dibentuk untuk mengantisipasi pertambangan emas di sana, memberi
rekomendasi, bahwa pertambangan di sana boleh asal, tidak open pit, tidak di
dalam TN, dsb. Tetapi dampak berdirinya tambang emas di kawasan konservasi
dan diperburuk dengan kelakuan-kelakuan negatif perusahaan ternyata sangat
menurunkan apresiasi publik terhadap misi konservasi itu sendiri. Seiring
dengan berdirinya pengusahaan pertambangan, biasanya muncul
pertambangan-pertambangan satelit yang hasilnya ditampung oleh kalangan
dalam, nilai ekonominya juga sangat luar biasa.

Tambang Emas, memiliki pengertian sangat menyesatkan. Bayangan kita selalu
tertuju pada kesejahteraan, kemewahan, sampai pada kemakmuran masyarakat.
Berdasarkan pengalaman hasilnya lain, yang ada justeru munculnya pertikaian,
kriminalitas, korupsi, dan yang jelas disintegrasi sosial terutama di
kalangan masyarakat bawah dan yang menjadi korban adalah lingkungan.

Saya pikir dalam hal ini kita perlu konsistensi, bahwa di dalam kawasan
konservasi harus tidak ada kegiatan eksploitasi. Apa gunanya konservasi
kawasan kalau di sana ada eksploitasi. Kawan-kawan di Jember harus
mewaspadai sepak terjang kalangan pengusaha di belakangnya yang dengan
kemampuan lobbi ke birokrasi dan publik representatif, akan sangat gencar
menggelar angka-angka ekonominya dengan dalih kesejahteraan. Tanpa
pengusahaan pertambangan pun kesejahteraan bisa diupayakan.

Saya usul agar kawan-kawan di Jember mulai dengan menunjukkan
pengalaman-pengalaman pahit nasib TN yang menerapkan kebijakan
setengah-setengah. Sudah banyak contohnya. TN Kutai saat ini kondisinya
sangat menyedihkan karena dincar oleh pertambangan batubara, meskipun para
pengusahanya berusaha dengan mengumpulkan dana untuk menebus dosa.
Pengertian-pengertian akan pentingnya konservasi kawasan harus gencar
didengungkan pada para birokrat lokal, anggota dewan yang terhormat, dan
para petinggi lainnya. Masa iya kita harus mengkonservasi TN MB hanya
sebatas keindahan alamnya, sedangkan para penghuninya tidak lagi bisa hidup
karena mengalami banyak tekanan.

Yang lebih penting menurut saya, biasanya ketika kabar adanya emas di satu
kawasan menyebar, maka saat itu pula akan datang orang-orang yang mencoba
mengorek-ngorek dan mengusahakan secara tradisional. Akibatnya sangat buruk
bagi TNMB. Pada awalnya pihak TNMB akan keras menjegah masuknya orang ke
dalam kawasan, tetapi lambat laun situasi itu akan menjadi potensi ekonomi
dan dengan pendekatan otoritas yang dimiliki biasanya petugas akan
ikut-ikutan menarik pungutan untuk membuka akses ke lokasi, jika hasilnya
bagus nilai pungutan itu akan sangat tinggi. Sebelum terlambat kecenderungan
ini harus dicegah.

Salam,
Bambang Ryadi Soetrisno

-----Original Message-----
From: ET Paripurno <[EMAIL PROTECTED]>
To: MILIS ENVIRO <[EMAIL PROTECTED]>; MILIS LINGKUNGAN
<[EMAIL PROTECTED]>; MILIS LINGKUNGAN <[EMAIL PROTECTED]>;
DESENTRALISASI <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 30 Juli 2000 0:12
Subject: [lingkungan] Fw:


>kawan-kawan.
>ada kabar seperti ini. lantas mesti gimana?
>yang paling gampang : biarkan saja, dan tn merubetiri dialihfungsikan.
>beres.
>tetapi, itukah yang terbaik? dibatalkan tambangnya? atau ditambang dengan
>sangat ramah lingkungan. artinya, investasinya besar. ada enggak sih kasus
>di negara lain, nambang emas di lingkungan taman nasional. emasnya keambil,
>taman nasionalnmya selamat. secara teori mungkin, asal berani impas. enggak
>tau prakteknya.
>
>salam
>
>et paripurno
>t : 62-274-870078; f : 62-274-870323
>e : [EMAIL PROTECTED]
>----- Original Message -----
>From: KaPPaLa JatiM <[EMAIL PROTECTED]>
>To: Hamim <[EMAIL PROTECTED]>; Yayasan Kehati
<[EMAIL PROTECTED]>;
>OXFAM-GBI <[EMAIL PROTECTED]>; LATIN Jember
><[EMAIL PROTECTED]>
>Cc: Christien Ismuranty <[EMAIL PROTECTED]>; ET Paripurno
><[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: Friday, July 28, 2000 5:18 PM
>
>
>> salam,
>> Ini berita paling baru tentang tambang emas di Jember, dimana Taman
>Nasinal
>> Meru Betiri terletak diantara 2 kecamatan Silo dan Tempurejo, (masuk
>> kecamatan Tempurejo), tentunya teman-teman masih ingat  ekplorasinya  2
>> tahun kemaren yang sempat kita advokasi bersama. Terhitung cepat untuk
>> sebuah kabar bulan Juni lalu saat Yuisusf Merukh (dengan Newmont-nya)
>> memberitakan kandungan emas didaerah ini, diikuti dengan permohonan ijin
,
>> hearing DPR dan lainnya. Entah seberapa  jauh teman-teman melihat ini
akan
>> dijalankan, atau berbahaya buat Meru Betiri atau pertanyaan paling mudah
:
>> Benarkah  menambang Emas di TNMB ?,
>>  tapi paling nggak kita sama-sama merasa bahwa TNMB patut dilestarikan,
>> masyarakat berhak menerima yang lebih baik dari sekedar eksploitasi
jangka
>> pendek dan tidak berkelanjutan macam tambang emas itu. dan sebagian kita
>> pernah dan sudah melakukannya,  baik dengan tenak dan pakannya,
>sengonisasi,
>> Tanaman obat dan lainnya. Memang belum layak mengatakan tingkat
>> keberhasilan, tapi bagaimana kita akan membangun hal tersebut bila lokasi
>> tercinta, TN. Meru Betiri ini bakal di tambang. bagaimana ?
>>
>> Mai,
>>
>> KAPPALA Indonesia - Jawa Timur
>> Perum Pondok Bambu P-8B Jember 68122
>> 0331 332788;  [EMAIL PROTECTED]
>>
>>
>>
>> Jember  Segera  Punya Tambang Emas,
>Radar Jember, 26 Juli 2000
>
>Jember, Warga jember boleh berbangga. Bila Tuhan Mengijinkan, sebentar lagi
>Jember bakal punya Tambang emas. Tak main-main, berdasar penelitian PT.
>Hakman sekitar dua bulan lalu, ada kandungan 80.000 ton emas yang terdapat
>ditiga kecamatan. Masing-masing kecamatan Silo, Mayang dan Tempurejo.
>DPRD Jember sendiri kemarin menyetujui Pemda ijin prinsip penambangan emas
>di 3 kecamatan tersebut. Ijin prinsip ini pada 20 Juni 2000, oleh Pemda
>diajukan ke dewan untuk memperoleh persetujuan. Hal ini karenan tambang
emas
>tersebut merupakan aset daerah yang akan dieksploitasi oleh pihak ketiga.
>Penambangan tersebut rencananya akan dilakukan okleh PT. Hakman(Tembaga/
>Emas/ Platina) Metalium dan PT. Jember Metal.
>"Kami minta kepada Bupati untuk memanggil PT Hakman dan PT Jember Metal
>utntuk memberikan gambaran kepada dewan peerihal tambang emas itu", kata
>wakil ketua DPRD Jember, Drs. Mahmud Sardjujono.
> Menurut Mahmud, penjelasan PT. Hakman dan PT Jember Metal, sangat
>diperlukan. Pasalnya, selama ini dewan belum mempunyai data kongkrit
masalah
>kandungan emas ditiga wilayah tersebut, Baik mengenai Jumlah kandungannya,
>kategori dan berapa lama penambangan dilakukan.
>Hal ini, kata Mahmud, perlu diketahui. Ini untuk menghindari kekayaan
Jember
>hanya dinikmati olerh orang luar Jember. Tetapi, kekayaan tersebut
>betul-betul dinikmati dan menjadi sumber penghasilan baik Pemda atau warga.
>"kalau perlu, tata kota dan kesejahteraan warga Jember seperti orang
>Jakarta. Jangan sampai warga Jember, asing didaerahnya sendiri", ujarnya.
>Satu hal yang dewan tekankan, kata Mahmud adalah masalah tenaga kerja
>penambang. Dia berharaop perusahaan yang mengekploitasi mengutamakan warga
>Jember dan sekitarnya sebagai tenaga kerja. Jangan sampai, tenaga kerja
>diambilkan dari luar daerah. Terutama tenaga mengengah ke bawah, warga
>Jember, harus diutamakan.
>" Kecuali tenaga ahli, PT Halman dan PT. Jember Metal mengambil tenaga ahli
>dari daerah lain. Kalau hanya tenaga ahli yang kualitasnya sedang, banyak
>putra daerah yang mampu, " tambahnya.
>Sebagai diberitakan, berdasarkan survey PT Hakman, di Jember terdapat
>kandungan emas culup besar. Hebatnya kulaitas emas di Jember lebih bagus
>dibandingkan tempat penambangan lain, seperti Batam. Merespon hal tersebut,
>Bupati jember Drs. Samsul Hadi Siswoyo Msi pada 4 Juli llalu mengadakan
>pembicaraan kusus dengan PT. Hakman dan Jember Metal di Jakarta.
Pembicaraan
>itu, intinya, PT Hakman dan Jember Metal minta ijin prinsip untuk
mengadakan
>eksplorasi dan penambangan emas.
>Dalam surat permohonan ijin prinsip kepada Bupati Jember yang diajukan oleh
>Presiden Direktur PT Jember Metal, Yususf Merukh, disebutkan luas areal
>berpotensi mineral seluas 150 ribu ha. Sesuai aturan pertambangan, PT JM
>dibatasi 25 % dari luas area atau 35 ribu ha. Lahan itu akan digunakan
>pertambangan, kota untuk perusahaan, pabrik pengolahan power plant, dan
>pelabuhan (mad).
>
>
>


--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/





Kirim email ke