Kami juga mendukung pembatalan MoU.
Salam,
Restu "Ganden" Achmaliadi
Sekretariat JKPP
-----Original Message-----
From: Bioforum <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Friday, September 08, 2000 10:00 AM
Subject: Re: [lingkungan] BATALKAN MOU Penanaman Massal Kapas Trangenik
>Kami dari Bioforum mendukung Pembatalan Penandatanganan MoU antara Menteri
>Koordinator Ekonomi, Rizal Ramli dengan salah satu perusahaan
>multinasional untuk membuka perkebunan kapas trasngenik secara
>besar-besaran di Indonesia.
>
>Salam,
>Sekretariat Bioforum
>
>At 17:30 09/07/2000 +0700, you wrote:
>>Teman-teman sekalian,
>>
>>Kami mohon dukungan untuk Pembatalan Penandatanganan Memorandum of
>Understanding antara Menteri Koordinator Ekonomi, Rizal Ramli dengan salah
>satu perusahaan multinasional untuk membuka perkebunan kapas trasngenik
>secara besar-besaran di Indonesia.
>>
>>Kami tunggu di [EMAIL PROTECTED] Terima kasih.
>>
>>Salam
>>KONPHALINDO
>>
>>
>>
>>Kepada Yth.
>>Menteri Koordinator Ekonomi
>>Rizal Ramli
>>
>>Di tempat
>>
>>
>>
>>Re: Batalkan Memorandum Of Understanding Penanaman Massal Kapas
>>
>> Transgenik Bt,
>>
>>
>>
>>Bapak Menteri yang Terhormat,
>>
>>
>>
>>1. Kami mendapatkan informasi bahwa akan dilakukan penanaman kapas
>transgenik Bt secara besar-besaran di Indonesia, bekerjasama dengan
>perusahaan MNC Monagro.
>>
>>
>>
>>2. Perlu kami sampaikan bahwa kapas transgenik Bt adalah tanaman kapas
>yang telah direkayasa dengan memasukkan gen bakteri Bacillus thuringensis
>melalui teknik rekombinan DNA, atau dikenal juga dengan teknik rekayasa
>genetika, untuk menambahkan sifat baru pada kapas tersebut.
>>
>>
>>
>>3. Secara ilmiah, sosio-ekonomi dan lingkungan, organisme dan produk
>hasil rekayasa genetika belum terbukti aman ataupun dapat membawa
>kesejahteraan bagi masyarakat. Beberapa contoh kasus yakni : (a) Pada
>Agustus 1997, petani di delta Missisippi, AS menemukan ulat-ulat yang cacat
>dan tetap merusak kapas rekayasa genetika Monsanto di areal seluas 30.000
>are. Petani mengalami kerugian sebesar 500.000-1.000.000 dolar AS (Sumber :
>The Gene Exchange) (b) Tanaman transgenik yang menghasilkan pestisida
>sendiri kini mengikuti paradigma pestisida, gagal menghadapi resistensi
>hama terhadap insektisida. Dalam percobaan, spesies hama cepat beradaptasi
>dan mengembangkan resistensi terhadap pestisida yang ada dalam tanaman
>(Sumber : Alstad dan Andaw, 1995). Ditemukan pula oleh para peneliti dari
>New York University, bahwa racun pembunuh serangga dari tanaman Bt hasil
>rekayasa genetika dilepaskan kedalam tanah dari akar tanamannya (Sumber :
>Nature), (c) Kejadian di Zimbabwe, Afrika dapat dijadikan gambaran. Bagi
>petani yang ingin menanam kapas transgenik Bt, diwajibkan memenuhi
>serangkaian syarat yang harus dipatuhi dan ditandatangani agen benih.
>Syaratnya adalah : berjanji mematuhi protokol pengendalian resistensi hama,
>mematuhi pembatasan "menggunakan benih satu kali saja', menerima hukuman
>atas ketidakpatuhan serupa 120 kali ongkos produksi per acre, mengembalikan
>semua benih yang tidak digunakan kepada agen, mengijinkan inspeksi lapangan
>selama tiga tahu. (Sumber : Faresu, 2000).
>>
>>
>>
>>4. Saat ini, Indonesia sedang bersiap-siap untuk meratifikasi Protokol
>Cartagena, Protokol Keselamatan Hayati, satu-satunya regim hukum
>internasional yang mengakui adanya potensi bahaya dari organisme dan produk
>hasil rekayasa genetika. Berkaitan dengan hal itu Kantor Menteri Negara
>Lingkungan Hidup sedang dalam proses menyusun aturan yang lebih ketat
>tentang organisme dan produk rekayasa genetika. Kami menilai membuat
>perjanjian sebelum Protokol Kartagena diratifikasi adalah jalan pintas
>untuk menghindari peraturan mengenai keamanan hayati.
>>
>>
>>
>>
>>
>>Berdasarkan hal diatas maka kami, beberapa lembaga swadaya masyarakat,
>MENUNTUT agar:
>>
>>
>>
>>1. Membatalkan Memorandum of Undersatanding (MOU) untuk membuka
>perkebunan kapas transgenik Bt di Indonesia.
>>
>>2. Agar dalam proses apapun yang berkaitan dengan organisme atau
>produk rekayasa genetika informasi dibuka kepada publik dan melibatkan
>berbagai kelompok masyarakat, serta harus mendapat persetujuan masyarakat
>banyak.
>>
>>3. Setiap proses dan perijinan yang berkaitan dengan organisme atau
>produk rekayasa genetika harus sesuai dengan Protokol Keamanan Hayati.
>>
>>
>>
>>
>>
>>Demikian tuntutan kami.
>>
>>
>>
>>Jakarta, 7 September 2000
>>
>>
>>
>>1. PAN
>>
>>2. KONPHALINDO
>>
>>3. YLKI
>>
>>4. ELSPPAT
>>
>>5. NASTARI
>>
>>6. TIDUSANIY
>>
>>7. YPBB
>>
>>8. LATIN
>>
>>9. YPBB
>>
>>10. SPTN HPS
>>
>>11. DAMAR
>>
>>12. KELILING
>>
>>13. MITRA TANI
>>
>>14. GITA PERTIWI
>>
>>15. SIKEP
>>
>>16. LESMAN
>>
>>17. YP2MD
>>
>>18. PANSOS BODRONOYO, Palembang
>>
>>19. YASBIO
>>
>>20. PPLH TRAWAS
>>
>>21. Yayasan Karya Bakti, Medan
>>
>>22. LPKP
>>
>>23. YPPSH BALI
>>
>>24. SWA BALI
>>
>>25. YBKS SOLA
>>
>>26. SORAN Klaten
>>
>>27. YPP Malang
>>
>>28. DUTA AWAM, Solo
>>
>>29. Yayasan Sintesa, Kisaran Medan
>>
>>30. Yayasan Alam Tani, Asahan Medan
>>
>>31. YLKMP, Mataram
>>
>>32. Yayasan Labuan Tani, Prapat
>>
>>33. Yayasan Bina Potensia Wanita, Kendari
>>
>>34. KABISAT INDONESIA, Padang
>>
>>35. Pagutuban Tani Lestari, Toraja
>>
>>36. Cindelaras, Jogjakarta
>>
>>37. YTMI, Ujung Pandang
>>
>>
>
>
>--
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>
>
>
>
>
>
--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/