On Sunday 17 December 2000 07:28, Syafrudin wrote:
> b. karya seorang developer dibeli oleh satu perusahaan IT atau Yayasan IT
> lalu itu dilepas ke open-source (kalau software) / open-content (kalau
> dokumen atau buku)
> atau ?
>
> Jadi kepikiran nih, ada peluang nggak kalau kita galakkan kegiatan nomor
> (b) dengan dana dari luar negeri ?
Coba dimulai lagi aja Pak ? Siapa tahu dg "hebohnya" Linux di Indonesia,
kegiatan ini bisa berjalan lagi.
> Anyway, saya sendiri nggak yakin lho kalau disubsidi jadi lancar banget,
> paling sedikit lebih lancar. Kenapa nggak yakin ? Dulu RMS46 mengajukan
> 'proyek' CPL (Cabang Pengembangan Linux) yang antara lain setiap
> menghasilkan dokumen dihargai sekian perak per halaman, sampai akhir masa
> anggaran, dananya baru terpakai sedikit.. Begitu pula di sini, penulisan
> SOP (yang notabene seharusnya bagian integral dari pekerjaan masing -
> masing :-) akan dihargai sekian perak, tetap saja sampai setahun berlalu,
> hasilnya nyaris tak terdengar :-)
Mungkin karena yg ngerjain nggak fokus di bidang yg harus ditanganinya. Kalo
fokus dan dia dibayar untuk melakukannya saya kira nggak akan ada masalah.
Lagipula kerja model ini lumayan fleksibel seh, bisa dikerjain di mana aja
dan kapan saja asal nanti selesai tepat waktu. :)
> Mungkin lebih tepat dana dari luarnya untuk memperbaiki 'budaya' menulis
> itu sendiri ya...
Saya khawatir ini terlalu lama dan makan biaya banyak. :)
--
Tedi Heriyanto
email : tedi-h at usa dot net (personal) URL : http://tedi.trustix.co.id
tedi at trustix dot com (business) Fax : 1-253-660-0870
----------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]