On Sat, 16 Dec 2000, adnan basalamah wrote:

> > Sebagian besar oran yg di KDE di"drive" keinginan belajar, dan kebutuhan
> > programnya (seperti yang membuat Konqueror)

> 
> nah.. berapa banyak masalah di environment industri indonesia, yang perlu
> development software khusus ?  toh selama ini, setahu saya, kebanyakan
> project anak anak informatika juga termasuk dosennya, misalnya, tak lebih
> dan tak kurang dari membuat database A, database B, software akuntansi A, 
> (yang cuman butuh  operasi dasar tambah kurang kali bagi). nah..
> ngapain mesti develop sesuatu yang baru ? MySQL ada.. PHP ada.. tinggal

Tunggu dulu mas Adnan 8-) sepertinya kalau kita sebut "mendevelop"
software --> coding sepertinya memang akan timbul perasaan seperti itu.  
Tapi kalau kita liat lebih luas lagi develop software itu, akan banyak hal
yg masih tanda tanya di "negeri kita ini".  Walaupun tool yang kita pakai
sama.

Sebagai contoh.. apakah sistem workflow di Indonesia memiliki "user model
yang sama deng sistem di lain.  Jadi walau memakai "tool" yang sama tetapi
mungkin (munkgin lho) . memiliki approach yang berbeda.  Sebetulnya masih
banyak kebutuhan di dalam negeri yang membutuhkan "software development
local".

Software development khan bukan coding software baru aja 8-)

>       Reverse Engineering Compiler, atau 
>       MicroKernel Realtime for platform X, atau 
>       TCP/IP stack  untuk microcontroller anu ?
> 
> mau di jual kemana ? ke lembaga riset yang di support pemerintah ? anda
> kan tahu bagaimana busuknya kondisi disana ...:))

Ini sama aja kita bertanya.. ngapain belajar musik klasik.. lha ternyata
pas kerja sebagian besar. malah nggak pernah pakai musik klasik itu 8-)


Salah satu fungsi belajar yang rumit-rumit itu khan "membentuk
intuisi". Sama dengan belajar matematika, nururnin rumus... 

> jadi,  satu satunya alasan buat belajar yang seperti itu,  given kondisi
> indonesia  yang seperti ini, adalah AKTUALISASI DIRI .. heheheh
> we are better than anyone else, including linus :-)
> itu yang mesti kita kembangkan ! :-)
> bangsa kita ini hebat kok..nggak usah khawatir ..hehe

Aktualisasi memang baik, tapi bisa juga "menghambat".. dalam arti karena
ingin aktualisasi jadinya mau mengerjakan yang "wah-wah" dan
"besar" supaya terlihat "lebih".

Sehingga seringkali tidak mau mengerjakan yang "sepele-sepele".   Padahal
dari yang sepele-sepele itu bisa membuat sesuatu yang belum dibuat orang
mungkni dan dihargai (malah jadi dibilang "hebat" .. kalau pengen mengejar
aktualisasi).

Salah satu contoh adalah "Compendium Web Performance" yg saya bikin (saya
buat bukan tujuan aktualisasi, atau syarat ujian.   Dan saya buka ke
publik, karena dengan tujuan ingin "sharing" pengetahuan.

Tetapi karena memang saya membutuhkan kompendium itu...).  Pekerjaan
seperti ini SERINGKALI dianggap "sebelah mata" atau tidak dikerjakan para
mahasiswa di Indonesia karena "kurang wah" (tak mampu memenuhi hasrat
aktualisasinya..).

Tetapi ternyata dari yang simple-simple ini sering saya mendapat
"pujian" (termasuk dari Kegel.com), dsb.  Padahal saya tak bertujuan
menjadi "hebat" (jadi mungkin orang lain yang melihat ini sebagai usaha
aktualisasi diri saya..heh.eh.e)

Jadi sebetulnya masih banyak yang simple-simple seperti ini.. tapi masih
"malas" disentuk karena hambatan interpretasi "aktualisasi diri" tersebut.

IMW 

NB : saya sendiri lagi mencari model traffic Indonesia.. ada idea ?





----------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke