waktu itu, Fri, Apr 12, 2002 at 05:18:28PM +0700, Tumpal Augustinus H. menulis: > Hmmm.. > Sepertinya Zen perlu ngomong nih.. Ayo dong, Zen. > > Dulu obrolan awal dgn Zen itu begini kira-kira. > LUG, perusahaan, pemerintah, akademik, KADIN, dan semua institusi yg > berhubungan dgn Open Source membuat suatu organisasi SERTIFIKASI Open Source > (bukan training).
kenapa harus organisasi? Kenapa bukan perusahaan? > Organisasi ini entah berupa apapun itu tapi pokoknya non-profit, > independent, tapi cukup punya kekuatan. kenapa harus non-profit? Sertifikasi pengguna itu untuk jualan, pasti profit. Kalau non profit biasanya standarisasi. Kemaren udah dicontohkan kayak OMG, W3C. Inipun konsorsium perusahaan, karena masing masing perusahaan punya kepentingan di dalamnya. Dan ini wajar. > Saya pribadi (bukan ahli hukum) langsung mengasosiasikan "non-profit dan > independent" ini dgn Yayasan. "Kekuatan" terkumpul dari pendirinya (member) > yg berasal dari beragam latar belakang tadi dan juga independensinya. > KPLI (LUG)-nya sih tetap ada dan tidak berubah bentuk. Kenapa nggak perusahaan2 linuxnya aja yang bikin yayasan. Misal Trabas, Elinux, Trustix, Ebdesk kerja sama bikin yayasan tanpa perlu membawa nama KPLI. Ini lebih logis menurut saya. Kenapa harus KPLI? Saya pikir kemaren daftar ke notaris, agar biar punya bentuk sah saja. Dan hanya untuk KPLI Jakarta saja. Sebab KPLI daerah lain punya kebutuhan yang berbeda, sehingga bisa saja bikin keputusan yang berbeda. Semua kan sejajar? -- fade2bl.ac -- Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

