Saya sependapat dengan pendapatnya mas adi prasaja yang mengatakan
sebaiknya kpli tidak dihidupi oleh cara-cara profit taking dari suatu
lembaga atau yayasan yang dibuatnya, dengan kata lain orang akan mengira
kalau kpli sudah tidak mempunyai semangat open source yang selama ini
ditunjukkan dengan jalan mengelola komunitas tersebut dengan cara
non-profit. 
Pandangan saya :
1. Karena sejauh yang saya lihat bahwa kpli selama ini bergerak atau
melakukan aktivitasnya dengan jalan gotong royong atau dengan kata lain
acara atau kegiatan yang akan diadakan didanai oleh bersama. Hal ini
tentu menghambat perkembangan dari kpli itu sendiri, namun ia telah
memberikan image kepada masyarakat tentang semangat open source dari
linux. Atau jika kita analogikan kpli dengan suatu produk, kita bisa
lihat bahwa indomie sangat terkenal diindonesia karena indomie telah
memiliki image tersendiri yang telah terbangun dimasyarakat, walaupun
sebenarnya indomie adalah nama (brand) suatu produk tapi banyak orang
menggunakannya untuk memanggil dari beberapa produk yang kebetulan
fungsi atau kegunaannya sama dengan dia. Jadi menurut saya jika ingin
membangun suatu yayasan yang bergerak dibidang setifikasi linux,
janganlah membawa-bawa kpli dalam membangunnya atau kedepannya. Karena
menurut hemat saya kpli sudah memiliki image tersendiri yang telah
terbangun dimasyarakat open source di indonesia, sedangkan yayasan yang
baru akan dibuat belum memiliki image khusus yang terlekat padanya.
Apakah kita akan mengorbankan image yang telah terbangun tersebut dengan
hal yang sebenarnya masih bisa kita cari alternatifnya ? 2. Kelompok
atau komunitas pengguna linux di indonesia saat ini sudah mulai tumbuh
dimana-mana (diluar kpli) seiring dengan semakin banyaknya orang yang
menggunakan sistem operasi alternatif yang dikenal murah dan sakti
tersebut serta semakin galaknya produsen pembuat software yang
mahal-mahal (non-gpl), walaupun hal ini terasa masih kurang jika bukan
dikota-kota besar. Saya rasa mereka pun harus dapat perhatian nantinya
dari yayasan yang akan dibentuk tersebut, kita tidak bisa menganak
emaskan suatu kelompok atau komunitas (mis. Kpli) sebab kelompok lainnya
pun ingin diperhatikan, hal ini yang akan menimbulkan masalah baru pada
perkembangan yayasan tersebut kelak. Usul dari saya gimana kalo sebelum
yayasan tersebut terbentuk, para pengurus dari terbentuknya yayasan
mengumpulkan data, paling tidak menyebar berita di milis tentang
pendataan kelompok linux yang ada di indonesia dengan begitu yayasan
yang akan terbentuk nantinya dapat mengayomi seluruh kelompok atau
komunitas yang ada. Dengan begitu yayasan yang akan terbentuk memiliki
pondasi kuat dengan didukung oleh seluruh kelompok dan komunitas yang
ada (non-profit) serta lembaga profit lainnya. 3. Sedangkan konsep
mem-backup kpli dari segi dana oleh yayasan untuk pengadaan kegiatan
atau aktivitas, menurut hemat saya hal ini terjadi akibat dari kurang
kompaknya kelompok atau komunitas linux di seluruh  indonesia, hal ini
menyebabkan setiap komunitas berjalan sendiri-sendiri dengan jalur yang
mungkin sama tapi mungkin juga berbeda. Pengenalan setiap komunitas yang
ada pada suatu milis mungkin kurang lebih akan membantu timbulnya rasa
persatuan diantara komunitas linux di indonesia, menurut saya hal ini
akan membantu berkembangnya linux di indonesia khususnya serta
perkembangan teknologi juga pada umumnya. "Bersatu kita teguh bercerai
kita runtuh". Hal ini tentunya jika kita berfikir untuk perkembangan
linux di indonesia bukan perkembangan suatu komunitas atau kelompok
tertentu :-). Konsep yang mungkin bisa dikembangkan disini adalah kpli
dan komunitas lainnya bertemu dan berfikir bagaimana cara untuk lebih
memasyarakatkan linux di indonesia, tanpa adanya keterlibatan dari
yayasan ataupun lembaga profit lainnya. Dengan begini seluruh komunitas
yang ada di indonesia berjalan dalam roda yang sama sehingga jalannya
seluruh komunitas lebih terarah dan dapat lebih mudah dikendalikan. Jika
hal ini bisa direalisasikan saya yakin perkembangan linux di indonesia
tinggal tunggu hari saja sampai linux bisa menjadi suatu hal yang
bersifat umum di indonesia.

Akhir kata mari kita lebih jauh mengenal semangat open source yang
selama ini dikembangkan oleh linux sendiri ;-). Jika yayasan kelak akan
diwujudkan sebaiknya diluar kpli sehingga jika nantinya yayasan tersebut
bersifat profit hal ini tidak akan memiliki masalah dengan kpli sendiri
yang bersifat non-profit. Semua ini hanya pandangan saya saja, saya
yakin pendapat saya ada salahnya jadi mohon  dikritik dan diperbaiki.

Terima kasih,

Ian. A


-- 
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

Kirim email ke