Tumpal Augustinus H. wrote:
> From: "Bambang Purnomosidi D. P." <[EMAIL PROTECTED]>
> | Memang yang dipermasalahkan bukan centralized control oleh KPLI tetapi
> | centralized control oleh YLI. Mohon dicermati hal 15, Anggota dan
> | Pendiri. Atau saya yang salah paham?
> 
> Ya sama saja dong.. Kalimat yg saya terangkan itu kan cukup jelas.
> KPLI sbg motor starter saja.  Memfasilitasi (bukan control) utk membuat
> sebuah organisasi yg terdiri dari banyak pihak.   Coba anda
> bayangkan...apakah organisasi yg terdiri dari banyak pihak bisa disebut
> "centralized control"?
> 

Kalau dilihat pada dokumennya, sasaran dari YLI adalah LUG dan 
perusahaan yang berbasis Linux. Mereka jadi anggota/pendiri dengan 
membayar. Bukankah jika demikian yang terjadi maka YLI akan punya 
"kekuasaan" untuk mengontrol sertifikasi, menentukan mana saja yang 
berhak mengadakan sertifikasi, dan bakal ada banyak pihak yang punya 
kepentingan disitu? That will be *very dangerous* karena ada banyak 
kemungkinan untuk "bermain" (welcome to ID).

Bukankah ada kemungkinan juga bahwa YLI hanya memindahkan "pertarungan" 
di pasar antara perusahaan-perusahaan tersebut ke dalam YLI?

Ini dengan catatan bahwa memang nanti YLI berhasil dalam menentukan 
komposisi pendiri/anggota seperti yang ada dalam dokumen.

> Menanggapi juga pernyataan "Project dokumen atau software saja yg bisa
> dijalani secara Open Source"....nggak juga dong.  Lembaga ini juga bisa dgn
> semangat Open Source.

Ya jelas memang iya, tapi kalau sudah sampai pada kegiatan (secara 
fisik)? Coba dilihat konteks posting dari Pak Batara, saya kira bisa 
dilihat dengan sangat jelas maksud dari beliau.

> |  > Ngomong ttg in/dependent:  Sertifikasi yg ingin dibuat saya rasa
> |  > bukan mendrive orang supaya pake produk spesifik.  Misalnya mengenai
> |  > mail, yg disertifikasi itu kemampuan orang dlm menghandle sistem
> |  > mail mulai dari konsep.  Kalau dalam prakteknya harus mengujikan
> |  > sendmail atau qmail itu bertujuan utk mengarah ke in-depth knowledge
> |  > of MTA.
> |
> | Apakah sedemikian mudahnya berpindah software?
> 
> Mudah kalau dia mengenal konsepnya secara mendasar.  Dari MySQL ke ORacle,
> Sendmail ke Qmail, dan beberapa yg lain.
> Liat deh admin NT yg tidak hanya ngerti klak-klik..klak-klik, tapi dia
> ngerti betul apa itu arti "SERVICE", TCP/IP, dll.  Dia hanya butuh waktu
> sebentar pindah ke Linux.

Dari MySQL ke Oracle mudah? dari Sendmail ke qmail mudah? dari Python ke 
Perl mudah? dari Tcsh ke Bash mudah? dari RPM ke DEB mudah? dari C ke 
C++ mudah? Kalau iya, apakah selalu mau pindah?

I am not that smart I think ...

--
bpdp



-- 
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

Kirim email ke