On Fri, Apr 19, 2002 at 07:18:47PM +0000, ZEN el GUAY wrote: > > Setuju bin akur. Lantas hubungannya dengan sertifikasi apa? > > > Lah, itu tadi... Kalo kita punya banyak evangelis di Linux Indonesia, kan > lebih banyak orang tau... Tujuan sertifikasi ini seperti itu. Kita mau > bikin orang ngerti Linux, dan "Take Linux Indonesia to the next level." > Kalo orang udah ngerti Linux dan dia udah punya sertifikasi, kan itu jadi > kebanggaan tersendiri buat itu orang. Emang sih, dari etika hacker, > kebanggaan lewat sertifikasi itu gak ada apa-apanya dibanding kebanggaan > diakui komunitas. Cuma ini kan untuk masyarakat Indonesia secara umum > loh...
Nggak usah jauh-jauh. Pernah melihat fakta dunia pendidikan dinegara kita? pernah dengar kasus beli ijasah? beli skripsi? mencontek tesis? pernah melihat/mengkaji mutu hasil-hasil penelitian di beberapa perguruan tinggi mulai dari s1-3? Ok, kasus beli ijasah saja kita ambil sebagai contoh. Kenapa sih orang sampai beli ijasah? karena tidak bermoral? ya .. tetapi itu belum semua, jawabnya karena ijasah itu penting untuk cari kerja, untuk naik pangkat, untuk jadi wakil presiden :p Pernah membayangkan tidak, kalau orang tidak usah pakai ijasah untuk kerja, apa ada orang yang mau beli ijasah? :-) Bukan itu point saya sebenarnya, saya hanya ingin menunjukkan bahwa ijasah untuk kerja, ada hubungannya dengan bisnis. Jadi sekolah itu pun bisnis! Anyway, sertifikasi untuk mendorong popularitas linux di tanah air itu ibaratnya melompat terlalu jauh. Yang harus dilakukan adalah membuat linux mendarahdaging dulu, baru orang akan memikirkan tentang sertifikasi. Bukan sebaliknya. Salam, P.Y. Adi Prasaja -- Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

