THAT'S THE POINT :-D Kita memang mau mencontoh InfoLinux. Dengan membuka input seluas-luasnya. Well, emang sekarang kata Indonesia di jaman otda ini jadi sesuatu yg sensitif. he..he..he..
> On Friday 19 April 2002 00:03, ZEN el GUAY wrote: > > Soalnya media pun nulisnya bukan ttg sertifikasi Linux-nya tapi Yayasan > > Linux Indonesia... Pdahal inti-nya bukan di yayasan tapi di sertifikasi, > > Yups. > Yang bikin YLI jadi diskusi panjang dan ramai, aku kira bukan soal > sertifikasinya. > Perlu tidak perlu, sertifikasi sebaiknya jalan terus. > Bagaimanapun, minimal 1-2 orang perlu sertifikasi. > > Yang bikin masalah, menurut aku, ya memang nama "YLI"-nya, dan keterlibatan > KPLI-nya. (Maksudku KPLI, bukan KPLI anu). > Menyandang nama "Indonesia", mestinya mewakili dari sabang sampai Merauke. > Dan ini jelas sulit, karena setiap KPLI mempunyai visi dan misinya > masing-masing. Ada KPLI yang lebih suka jalan pelan-pelan daripada jadi > organisasi berprofit. Ada juga yang sebaliknya. Mungkin malah ada yang > lebih suka ngerumpi :-) > > Ini terlepas dari kondisi Indonesia yang memang mendukung hal itu. > Bukankah di Indonesia, satu-dua orang Jakarta berkumpul, sudah berhak > mengatas-namakan Indonesia :-) > Dan ini terbukti di mana-mana. > > Mudah-mudakah, Komunitas Linux tidak seperti itu. > > Usul kongkrit: > Mari kita mencontoh Infolinux. > Begitu ada usul bikin Majalah Infolinux, mayoritas langsung mendukung, karena > memang Infolinux tidak bermaksud mewakili siapa-siapa, tapi "cuman" ingin > berbuat baik. > > So, sertifikasi jalan terus, tapi mohon, jangan bawa nama "Indonesia". > Tanpa nama "Indonesia", justru akan mengangkat nama Indonesia/komunitas Linux > di Indonesia, karena menampilkan karya nyata, tanpa "nebeng". > > Kita bisa pakai nama, "Sertifikasi Linux anu", "Yayasan Anu", dll. > > Seperti Infolinux yang langsung bersaing "melawan" majalah Chip, mikrodata, > dll, begitupun sertifikasi ini akan langsung bersaing melawan > sertifikasi-sertifikasi lainnya, baik sertifikasi yang berdasarkan distro, > berdasarkan lembaga pendidikan/kursus, maupun sertifikasi-sertifikasi lainnya. > > Kalau dengan cara demikian, aku yakin, sertifikasi kita yang baru ini akan > lebih mudah diterima, dan tertantang untuk berkembang. > > Salam, > Adi Nugroho > Note: Kalau pilih nama sertifikasi Linux mestinya menunjuk ke "kernel". > -- Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

