On Sat, May 14, 2005 at 08:41:27PM +0700, Akbar wrote:
> On Sat, 2005-05-14 at 20:05 +0700, Poltak S. Lumbanbulus wrote:
> > Semenjak 17 Oktober 2002, Distro De2.UI (Debian Depok U-buntu
> > I-untung) telah terbit lebih dari 160 kali! Bandingkan dengan
> > distro-distro lain, yang terbit gegap gempita sekali, dengan
> > upacara peresmian segala, lalu... nyaris tidak terdengar!
> 
> Saya benar-benar berharap entah bagaimana distro De2.UI ini bisa
> gabung dengan distro BlankOn sehingga Indonesia cuma punya satu
> distro Linux saja. Terlalu banyak distro = tidak baik juga. Apalagi
> mengingat tenaga Linux di Indonesia juga tidak begitu banyak.

Kalo Indonesia cuma punya satu distro aja saya kurang setuju. Saya
prefer punya option, dan saya prefer orang lain juga punya option. Dan
tidak semua distro itu punya philosophy, target audience/users, dan
target deployment mode (desktop, workstation, server, embedded,
router, thin clients, etc.) yang sama.

Tapi memang ada benarnya kalo semakin banyak jadi semakin besar
kemungkinan utk duplikasi effort atau reinventing the wheel, dll.
Belum lagi bikin org bingung milih. Trus third-party vendor support.
Trus belum lagi soal resource yg terbatas seperti yg sudah anda
sampaikan di atas. Dan mungkin masih ada lagi yg lain.

Tapi "memaksa" cuma ada satu distro menurut saya cuma taking the easy
way out.

Yang kita perlukan, menurut saya, adalah koordinasi dan komunikasi
antar distro yg berbeda2 ini sehingga bisa menyelesaikan masalah2 yg
disebutkan di atas. Misalnya dg mempunyai suatu common
component/standard/platform/arsitektur/framework/abstraction layer
yang dibangun dan dipake bersama2 oleh semua distro2 itu.

Analogi yg mungkin agak stretching adalah GNOME dan KDE, dulu gak bisa
co-exist, skrg bisa hidup berdampingan, saya bisa jalanin K3b
(aplikasi CD/DVD burning KDE) di GNOME dan secara fungsional saya
tidak merasa kalo itu dari DE yg berbeda, icon di tray masih tetap
keluar, dsb. Analogi lain mungkin approachnya UnitedLinux, tapi saya
kurang paham juga soalnya belum pernah pake.

Ini bukan kerjaan yg mudah. Caranya pun saya belum terpikir gimana.
I'd be interested to hear ideas atau kalo ada yg mau bikin ini sebagai
research project atau tugas akhir kuliah.

Ronny

Attachment: pgppJR6tTOOfy.pgp
Description: PGP signature

Kirim email ke