On Sat, 2005-05-14 at 23:07 +0700, Akbar wrote:
> On Sun, 2005-05-15 at 01:30 +1000, Ronny Haryanto wrote:
> > 
> > Kalo Indonesia cuma punya satu distro aja saya kurang setuju. Saya
> > prefer punya option, dan saya prefer orang lain juga punya option. Dan
> > tidak semua distro itu punya philosophy, target audience/users, dan
> > target deployment mode (desktop, workstation, server, embedded,
> > router, thin clients, etc.) yang sama.
> 
> Distro BlankOn ditargetkan untuk desktop. Distro De2UI berasal dari
> Ubuntu atau setidaknya keluarga dekat dari Ubuntu. Ubuntu itu sendiri
> dispesialisasikan untuk desktop. Ada alasan kenapa tidak digabung
> kecuali masalah "agama" ( rpm dan deb )????
> 

wah klo masalah "agama" bisa tambah ruwet nich karena rpm dan dep punya
kelebihan dan kekurangan masing2 dan apalagi masalah fanatisme juga,
bagaimana klo kita bikin "agama" sendiri saja :) ya untuk sementara
bahas konsep dulu saja, buat packager yang lebih user friendly (seperti
install shieldnya winblows) jadi sisi user lebih merasa mudah saat
melakukan instalasi dan usul saya setiap package untuk small library
(bukan qt / gtk / wx) distatic linking saja, siapa tahu konsep nya bisa
berujung sampai ke implementasi  :)


-- 
Eddy Setyawan
-----BEGIN GEEK CODE-----
Version: 3.12
GCS/IT/ED d->+ s+:+ a-- C++(+++)>++++$ UL>++ P+ L+++>++++ E--- W+>++ N- 
o K- w-- !O !M !VMS PS PE- Y+ PGP->+ t++ 5 X !R tv++ b(+) !DI D+ 
G>+++ e++>+++ h r++>+++ y?
------END GEEK CODE------


-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke