On Wed, Mar 14, 2007 at 09:06:43AM +0000, suprie donk punya email wrote: > Maaf tapi setahu saya RMS tidak pernah mempermasalahkan nama Linux, > yang dia paling concern adalah ketika Linux -- dalam hal ini kernel -- > di gabung dengan software dari GNU jadi sebuah sistem
He..he.. kenapa minta maaf :-) Benar, hampir dari semua wawancara dengan RMS, apalagi yang tercantum di gnu.org, memang seperti itu, dan mungkin dari lubuk hati RMS yang paling dalam juga maksudnya seperti itu. Sayangnya cuman satu, ketika orang menggunakan istilah 'GNU/Linux kernel' orang tidak ribut, padahal tidak ada itu yang namanya 'GNU/Linux kernel', yang ada itu 'Linux' (titik). Ada bbrp hal yang bersifat mendasar sebenarnya, 'pemaksaan' istilah GNU/Linux itu sendiri sebenarnya bukan misi FSF dan tidak ada di preambul GNU. Selain itu reasoning yang melatarbelakangi boleh dibilang terlalu tricky sebenarnya (dan bagaimana orang harus spelling GNU/Linux cukup menggelikan hi..hi..). Agak repot juga nanti kalau larry, guido, rasmus dll minta 'hak' yang sama, nanti ada distro 'Z' yang harus dikasih nama GNU/Linux/Xorg/Apache/PHP/Perl/Python/MySQL Z :D Dan sudah semestinya RMS 'mengemis' untuk istilah GNU/Linux itu tidak di milis linux-kernel. Selain itu, untuk alasan yang sama dengan yang digunakan oleh RMS, orang sah-sah saja menggunakan istilah Redhat Linux, SuSE Linux dlsb. (itu semua tergantung pada bagaimana orang memberi bobot sehubungan dengan 'credit where credit due', bukan?). Saya sendiri lebih condong ke freesoftware dibanding buzzword opensource. Cuman, bau keringat saya tidak harus sama seperti bau keringat RMS :-) Salam, P.Y. Adi Prasaja -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

