Kok saya lelah yach ngikutin tret yg ini. Nggak ada habisnya. karena saya orang bodo, jadi saya merasa klo ini semua tak lebih dari sekedar ego untuk menunjukan siapa yg benar. dan hal2 yg diluar tred knp juga harus dibesar2kan [penting?] lha mbok yach sekiranya ada yg mo ngadem, tenang dan sabar. Klo para akti[p]is nya seperti ini, gimana user yg newbie mo belajar. Please dech....... semoga tred ini lebih berisi dan bersih dari bla-bla-bla [pikir sendiri|saya orang bodo]
piss Adi Nugroho wrote: > --- Resza Ciptadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > >> Intinya jangan sampai semangat kesukuan distro >> menghapus nilai. >> >> > > Menghapus nilai? Nilai apa? Kebebasan-kah? Sepertinya > sulit utk menghapus nilai kebebasan pd Free Software. > Setiap pengguna -- baik sadar ataupun tdk -- akan > selalu diingatkan dg semangat itu. Coba saja tengok > lisensi yg menyertainya. Bukankah semua aplikasi > "free" menyertakan keterangan ttg hal itu? Bahkan > mengetik "man ls" pun sdh disodori ketrng "This is > free software" bla bla bla... > > >> Linux >> memang buat user(Advance) dan distro2 baru untuk >> user(Awam). Tapi >> sebisa mungkin bila memang memungkinkan mengajak >> user awam ini untuk >> mengaji supaya jadi user advance :P. >> >> > > "Linux memang buat user(Advance) dan distro2 baru > untuk user(Awam)"? > > Hmm, enggak salah nih? Maaf, mrt saya ini adl > pernyataan yg bernada som_se, patut dipertanyakan, dan > bikin saya tdk dhonk. Apakah para pakar per-linux-an > tdk ada yg memakai distro? Lalu hacker2 kelas dunia yg > bikin distro semacam Ubuntu, Fedora, Debian ... dst > dsb itu berkomputer pake apa? Apa mereka tdk pake > distro? Apakah para hacker kelas dunia itu Anda > kategorikan sbg `user(Awam)'? Saya benar2 tdk dhonk dg > pernyataan Anda. > > Btw, mengajak `user awam' agar naik kelas mjd `user > advance' kayaknya kok lucu ya? Bukannya tidak baik... > tapi saya akan coba menunjukkan sesuatu kpd Anda agar > Anda tdk kecewa bila hasilnya tdk spt yg Anda > harapkan. > > Mari sejenak kita lihat tumpukan pasir. Hah, tumpukan > pasir? Yep! Coba lihat, ada butiran pasir yg nongkrong > di bagian atas. Ada pula yg terpuruk di bagian bawah. > Bahkan yg di bawah ini ada banyak. Jadi? Sudah alami > bahwa di segala bidang itu ada yg `awam'... namun ada > pula yg `advance'. Inilah bagian dari ilmu alam yg > kita saksikan sehari-hari. > > Hal yg (mungkin) perlu disesuaikan dg kenyataan tsb > adalah agar `user advance' enggak pelit dg ilmunya. > Hendaknya sang `user advance' mau mencipratkan hal2 yg > diketahuinya kpd sang `user awam' yg jumlahnya sangat > banyak. Bisa bersabar saat menghadapi > kebodohan/kesalahan si `user awam'. Hendaknya sang > `user advance' juga memiliki kearifan + mnyadari bahwa > kemampuan sang `user awam' emang cuma segitu dan tdk > bisa digenjot lagi... Hmm, maaf kalo penjelasan ini > spt sok-menggurui. Tidak. Hanya mengingatkan saja. > Kalo saya keliru, silakan dikoreksi... > > > >> Karena kalau sebagian besar kita hanya tertarik >> untuk menjadi user >> awam saya masih meganjurkan membeli lisensi M$ >> Window$, dan semua >> aplikasi diatasnya. >> >> > > Weleeeh, `desperate' banget kayaknya... > Oya, sudah berapa banyak `user awam' yg Anda anjurkan > utk beli lisensi MS Windows? > > Btw, sebenarnya apa yg Anda maksudkan dg `awam' dan > `advance'? Lingkupnya di mana? > > Apakah Anda memandang bahwa semua user yg pake MS > Windows berkemampuan `awam'? Apakah dg MS Windows, > seorang `user awam' tdk bisa naik kelas mjd `user > advance'? Apakah seseorang yg meraup berbagai > sertifikat keluaran Microsoft juga dikategorikan sbg > `user awam'? Bgm dg para programmer yg bekerja di > Microsoft? Apakah mereka juga Anda kategorikan sbg > `user awam'? > > Apakah di GNU/Linux memang tdk ada tempat bagi `user > awam'? Apakah bila sdh mengenal GNU/Linux harus jadi > `user advance'? Apakah seorang anak SD yg asyik > bermain KHangMan atau Frozen-Bubble tdk boleh > menikmati asyiknya status sbg `user awam'? Apakah > seorang dokter yg menggunakan GNU/Linux harus berubah > mjd seorang hacker yg mengenal seluk beluk kernel scr > detil? Apakah profesi dokternya harus ditinggal demi > mencapai level `advance' di bidang per-linux-an? > Apakah juru ketik di kantor kecamatan yg memakai > OOWriter di GNU/Linux harus dipaksa mjd `user advance' > yg jago menangani server? Apakah mahasiswa dari > fakultas Hukum, Pertanian, Peternakan, dll tdk boleh > memiliki kemampuan mengoperasikan GNU/Linux yg ala > kadarnya sebatas keperluan/kebutuhan mereka? > Weleeeh... > > Kenapa tidak mem"free"kan pengguna? Mungkin ada > sebagian pengguna yg sdh merasa asyik bila bisa > nge-game di GNU/Linux dan tdk mempedulikan statusnya, > apakah `awam' atau `advance'. Mungkin ada sebagian > pengguna yg sudah nyaman bila bisa ngetik pake > OOWriter di GNU/Linux. Mungkin ada pula yg ingin > mengetahui bgm cara ngirim surel tanpa menampilkan > alamat si-pengirim yg sesungguhnya kpd si-penerima. > Tapi mungkin ada pula yang... Wah, banyak deh! > > Dan semua itu sesungguhnya bisa dilakukan di > GNU/Linux. Tanpa harus memaksa "user awam yg tak mau > jadi user advance" untuk membeli lisensi MS Windows. > -------------CUT BUAT MENGHEMAT BW | MAAF CAPSLOCKNYA LAGI *rusak*------------- -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

