--- Yahya Kurniawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Setujuuuu,
> Itu salah satu sebab Linux susah maju, soalnya para
> aktivisnya cuma berantem sendiri hanya masalah
> istilah2.

Mrt saya, tanggapan2 yg saya berikan bukanlah utk
berantem. Ngapain berantem? Btw, bgm sih cara
"berantem sendiri"? Tangan kanan melawan tangan kiri?
Atau..., otak kanan vs otak kiri? Kalo benar spt yg
terakhir itu, dosen saya punya istilah tersendiri
yaitu "denken experiment" [maaf klo keliru nulisnya]

Mungkinkah "linux" (di negeri ini) susah maju gara2
kita gampang lelah? Mungkinkah karena kita sering ragu
utk menerima ide baru? Mungkinkah karena kita gampang
mnyalahkn pihak-lain tanpa berusaha menyelidikinya
terlebih dulu? Mungkinkah karena kita susah menyatukan
hal2 remeh semacam "hanya masalah2 istilah"?

Mungkin sifatnya memang "hanya masalah2 istilah". Tapi
bila di lingkup internal milis ini saja tdk ada
kesepakatan utk mendefinisikan arti dari istilah "a",
"b", dst..., bagaimana caranya bila "bertarung di
dunia luar"? Bagaimana akan menjelaskan "hal-yg-benar"
kpd `pihak luar'? Bgm caranya agar info yg kita
berikan tdk menyesatkan + bikin bingung?

Bagaimana jadinya bila sang-aktivis-A mendefinisikan
bahwa "anuanu" adalah bla-bla-bla yg hal itu berbeda
dg penjelasan dari sang-aktivis-B? Apakah hal itu tdk
akan membingungkan `pihak luar'?

Sekedar ilustrasi:
"Eh..., katanya `linux' itu sistem operasi ya?"
"Bukan! Kata Mas X, `linux' itu adalah kernel."



> Ingat, dulu Indonesia baru bisa merdeka setelah ada
> Sumpah Pemuda. Momen itulah yang kemudian
> mempersatukan seluruh Indonesia.

Yep, persis! Sangat-mirip... Dari Sumpah Pemuda itulah
lahir kesepakatan utk menyatukan-pandangan ttg istilah
"bangsa", "bahasa", ... dst. Jangan lupa, tinjau juga
jarak waktu yg memisahkan antara Sumpah Pemuda dg
Proklamasi Kemerdekaan. Berapa selisih waktunya?
Apakah seminggu? Atau bertahun-tahun?

Bukankah itu mirip dg istilah "linux", "gnu/linux",
maupun "distro"? Bila di lingkup internal ini sudah
ada kesepakatan ttg arti/definisi istilah2 tsb,
barulah (mungkin) Anda (kita) punya senjata utk
menjelaskan perihal software yg bebas ini kpd `pihak
luar' scr lebih enak & tdk bikin lelah. 

Mungkin kita harus lelah di hari ini agar di kemudian
hari tdk lagi merasakan kelelahan yg serupa. Mungkin
kesepakatan itu tercapai hari ini. Namun bisa juga
kesepakatan itu terwujud `entah-kapan' di masa depan.

Oya, dari posting`an sebelumnya bukankah ada yg
menjelaskan bahwa pendiri majalah InfoLINUX juga
membuat kesepakatan utk memilih istilah "Linux" sbg
perwakilan utk menyatukan dunia Free Software dg dunia
Open Source Software? [hmm, padahal setahu saya, dua
dunia itu disatukan menggunakan istilah "FOSS"]


> Jadi, mau apapun istilahnya, mau apapun dekstopnya,
> mau apapun distronya, semua itu satu -> LINUX.
> 

Bagaimana "desktop" di sis-op lain? Apakah itu juga
dikatakan sbg LINUX?

/---[]

Nah, karena saya yg mengawali bahasan ini, saya akan
menuntaskannya dg pendapat akhir berikut ini:

[]--/begin/--[]
Istilah "GNU/Linux" berbeda dan tdk bisa digantikan dg
istilah "Distro". Baik istilah "Linux", "GNU/Linux",
maupun "Distro" punya arti dan cakupan tersendiri.
Ketiga istilah itu tdk bisa disederhanakan dg satu
istilah saja semisal "LINUX". 

Linux adl kernel. Cakupannya di `dunia-dasar yg akrab
dg hardware'. Sebagai kernel, Linux bisa/boleh
dijelaskan scr mendetil kpd
pihak-yg-sangat-ingin-melek teknologi. 

Bgm dg GNU/Linux? GNU/Linux adl sistem operasi.
GNU/Linux sudah mencakup Linux sbg kernel. Ini berarti
cakupannya lebih luas daripada Linux. 

Bila kita naik lagi, ada Distro. Nah, ini cakupannya
bisa lebih luas lagi drpd GNU/Linux. Distro adl
"sistem operasi plus". Tak sekedar membawa sistem
operasi GNU/Linux, tapi kadang ada juga piranti
`proprietary' yg disusupkan ke dalamnya.

Pernyataan itu saya singkat mjd:
Linux < GNU/Linux < Distro ................[1]

Dibaca:
Di dalam Distro ada GNU/Linux, di dalam GNU/Linux
terbungkus kernel Linux.

Hal itu bisa pula dibaca sbb:
Jumlah pengguna software bebas akan semakin banyak &
beragam bila memakai strategi "mengenalkan distro"
daripada memakai strategi "mengenalkan gnu/linux"
maupun "mengenalkan linux".

[Tentu, Anda boleh meragukan hal di atas. Apalagi
memang belum ada data statistik utk memperkuatnya.]

Hal terakhir, saya akan memperbarui kalimat "Distro
adalah sistem operasi" menjadi "Distro adalah sistem
operasi plus".
[]--/end/--[]

Itu pendapat akhir saya berkaitan topik bahasan kali
ini. Saya tdk bisa/berhak memaksa Members utk sepakat
atau berseberangan pendapat dg simpulan tsb. 

Mohon maaf bila pancingan utk membahas majalah malahan
mjd berkembang-enggak-karuan. Mohon maaf bila ada yg
muak & lelah dg pendapat/tulisan saya. Mohon maaf bila
hal yg saya kemukakan bukanlah
angin-surga-yg-menyejukkan-jiwa Anda.

Terima kasih kpd Members yg telah bersedia berbagi
pengetahuan.

Kini, silakan kembali ke masyarakat. Semoga perjuangan
Anda semua bisa bernilai ibadah...


Wassalamu'alaikum wr. wb.,

Adi Nugroho
[end.of.story]
http://axireaxi.multiply.com/



        

        
                
________________________________________________________ 
Sekarang dengan penyimpanan 1GB 
http://id.mail.yahoo.com/

-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke