Pada tanggal 28/01/08, q4midz <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

>     Jadi, Saya kira bukan warnet ingin yang di bantu pake OSS (mohon
> dikoreksi), tapi menurut saya justru masyarakatlah yang perlu di
> "linux"kan. Karena kalo masyarakat( terutama sekali sekolah) sudah  sangat
> friendly dengan linux maka  pihak warnetpun dengan senang hati  pake
> OSS.
>     Gimana kalo teman2 terutama pendidik di sekolah (SD SMP SMA)berjuang
> dengan memasukkan FOSS ke kurikulum sekolah.
>

Sebenarnya pendapat seperti ini sudah sering saya lontarkan.  Linux
bisa digunakan diwarnet dengan kondisi tertentu.  kalau terjun bebas
ke lapangan maka siap-siap saja ditinggalkan pelanggan.   Saya sendiri
termasuk yang sukses menggunakan linux di warnet, namun saya tidak
berani sembarangan meminta warnet menggunakan linux tanpa saya tahu
lingkungan sekitarnya sudah cukup familier dengan linux.  Itupun masih
harus di tambah dengan tingkat pelayanan yang lebih dan berbagai trik
untuk merayu user agar tidak resistan terhadap linux.

Sebuah warnet di makassar menerapkan sbb:  2/3 windows, 1/3 linux.
Dia butuh beberapa bulan yang penuh dengan pendekatan khusus sebelum
client linux-nya akhirnya secara reguler berisi user.   Ke depan, dia
akan membuat komposisinya 1/2 Windows 1/2 linux.  Dia sendiri berharap
bisa 100% Linux.

Btw, yang menarik adalah: teman ini latar belakangnya adalah manajemen
dengan tingkatan pengetahuan di komputer biasa-biasa saja alias
pengguna biasa, kemampuan dia di linux sebatas ngatur tampilan desktop
yang menarik.  Mungkin itu yang membuat dia lebih mudah mendekati
user, pendekatan yang manusiawi :) bukan keunggulan teknis semata.

-- 
Salam,
ID

-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke