Secara umum warnet Linux harus berkerja lebih keras untuk menggaet pelanggannya karena masih phobianya user pengguna warnet mendengar kata Linux walaupun hal ini sedikit demi sedikit sudah berkurang. Saat ini warnet Linux sudah lumayan banyak walaupun perkembangannya sangat lambat. Mungkin karena punishment terhadap warnet yang masih nekat pake bajakan bisa dibilang tidak ada, kecuali yg lagi apes aja yang kena mengakibatkan mereka yang punya duit enggan membeli Windows original dan mereka yang memiliki banyak pertimbangan malas menggunakan Linux.

Selain itu, sebagian besar warnet juga merangkap sebagai gamecenter. Jarang sekali warnet yang benar-benar "hanya" menjual Internet tanpa dibarengi menyediakan game didalamnya.Nah, warnet jenis ini yang sulit, karena terbentur belum tersedianya versi Linux dari game2 online yang ada di Indonesia. Mungkin klo penyedia-penyedia game online di Indonesia mau melirik pasar warnet Linux ini sedikit banyak akan membantu me-Linux-kan sebagian warnet yang sampe saat ini masih menggunakan sistem operasi bajakan. Bukankan dengan melirik pasar warnet Linux akan meningkatkan user game online tersebut?

Sebenarnya sudah cukup banyak cara yang dilakukan teman-teman untuk mengakali game online untuk dapat berjalan di Linux, namun semuanya akhirnya hanya temporary, pada saat game tersebut update, usaha tersebut mentah lagi. Padahal seminggu game online bisa beberapa kali melakukan update dan patching.

--
A. Hardiena
www.ahardiena.uni.cc

Asosiasi Warnet Linux & Open Source Indonesia
www.awali.org


--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke