2008/1/28 Utian Ayuba <[EMAIL PROTECTED]>: > > > hampir 3 tahun menggunakan FOSS di warnet, rasanya kaki ini melangkah > > semakin berat saja. Warnet Linux need Help. > > > ikutan nimbrung ah. :-D > > saya dan teman di bogor mengelola warnet linux juga. kalau boleh cerita > kondisinya seperti ini : > daerahnya di sekitar kampus ipb dramaga. warnet di sekitar kampus ada > sekitar 30 warnet berdekatan (bahkan berhadapan). saat buka warnet linux > setahun yang lalu, cuma warnet kami yang pake linux. ipb sendiri yang > walau sekarang sudah menjadi salah satu pusat lokal poss, masih dalam > agreement dengan ms yang memberikan copy cd win dan office Rp. 10.000,- > khusus bagi mahasiswa dan staf. agreement nya masih berlaku sekitar satu > atau dua tahun lagi. > > tentang customer : > saya instal linux di komputer apa adanya, nggak pernah di-customize > supaya mirip os lain. awalnya customer agak bingung karena mendadak > harus transfer kebiasaan, tapi setelah kedua dan seterusnya datang > kembali, mereka jadi terbiasa juga. peran operator warnet sangat penting > dalam membantu customer untuk mendapatkan yang diinginkannya > (messenggeran dan nyabut flashdisk misalkan). tentu saja operator harus > melakukannya dengan sabar. kebetulan kebanyakan customer di daerah kami > adalah mahasiswa, mungkin karena itu juga sehingga cuma sedikit customer > yang kesal dan akhirnya langsung kabur. > > tentang penghasilan : > di beberapa bulan pertama, walau untung atau rugi sedikit, kami > bersyukur asal biaya operasional masih bisa tertutupi. beberapa bulan > pertama ini memang sengaja kami rencanakan untuk promosi linux-nya. "30 > menit coba gratis" dan "Rp. 1000/jam" ternyata cukup menarik perhatian > customer. > setelah harga disesuaikan dengan harga sekitar, barulah untung rugi kami > tidak jauh berbeda dengan warnet-warnet lain di sekitar. > warnet kami juga kami jadikan semacam "bengkel linux" (ngambil istilah > pak yanmarshus ;-) ), tempat di mana orang bisa bebas belajar linux, > bertanya tentang linux, komputernya diinstalkan linux, virus > dikomputernya dibersihkan pake linux, jual beli cd linux dan > lain-lainnya yang berhubungan dengan linux. dari sini juga kami jadi > mendapat penghasilan tambahan. > > tentang warnet lain : > kami sempat diskusi dengan beberapa pengelola warnet lain tentang > kemungkinan warnetnya menggunakan linux. sebagian memang menganggap > linux adalah solusi yang murah untuk menjadi legal tapi mereka masih > ragu jika nanti pelanggannya menjadi kabur. kami mencoba meyakinkan > dengan berkata bahwa "trend untuk customer itu sebetulnya ada di > pengelola warnet, bukan di customer". kemudian kami tambahkan lagi "coba > bayangkan kalau semua warnet pake linux, customer kan nggak mungkin lari > ke mana-mana". > hasilnya, cuma satu warnet yang serius langsung migrasi ke linux. > untungnya, satu warnet ini sudah punya beberapa cabang di sekitar. jadi > masih ada sekitar 25 warnet lagi yang belum taubat :-D > > siapa (perlu bantuan / dapat membantu*) apa : > untuk kasus warnet, sebetulnya banyak yang perlu bantuan dan (mungkin > :-\ ) banyak juga yang bisa membantu. > warnet linux membantu teknis warnet yang mau jadi warnet linux, > sekolah/perguruan tinggi menerapkan kebijakan dan kurikulum berbasis > foss, pemerintah serius menerapkan foss dan menegakan haki :-D > > o ya, kami bukan pengelola warnet yang tersisih dari pencari kerja lho. > kami ini pengusaha sekaligus pejuang kemerdekaan di wilayah kampus ipb :-D
Mantab..., ini kayanya yang saya maksud. Saya keliru menggambarkan bisnis warnet dengan bisnis non-warnet (di bisnis dengan menjual embeded system misalnya tidak ada yang pernah complain adsl modem berisi busybox linux sepanjang bisa diakses lewat web). Tapi intinya bisnis adalah hubungan manusia, yang terpenting itu masalah sabar dan mau secara perlahan menjelaskan ini dan itunya dengan senyuman dimuka selalu. Bagi saya bisnis ga ada hubungannya sama Linux kek, Window$ kek, atau istilah techie lainnya. Bisnis = solusi(mo ngapain, chating, browsing, ngetik, bikin laporan) AND layanan(sabar, senyum, ramah, buat program menarik macam potongan & kuis, intinya hubungan manusia). Ingat operatornya AND jika salah satu dari solusi/layanan = False maka Bisnis = False. Jadi kalo solusinya cuma ada di window$ macem game center yah ga mungkin kita bicara linux disana tapi kalo fungsi diluar itu untuk warnet(chating, browsing, ngetik, ngitung) nampaknya sangat bisa. IMHO banyak operator warnet Linux baru yang begitu ditanya calon pelanggannya : "Bukan window$, ya ..?" langsung merasa tersudut dibanding bertanya secara ramah dengan muka tersenyum : "ibu mas mo apa chating, buka friendster ..?, diwarnet kami juga bisa mari saya tunjukkan". Para operator warnet umumnya tidak pernah mengembangkan layanan(baca: hubungan manusia) dengan para pelanggannya. Kalo produknya lama dan sudah punya brand model Window$ sih bisa ajah, tapi kalo memang kurang populer si penjual(dalam hal ini operator warnet) jauh harus lebih memberikan pelayanan maksimal. IMHO jatuhnya para warnet linux pemula adalah bukan karena Linuxnya tapi karena gagalnya memenuhi entah solusi atau layanan. > -- > Utian Ayuba > > __________________________________________________ > Apakah Anda Yahoo!? > Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam > http://id.mail.yahoo.com > > > -- > Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] > Arsip dan info: http://linux.or.id/milis > > -- Resza YPLI Jl. Mampang Prapatan X No. 4 Jakarta. Telp 021 93740960 dan 021 68508996. Fax 021 7874225 email : [EMAIL PROTECTED] web : http://www.ypli.or.id -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

