2008/1/27 Resza Ciptadi <[EMAIL PROTECTED]>: > windows bilang ajah bukan ini buatan sendiri(padahal maksudnya > settingan sendiri wong distro ajah nyusun kok ga ada yang buat semua), > warnet laen ga ada yang punya(yah tentu saja ubah tu splash, > background, themes), weh dia pikir gila nih warnet bikin sendiri > sistemnya.
itu bukan solusi. Semakin ribet, semakin ditinggalkan... sekarang trennya Minimalis. Ketidakberdayaan warnet linux bersaing krn pengajak ke warnet windows bertambah seperti deret hitung. Sementara yg ajak mampir ke warnet linux seperti deret ukur. Apa sih yg ditawarkan warnet yg pake windows? "yang biasa kita gunakan".... hanya dengan tagline itu membuat warnet windows seperti magnet, dan warnet linux seperti monster. Bikin tampilan berbeda? keren atau canggih, makin membuat user dan menjauh, capek mikir. Pengelola warnet juga tdk banyak punya kreatifitas tinggi. Kebanyakan hanya org tersisih dari kompetisi pencari kerja dan tdk punya pilihan lain daripada tdk punya pekerjaan. Dan sepertinya pemerintah dan aparat hukum mendukung penggunaan software bajakan ini. Buktinya? tdk ada upaya intensif sosialisasi yang disertai penegakan hukum. Klo hanya sosialisasi, hanya masuk telinga kiri tapi keluar telinga kanan. Klo langsung penegakan hukum, nanti aparat dan pemerintah dituduh sewenang wenang krn tdk ada sosialiasi sebelumnya. Membiarkan, menurut sy sama saja dengan menyetujui tindakan tersebut. hampir 3 tahun menggunakan FOSS di warnet, rasanya kaki ini melangkah semakin berat saja. Warnet Linux need Help. -- Arman Satary -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

