Salam Linuxer,

Mungkin ini sekedar perasaan melankolik dari seseorang menjelang tua :=)) saya tidak pernah berpikir untuk memasuki dunia IT sebagai sebuah kehidupan "serius", mengenal linux hanya sebagai hobi dan "fun". Tapi hasrat dan mimpi itu dijawab oleh kawan-kawan dekat dan ditanggapi serius. Saya tidak tahu apa itu visual basic, apa itu delphi, apa itu cobol. Menggunakan PC hanya untuk mendukung menyelesaikan pekerjaan, emailing, editing office documents, browsing, music listening, movie watching dan beberapa ing sederhana.

6 Bulan terakhir saya mencoba membaca secara teratur, ZD-Net, The Register, IT Pro, Cnet News, TG-Daily, Read Write Web ... dan infoLinux :=)) dengan key word Linux PC Desktop/LapTop Market Share.

Linux PC mengemuka sejak 2003, para journalis tetap menamakan Linux sebagai "geek's operating system". Penjualan Pre-Installed Linux PC memiliki market share sebesar 0.11% di tahun 2003. dan 96.4% dikuasai Microsoft windows, sisanya di ambil oleh OSX.

Tahun 2008, tahun duka Microsoft Windows, karena dalam 5 tahun terakhir, pertama kali market share ms win dibawah 90% yakni 89.62%, dan Linux PC mengambil 0.83%. OSX share 6.38% share lain tidak dibahas. Meski angkanya amat kecil 0.83% share memiliki nilai 10 milyar dollar AS, atau setara 110 Triliyun Rupiah.

Hal yang membahagiakan, trend naik selama 5 taun terakhir dengan pertumbuhan 2% - 7% per tahun dan melonjak dengan pertumbuhan 68% selama 5 tahun, sebuah pertumbuhan yang sangat signifikan.

Korporat seperti Red Hat, Novell, Sun Microsystem, Adobe System, Hewlet-Packard, IBM dan Intel ditenggarai sebagai aktor intelektual sukses sang pinguin dan Canonical Ltd disebut sebagai Brilliant New Comers, bersama aliansinya dengan DELL.

Indonesia tidak terdapat dalam peta tersebut dan hanya disebut sebagai bagian dari asia-pasifik :=))

saya banyak belajar dari rekan-rekan member milis ini, menyerap informasi sambil bercanda dan bergurau, sangat menyenangkan. Sebagai pelaku usaha, kami sering membeli hasil riset pasar untuk bidang kami, karena untuk melakukan riset sendiri kami tidak memiliki daya dan dana :=)) beberapa penyedia hasil riset ini ternyata tidak memiliki data riset pasar tentang Linux PC di Indonesia :=). bisa jadi pemain raksasa bisnis IT di Indonesia memiliki data riset mereka sendiri, dan model kaki lima seperti kami akan sangat jauh menjangkau informasi tersebut.

tahun 2008 adalah tahun dimana Linux PC mengalami moment penting, asus sebagai pencetus NetBook dan Negroponte dengan OLPC Project memberi ruang pada Linux, inilah tahun pertama kali laptop ditawarkan dengan dua opsi ber-OS win XP atau Linux.

sejauh yang saya tahu, indonesia memiliki BlankOn the rising star, Pinux, Kuliax, Igos, Zencafe. Kecuali Igos yang dikerek dengan sengaja oleh administrasi negara. Sisanya adalah proyek "fun" yang serius. Saya pribadi menghimbau, mengapa pengembang distro, baik tim maupun perorangan tidak bersatu saja, karena tokh jumlahnya sangat sedikit dan memilih sebuah "distro" untuk di kelola bersama, baik pengembangan, brand management, after sales support, right management, penetrasi pasar dan hal-hal lain yang diperlukan.

difahami, bahwa membangun industri manufaktur di Indonesia seperti menegakkan benang basah. Hambatannya terlalu banyak, kultur buruh yang kurang baik (mudah melakukan demonstrasi penuh kekerasan), berproduktivitas rendah, biaya siluman yang sangat tinggi (baca pungli dan korupsi) oleh pihak birokrasi, membuat Indonesia sangat berat menyaingi PRC, Vietnam, Thailand dalam hal manufaktur. Secara fisik, saat ini mayoritas industri manufaktur mempercayakan proses manufakturing ke PRC dan Vietnam.

Langkah-langkah kecil barangkali bisa mulai dilakukan untuk membangun sebuah industri IT yang baik di Indonesia. Mungkin bisa dimulai dengan Industri PC, lebih mengerucut lagi industri bundel perangkat lunak berbasis Linux dan berkolaborasi dengan manufaktur. Hadirnya merek2 lokal, menjadi sebuah gejala yang menggembirakan. Kampanye untuk mulai menyukai merk lokal sangat baik, karena akan memperkuat negara dengan penghematan devisa. Meskipun ditenggarai merk lokal tsb melakukan manufaktur di negeri china dan harus dibayar dengan devisa :=)

dari hasil bacaan, sukses penetrasi Linux PC adalah hasil kolaborasi antara pelaku usaha dengan aktivis open source, mereka saling mengundang apabila mengadakan konferensi atau meeting-meeting strategis, sebab bagaimanapun gerakan opensource dirintis oleh para aktivis sosial.

apakah indonesia bisa memulainya ? ..... mungkin ini hanya angan-angan, atau gerutuan di pagi hari dari seorang menjelang tua dan belum sarapan ...

salam
./sts



--
sent by viruses immune, opensource and freedom system, uBuntu x86_64 |T7300|4GB|Lenovo T61

--
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke