2008/12/22 fade2blac <[email protected]>: > terutama untuk rencana marketingnya. Marketing bersama antar pemain > Linux sehingga yang tujuannya memperbesar kue untuk dinikmati bersama. > (ini seharusnya agenda AOSI atau YPLI).
Betul, saat ini sedang dicoba dijalankan solusinya oleh AOSI. Mudah2an sekitar akhir 2009 sudah mulai kelihatan hasilnya. > Beberapa bulan lalu pernah terlontar untuk bundling lewat Apkomindo, > lewat pertemuan yang difasilitasi oleh Ristek. Tapi tanggapannya > kurang antusias. Yang saya tangkap, tidak ada benefit yang jelas > mengapa itu harus dilakukan. Apa benefit yang Anda tawarkan jika ingin > bundling dengan PC lokal? Dari sisi cost, jelas. Vendor bisa save sampai sekitar US$ 50 (atau lebih). Masalahnya : (1) support : kemarin ini ada satu vendor lagi yang mencoba bundling Linux. Tapi, karena support nya belum siap, begitu ada komplain dari customer - langsung keder, dan mundur teratur. Jadi tim support nya musti siap dulu. Ada juga isu bahwa jumlah return untuk komputer/laptop yg bundling linux lebih besar, misalnya dari Asus. Tapi ini disergah oleh vendor lainnya, menurutnya jumlah return komputer Linux maupun Windows sama saja. Jadi sepertinya ada masalah ketidak siapan tim sales & support Asus pada saat launching Eee yang pertama. (2) persepsi : ada kesan bahwa Linux susah. Pada saat ini solusinya sedang dicoba dijalankan oleh Ristek & Kominfo, bersama-sama dengan AOSI. (3) driver : ini juga sedang diajukan solusinya untuk dikerjakan bersama-sama, mudah-mudahan awal 2009 sudah bisa mulai dijalankan. Anyway, masih banyak isu yang perlu didiskusikan lagi, tapi cukup sensitif. Jadi saya setuju dengan usulan pak Rus untuk membahasnya di forum khusus. Thanks, HS -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

