2008/12/22 st SABRI <[email protected]>: > Indonesia tidak terdapat dalam peta tersebut dan hanya disebut sebagai > bagian dari asia-pasifik :=)) >
Peta di dalam Indonesia sendiri apakah sudah ada? Mungkin Apkomindo punya data. > saya banyak belajar dari rekan-rekan member milis ini, menyerap informasi > sambil bercanda dan bergurau, sangat menyenangkan. Sebagai pelaku usaha, > kami sering membeli hasil riset pasar untuk bidang kami, karena untuk > melakukan riset sendiri kami tidak memiliki daya dan dana :=)) beberapa > penyedia hasil riset ini ternyata tidak memiliki data riset pasar tentang > Linux PC di Indonesia :=). bisa jadi pemain raksasa bisnis IT di Indonesia > memiliki data riset mereka sendiri, dan model kaki lima seperti kami akan > sangat jauh menjangkau informasi tersebut. > Mayoritas yang bergerak di bidang Linux (setahu saya, di sini) adalah dari geeks latihan jadi pengusaha. Akibatnya banyak budaya geeks yang dibawa. Komunikasi adalah salah satu masalah. Riset pasar yang tidak dikenal adalah masalah lain, mengingat karakter bisnis IT adalah bisnis pertemanan. Apalagi dilingkungan open source, memiliki inner circle yang terbatas. Ini adalah kumpulan masalah. Pemetaan yang saya lontarkan di thread sebelumnya adalah pemetaan permasalahan-permasalahan ini, sehingga di dapat peta yang jelas, terutama untuk rencana marketingnya. Marketing bersama antar pemain Linux sehingga yang tujuannya memperbesar kue untuk dinikmati bersama. (ini seharusnya agenda AOSI atau YPLI). > Langkah-langkah kecil barangkali bisa mulai dilakukan untuk membangun sebuah > industri IT yang baik di Indonesia. Mungkin bisa dimulai dengan Industri PC, > lebih mengerucut lagi industri bundel perangkat lunak berbasis Linux dan > berkolaborasi dengan manufaktur. Hadirnya merek2 lokal, menjadi sebuah > gejala yang menggembirakan. Kampanye untuk mulai menyukai merk lokal sangat > baik, karena akan memperkuat negara dengan penghematan devisa. Meskipun > ditenggarai merk lokal tsb melakukan manufaktur di negeri china dan harus > dibayar dengan devisa :=) > Saya kebetulan pernah ikut proses bundling ini dulu tahun 2000, Trustix Merdeka pernah bundling dengan MUGEN. Sempat sosialisasi juga ke Apkomindo dan distributor Mugen waktu itu. Kurang berhasil dan tidak ada evaluasi bersama. Evaluasi pribadi saya, kurang perencanaan dan Linux waktu itu masih belum mudah. Beberapa bulan lalu pernah terlontar untuk bundling lewat Apkomindo, lewat pertemuan yang difasilitasi oleh Ristek. Tapi tanggapannya kurang antusias. Yang saya tangkap, tidak ada benefit yang jelas mengapa itu harus dilakukan. Apa benefit yang Anda tawarkan jika ingin bundling dengan PC lokal? > dari hasil bacaan, sukses penetrasi Linux PC adalah hasil kolaborasi antara > pelaku usaha dengan aktivis open source, mereka saling mengundang apabila > mengadakan konferensi atau meeting-meeting strategis, sebab bagaimanapun > gerakan opensource dirintis oleh para aktivis sosial. > > apakah indonesia bisa memulainya ? ..... mungkin ini hanya angan-angan, atau > gerutuan di pagi hari dari seorang menjelang tua dan belum sarapan ... > Potensi Linux semakin besar di tahun depan, demikian menurut Pak Rus. :-) Tapi seberapa besar? Kita tidak pernah tahu. Kita hitung aja, berapa lembaga pemerintahan yang ingin rencana migrasi? Dari migrasi itu berapa besaran yang akan dikenakan per PC? Lalu dalam rencana perusahaan, berapa di antara mereka yang sudah menyusun budget akan migrasi? Berapa nilainya? Siapa saja yang bergerak di migrasi Linux? A million dollar questions :-) Lalu setelah dimigrasi, pengguna ini akan diapain? Dikasih promosi update? Diikat lewat kontrak maintenance? Siapa yang bergerak di maintenance Linux? Banyak pertanyaan yang harus dijawab, dan setuju, untuk kerjasama antara aktivis dan pelaku bisnis. -- fade2blac -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

