2008/12/22 fade2blac <[email protected]>: > 2008/12/22 st SABRI <[email protected]>: >> >> saya ingin menanggapi yang ini dulu, >> karakter pertemanan bukan sekedar di dunia IT, tapi hampir di seluruh jenis >> bisnis. Ini masalah yang amat krusial. >> > > Kecuali bisnis retail (B2C). Dan Linux kalau mau membesar, harus masuk > ke retail. > >> Pikiran ini menggelitik sangat, oleh karena itu saya berpikir untuk >> menggunakan sisa tenaga, finansial dan daya yang ada guna mulai melakukan >> "Branding Management" sehingga customer datang karena memerlukan "jasa" atau >> "barang" produksi, bukan karena "teman" atau "kawan". >> > > Setuju pak. Di Linux sudah ada yang begini, dan sudah proven bisa > bertahan hingga sekarang. Siapa dia? Gudang Linux :-) Siapa dari Anda > sekalian yang tahu siapa pemilik dan pendiri Gudang Linux? Halo pak.. > maaf saya singgung di sini, saya yakin bapak pendiri Gudang Linux baca > :-) Saya belajar banyak dari bapak tentang branding hehe.. dan saya > yakin konsumennya beli karena kualitas barangnya, bukan karena temenan > dengan pemiliknya. > >> Tanpa mengubah sifat pertemanan maka kita tidak akan survive, saat ini saya >> berkonsultasi dengan salah seorang yg cukup berpengalaman di bidang PR dan >> Branding Management, beliau ini yang "menjual" olympiade China, memperbaiki >> Citra Boeing dan banyak lagi korporat besar. >> > > Pada workshop MIFTA kemaren, yang disampaikan Mas Romi SW., trend > sekarang adalah personal branding. Jika dulu pengubah dunia adalah > negara (globalisasi versi 1), dilanjutkan pengubah dunia adalah > perusahaan (globalisasi versi 2), sekarang adalah orang per orang > (globalisasi versi 3), mengutip Friedman. Agak berseberangan dengan > 'meminimalkan unsur pertemanan dalam bisnis'. :-) Saya sendiri > termasuk penganut branding merek, bukan branding personal. > >> saya akan belajar dari beliau. Saya mencoba "brain storming" disini, >> barangkali ada anak-anak muda yang satu ide dan satu visi dengan kami. >> > > Saya anak muda.. dan satu visi sama pak Sabri. :-) Mohon dibagi > ilmunya, jika terlalu OOT, dijapri aja.
Bagi-bagi ilmu disini jua ga pa2 kan masih nyangkut ma Linux, meski Ilmunya bukan lagi ttg teknis Ilmu Komputer. Saya pikir banyak yang satu visi sama pa sabri, nah tapi mungkin juga ada yang tidak --secara tidak semunyanya punya latar belakang punya usaha/atau memimpin organisasi usaha(Pa Sabri dengan Usaha di perkapalannya, fade2blank/Mas Sofyan dengan software housenya, Pa Rus dengan NF dan Info Linuxnya, Frans dengan usahanya). Cara berpikir orang2 yang punya latar belakang yang sama(dalam hal ini enterprenurship) hampir sama. Tapi mungkin di bagian lain dari anggota milis adalah akedemisi, pekerja profesional. Nah tiap latar belakang ini mungkin mempunyai misi yang berbeda(mungkin lo). Saran saya secara general semuanya bisa kita diskusikan di sini sepanjang berhubungan dengan Linux terutama yang non teknis. Nah bila sudah mengerucut saya yakin lebih firm kalo ada temu darat. Yah model waktu bikin info linux dulu. Saya pribadi yakin sekali resolusi ini sudah sangat diperlukan untuk membawa sosialisasi linux dan FOSS umumnya ke tinggat lebih lanjut. Baik secara organisasi, maupun model bisnis(tadi ada yang nyebut2, B2C). Mantap nie, ini yang saya mo denger 3 tahun belakangan. Memberi manfaat seluas2nya menurut saya adalah target dari gerakan ini, dengan FOSS dan ilmu pengetahuan yang kita pegang sendiri banyak sekali yang dapat kita kembangkan. Potensinya besar bukan hanya B2C dalam PC, laptop tapi dalam sistem2 lain yang mungkin tanpa resistensi dari masyarakat luas, dan karenanya menjadi lebih bermanfaat. > Mohon maaf jika terlalu jauh dengan topik linux-aktivis-me. > -- > fade2blac > > -- > Berhenti langganan: [email protected] > Arsip dan info: http://linux.or.id/milis > > Free the knowledge with free software -- Resza -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

