Halo,

> Mungkin ini sekedar perasaan melankolik dari seseorang
> menjelang tua :=)) saya tidak pernah berpikir untuk memasuki
> dunia IT sebagai sebuah kehidupan "serius",
> mengenal linux hanya sebagai hobi dan "fun". Tapi
> hasrat dan mimpi itu dijawab oleh kawan-kawan dekat dan
> ditanggapi serius. Saya tidak tahu apa itu visual basic, apa
> itu delphi, apa itu cobol. Menggunakan PC hanya untuk
> mendukung menyelesaikan pekerjaan, emailing, editing office
> documents, browsing, music listening, movie watching dan
> beberapa ing sederhana.

Iya, saya pemakai PC hanya untuk internetan (bebas virus dengan Linux jadi 
bebas buka situs apa saja, termasuk ...), ngetik-2 laporan, dengerin musik, 
main game ringan (game sekarang cenderung menguras kantong karena butuh 
hardware tinggi-2), hobi terbaru belajar bikin program under Linux, nonton DVD, 
ya apa aja yg bisa dikerjakan oleh komputer.

> Tahun 2008, tahun duka Microsoft Windows, karena dalam 5
> tahun terakhir, pertama kali market share ms win dibawah 90%
> yakni 89.62%, dan Linux PC mengambil 0.83%. OSX share 6.38%
> share lain tidak dibahas. Meski angkanya amat kecil 0.83%
> share memiliki nilai 10 milyar dollar AS, atau setara 110
> Triliyun Rupiah.

Orang-2 di luar negeri mulai cerdas :) tahu apa yang harus dipilih. OSX (Mac 
OS) itu sebenarnya saudara sepupu jauhnya Linux dan tentu saja memiliki sifat 
yang sama dengan Linux.

> Korporat seperti Red Hat, Novell, Sun Microsystem, Adobe
> System, Hewlet-Packard, IBM dan Intel ditenggarai sebagai
> aktor intelektual sukses sang pinguin dan Canonical Ltd
> disebut sebagai Brilliant New Comers, bersama aliansinya
> dengan DELL.
> Indonesia tidak terdapat dalam peta tersebut dan hanya
> disebut sebagai bagian dari asia-pasifik :=))

Untuk Indonesia, mari kita saling bekerja sama :) bukankah prinsip dasar bangsa 
Indonesia adalah gotong royong ?

> tahun 2008 adalah tahun dimana Linux PC mengalami moment
> penting, asus sebagai pencetus NetBook dan Negroponte dengan
> OLPC Project memberi ruang pada Linux, inilah tahun pertama
> kali laptop ditawarkan dengan dua opsi ber-OS win XP atau
> Linux.

Fakta di Indonesia menunjukkan : Netbook yang awalnya Linux sudah berubah kok 
jadi Win XP entah bagaimana prosesnya.

> difahami, bahwa membangun industri manufaktur di Indonesia
> seperti menegakkan benang basah. Hambatannya terlalu banyak,
> kultur buruh yang kurang baik (mudah melakukan demonstrasi
> penuh kekerasan), berproduktivitas rendah, biaya siluman
> yang sangat tinggi (baca pungli dan korupsi) oleh pihak
> birokrasi, membuat Indonesia sangat berat menyaingi PRC,
> Vietnam, Thailand dalam hal manufaktur. Secara fisik, saat
> ini mayoritas industri manufaktur mempercayakan proses
> manufakturing ke PRC dan Vietnam.

Kalau yang satu ini agak susah dikomentari karena sudah menjadi penyakit yang 
sudah lama diderita oleh bangsa Indonesia.

> dari hasil bacaan, sukses penetrasi Linux PC adalah hasil
> kolaborasi antara pelaku usaha dengan aktivis open source,
> mereka saling mengundang apabila mengadakan konferensi atau
> meeting-meeting strategis, sebab bagaimanapun gerakan
> opensource dirintis oleh para aktivis sosial.
> apakah indonesia bisa memulainya ? ..... mungkin ini hanya
> angan-angan, atau gerutuan di pagi hari dari seorang
> menjelang tua dan belum sarapan ...

Masih ada harapan. Yang penting kegiatan atau aksi nyata yang ditunjukkan bukan 
sekedar impian atau wacana belaka.

Salam,

Setiajie



      

-- 
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke