Coba periksa lagi secara teliti pemakai terakhir siapa? dipinjam ngak?
apakah ada catatan pemakaian alat? bagaimana dengan catatan yang pernah di
sediakan dulu? Gimana inventaris yang pernah di susun Selvy , masih ada?

Kalau kehilangan pertama di biarkan saja, trus tidak ada yang pertanggung
jawab. Ya gimana ngak memancing kehilangan lagi...
Gimana kalo hilang harus ada yang bertanggung jawab untuk mengganti ...
ya.... paling ngak yang yang megang kunci...(?) atau pengurus...?
Ada yang rusak ngak pintunya? Apa gunanya pasang tralis kalo hilang terus
perlengkapannya ?


bagaimana komentar yang lain?

salam,
jaws



On Tue, 16 Mar 1999, Cian Tui wrote:

> 
>       Kembali terjadi lagi, kehilangan barang berharga milik mahasiswa
> FMIPA yang berada di saung. Ini sudah untuk kesekian kalinya terjadi sejak
> (kalau tidak salah) lebih setahun yang lalu. Seingat saya, barang-barang
> berharga yang hilang termasuk televisi, radio-tape, komponen komputer, dan
> terakhir sebuah printer berikut mousenya.
>       Kejadian ini seharusnya membuat kita (yang peduli), berpikir
> kembali tantang masalah keamanan saung. Menurut saya ada dua pilihan untuk
> menyikapi hal ini agar tidak terjadi lagi kehilangan di kemudian hari.
> Pertama, perketat keamanan saung sampai batas setidaknya cukup menjamin
> keamanan barang-barang di dalamnya. Ini sebenarnya telah pernah dilakukan,
> antara lain dengan mengganti kunci pintu saung tersebut. Tetapi toh
> terbukti, kehilangan kembali terjadi lagi setelah dilakukannya upaya ini.
>       Pilihan kedua, mengosongkan saung FMIPA dari adanya barang-barang
> berharga. Jadi pengamanan tetap dilakukan seperlunya. Sekedar
> perbandingan, memang saung FMIPA katanya adalah yang "paling nyaman".
> Mungkin alasan keamananlah yang menyebabkan sekretariat lembaga mahasiswa
> jurusan lain di Unpar ini tidak "senyaman" saung FMIPA.
>       Memang kenyamanan kerja mahasiswa FMIPA sedikit berkurang kalau
> nantinya saung dikosongkan dari peralatan berharganya. Tapi saya kira ada
> baiknya pilihan ini dipertimbangkan dengan serius, terutama oleh
> calon-calon pimpinan lembaga yang akan datang.
>       Demikian sumbang saran saya. Terima kasih.
> 

Kirim email ke