Semoga kasus ini menjadi latihan mengurus saung; agar kelak Anda lebih
mampu mengurus rumah tangga, perusahaan, bangsa, dan negara juga, dan
belajar melihat betapa sulit mengurus sesuatu jika tiada disiplin diri.
Akan tetapi : jangan putus asa; teruslah belajar mengelola ini.
Salam, A Rusli 21 Mar 99
At 05:52 PM 3/19/99 +0000, Jaw Thong wrote:
>
>
>On Fri, 19 Mar 1999, Cian Tui wrote:
>
>>
>> Buat Jaw Thong,
>> Dalam hal ini tidak terlalu penting memasalahkan siapa pemakai
>> saung terakhir. Saya menduga kuat bahwa sang maling memiliki kunci saung
>> sehingga kenyataannya pintu tidak dirusak. Begitu juga dalam
>> kecurian-kecurian sebelumnya, pintu saung tidak pernah dirusak.
>
>Control Peredaran Kunci. Ganti kunci secara periodik minimal setelah
>penggantian pengurus, atau telah dipakai pada suatu kegiatan yang
>melonggalkan segi keamanan. Tambah Gembok shingga akan menghambat niat
>jahat.
>
>
>> Namun saya setuju jika harus ada yang bertanggung jawab terhadap
>> keamanan saung. Soalnya, saking dianggap milik bersama sehingga justru
>> tidak ada yang mau bertanggung jawab terhadap keamanan saung.
>
>Saung sebaiknya menjadi tanggung jawab Senat Mahasiswa FMIPA karena
>saung diserahkan kepada Senat Mahasiswa FMIPA agar dirawat dan
>di pergunakan untuk kepentingan mahasiswa.Inventaris setiap perlengkapan
>oleh SMF dan BPM.
>
>> Dalam kaitan ini saya pikir sebaiknya ruang masing-masing lembaga
>> dipisahkan saja agar masing-masing lembaga dapat lebih bertanggung jawab
>> mengamankan "wilayahnya". Jika keadaannya seperti sekarang ini, cukup
>> sulit untuk mengontrol keamanan saung. Tapi ini juga tergantung pihak
>> fakultas/universitas untuk menyediakan tempat-tempat tersebut.
>
>Daerah yang sekecil itu di pecah akan mempersulit kegiatan.
>Jika semua lembaga sepakat saung di rawat oleh SMF maka ngak ada alasan
>lagi untuk memecah saung.
>
>Yang tidak ada sekarang adalah rasa tanggung jawabnya....
>
>
>> Cian Tui
>>
>>
>
>