On Fri, 19 Mar 1999, Cian Tui wrote:

> 
> Buat Jaw Thong,
>       Dalam hal ini tidak terlalu penting memasalahkan siapa pemakai
> saung terakhir. Saya menduga kuat bahwa sang maling memiliki kunci saung
> sehingga kenyataannya pintu tidak dirusak. Begitu juga dalam
> kecurian-kecurian sebelumnya, pintu saung tidak pernah dirusak. 

Control Peredaran Kunci. Ganti kunci secara periodik minimal setelah
penggantian pengurus, atau telah dipakai pada suatu kegiatan yang
melonggalkan segi keamanan. Tambah Gembok shingga akan menghambat niat
jahat.


>       Namun saya setuju jika harus ada yang bertanggung jawab terhadap
> keamanan saung. Soalnya, saking dianggap milik bersama sehingga justru
> tidak ada yang mau bertanggung jawab terhadap keamanan saung.

Saung sebaiknya menjadi tanggung jawab Senat Mahasiswa FMIPA karena
saung diserahkan kepada Senat Mahasiswa FMIPA agar dirawat dan
di pergunakan untuk kepentingan mahasiswa.Inventaris setiap perlengkapan
oleh SMF dan BPM.

>       Dalam kaitan ini saya pikir sebaiknya ruang masing-masing lembaga
> dipisahkan saja agar masing-masing lembaga dapat lebih bertanggung jawab
> mengamankan "wilayahnya". Jika keadaannya seperti sekarang ini, cukup
> sulit untuk mengontrol keamanan saung. Tapi ini juga tergantung pihak
> fakultas/universitas untuk menyediakan tempat-tempat tersebut.

Daerah yang sekecil itu di pecah akan mempersulit kegiatan.
Jika semua  lembaga sepakat saung di rawat oleh SMF maka ngak ada alasan
lagi untuk memecah saung.

Yang tidak ada sekarang adalah rasa tanggung jawabnya....


> Cian Tui
> 
> 

Kirim email ke