On Tue, 13 Nov 2001, M-2000 wrote:

> 
> Yang saya hormati, Alumnus FMIPA, Kurniawan Antonius
> 
>       Saya ikut memberi tanggapan yang senada dengan kak Kur.  
> 
>       Ketiga pilihan tersebut adalah suatu target; sebuah misi yang
> semestinya disadari oleh semua mahasiswa/i. Asumsinya : semua mahasiswa
> sudah menyadari hal tersebut dan mewujudkannya.
> 
>       Tapi sebuah fenomena baru muncul dan mendapatkan tanggapan serius
> dari pihak Fakultas MIPA : meningkatnya pemberian nilai K di FMIPA seiring
> dengan meningkatnya jumlah mahasiswa/i.
> 
>       Tidak ada yang menarik pada fenomena tersebut -- suatu fenomena
> yang terjadi pada sebuah fakultas muda yang sedang berkembang dan mungkin
> sedang mengalami masa transisi menuju ke arah yang lebih baik -- kecuali
> sebuah pertanyaan yang muncul setelah angka-angka statistika mulai angkat
> bicara tentang nilai K di FMIPA : mengapa hal itu bisa terjadi ? Jika itu
> adalah suatu kemunduran di FMIPA, bagaimana solusi terbaiknya ?
> 
>       Yang menjadi masalah tentu saja mahasiswa/i yang mendapatkan nilai
> K tersebut. Sedangkan sistem penilaiannya, tentu saja tidak bermasalah.
> Hanya saja asumsi yang dipakai di dalam kebijakan pemberian nilai K
> tersebut ( asumsinya : semua mahasiswa/i telah menyadari secara penuh 
> misinya untuk mencapai ketiga pilihan tersebut, seperti yang kak Kur
> katakan ) tidak sesuai dengan kenyataannya : beberapa mahasiswa belum
> / tidak menyadari arti pentingnya kuliah dan atau belum mewujudkannya.        
> Nah, masalah yang ada sudah sangat jelas. Tinggal bagaimana Fakultas
> menyikapi kondisi mahasiswa/i tersebut.
> 
>       Ya mungkin sudah saatnya pendidikan bertaraf perguruan tinggi
> kembali mendapatkan prioritas utama dari pihak Fakultas sesuai dengan
> porsi kebutuhan mahasiswa/i saat ini.
> 
>       Memang tidak satu pun di dunia ini yang konstan dan tetap
> konsisten 100 % kecuali perubahan. Dan perubahan tersebut seringkali tidak
> disukai. Sebab, berbuntut kepada ketidakpastian. Tapi, tanpa sebuah
> perubahan, tidak akan ada kemungkinan untuk menjadi lebih baik. Lagipula,
> yang tersulit adalah mewujudkannya dan mempertahankan sesuatu yang disebut
> : prestasi. Jadi, intinya : tidak ada salahnya mencoba sebuah perubahan
> baik itu dilakukan oleh seorang mahasiswa/i ataupun sebuah institusi.
> 
> 
> Salam,
> Marlon
> 
> 
> On Mon, 12 Nov 2001, Kurniawan Antonius wrote:
> 
> > Ikut memberi tanggapan.... masih boleh kan ? :)
> > 
> > Kalau saya lihat tanggapannya Jaw ini benar sekali... kecuali untuk yang #4,
> > nilai K dan E itu beda sekali... soalnya dengan nilai K berarti harus
> > mengulang, meskipun mungkin dengan salah satu komponen bernilai nol, dia
> > sudah lulus. (pengalaman nih... hehehe:) )
> > 
> > Namun saya rasa sebenarnya bukan masalah nilai yang jadi pokok masalahnya,
> > tetapi seperti apa yang sdr Marlon berkali-kali katakan bahwa kesadaran
> > mahasiswa (plus Dosen) dalam proses belajar mengajar ini.
> > Apa yang sebenarnya dituju dari proses tersebut? Nilai yang baik ??? Atau
> > Ilmu ??? Atau masalah Moral ???
> > 
> > Kalau kita melihat ke masa depan setiap mahasiswa, apa yang mereka butuhkan
> > ?
> > Sekedar nilai yang baik ? Untuk bekerja, nilai kita hampir tidak punya efek
> > apa2...
> > Ilmu ??? Sebagian besar ilmu yang diperoleh tidak dipakai di tempat kerja.
> > (menurut saya... )
> > Moral ??? Hanya ini yang bisa membedakan kita dengan orang2 lain. Apakah
> > kita orang yang kerja keras, punya semangat juang yang tinggi, menjunjung
> > kejujuran, dan segala macam nilai-nilai lain yang baik. Menurut pengalaman
> > saya, semua orang sukses punya ini.
> > 
> > Seperti yang Jaw katakan, idealnya setiap mahasiswa memperoleh itu semua...
> > tapi kalau harus memilih, mana yang lebih penting ?
> > 
> > best regards,
> > Kurniawan Antonius
> > ________________________________
> > ----- Original Message -----
> > From: "-=JAW=-" <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: "MATH" <[EMAIL PROTECTED]>
> > Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> > <[EMAIL PROTECTED]>
> > Sent: Friday, November 09, 2001 3:32 PM
> > Subject: Re: [MATEMATIKA] Re: [FMIPA-L] Bagaimana jika angka akhir K di
> > tiadakan ?
> > 
> > 
> > >
> > > wah ramai sekali diskusi ini ...
> > > sedikit pendapat saya ( kalau masih boleh );
> > >
> > > #1. Nilai K berguna jika penerapan IPK ( ip kumulatif ) dengan tegas
> > > diterapkan, jika tidak maka tidak ada bedanya antara nilai E dan K.
> > > ilustrasi :
> > >
> > > saya mendapat nilai E cukup banyak di pertengahan masa tempuh kuliah,
> > > [ mungkin hanya sekali tidak ikut uas karena kasiangan :) ]
> > > dan nilai E tersebut di cabut dan digantikan dengan nilai yang terbaru dan
> > > terbaik, secara umum tidak mempengaruhi IPK akhir masa studi.
> > > Mungkin nilai K hanya pegaruhnya adalah IPK semester bersangkutan untuk
> > > menentukan  pengambilan SKS; dan yang satu ini tidak pernah saya patuhi
> > > karena sistem  SKS di FMIPA tidak konsisten ( pernah ada Mhs mengambil
> > > lebih dari 24 sks) jadi bergantung pada siapa dosen walinya.
> > >
> > > #2. Membuat mahasiswa untuk dapat mengikuti proses belajar sampai akhir
> > >      dapat ditentukan dengan cara :
> > >   a. Komponen terbesar terletak pada UAS, karena proses belajar pada satu
> > >      mata kuliah ditentukan pada akhir belajar.(usul saya 70% )
> > >   b. Bahan kuliah terbesar diujikan pada UAS, ditambah lagi Mhs harus
> > >      mempelajari bahan awal untuk keseluruhan kuliah tersebut.
> > >   c. Komponen tugas sebaiknya hanya sebagai pelengkap(nilai
> > > bantu,memberikan semangat tambahan untuk mahasiswa dalam memahami materi),
> > > bukan untuk menjatuhkan nilai Mhs. ( yg diuji tingkat S1 bukan D3
> > > jgn yg 60% komponen dari tugas).
> > > Nilai tugas dapat dibuat besar jika dosen ybs juga konsisten
> > >          kerajinannya. Apakah setiap Dosen MIPA selalu memberikan tugas yg
> > > berbeda  setiap tahun ????
> > >
> > >   d. Dihasilkan Mahasiswa kritis dan nalar tinggi atau mahasiswa rajin dan
> > > sekedar memenuhi komponen nilai. ( idealnya memang dua-duanya :) )
> > >
> > > 3. Nilai akhir Mhs dapat dijatuhkan hanya karena komponen tugas tidak
> > > lengkap, meskipun komponen UTS dan UAS ada ?, apa yg hendak diuji dari
> > > dari sistem ini ????? kerajinan ????
> > >
> > > #4. Apa sich bedanya NILAI K dan E pada Transkrip Mhs diakhir masa studi
> > > ???
> > >
> > > salam perubahan,
> > >
> > >
> > > X       p$$$"
> > >          88    ,jpooo,    do        `p
> > >          88    $d0   d8   Po         $$
> > >          88          p8   8o    $    pd
> > >          88    g8888p88   d8,  d$b   o8
> > >          88   gg'   888    8p.o888  o8
> > >          88   gg    o08     80OP @O08
> > >       ,pd8'    ggyydPdf      O0   @F ///\\\\
> > > \\\\\\\\\\\\\\\    \\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\
> > > 2032655 ext. 107/////   //////   ///////
> > > [EMAIL PROTECTED] \\\\\\\\\\
> > > ICQ# 77295363
> > >
> > >
> > >
> > 
> 
> 

Kirim email ke