Yang saya hormati, Alumnus FMIPA, Kurniawan Antonius
 
        Saya ikut memberi tanggapan yang senada dengan kak Kur.  
 
        Ketiga pilihan tersebut adalah suatu target; sebuah misi yang  
semestinya disadari oleh semua mahasiswa/i. Asumsinya : semua mahasiswa
sudah menyadari hal tersebut dan mewujudkannya.
 
        Tapi sebuah fenomena baru muncul dan mendapatkan tanggapan serius
 dari pihak Fakultas MIPA : meningkatnya pemberian nilai K di FMIPA seiring
 dengan meningkatnya jumlah mahasiswa/i.
 
        Tidak ada yang menarik pada fenomena tersebut -- suatu fenomena
 yang terjadi pada sebuah fakultas muda yang sedang berkembang dan mungkin
 sedang mengalami masa transisi menuju ke arah yang lebih baik -- kecuali
 sebuah pertanyaan yang muncul setelah angka-angka statistika mulai angkat
 bicara tentang nilai K di FMIPA : mengapa hal itu bisa terjadi ? Jika itu
 adalah suatu kemunduran di FMIPA, bagaimana solusi terbaiknya ?
 
        Yang menjadi masalah tentu saja mahasiswa/i yang mendapatkan nilai
 K tersebut. Sedangkan sistem penilaiannya, tentu saja tidak bermasalah.
 Hanya saja asumsi yang dipakai di dalam kebijakan pemberian nilai K
 tersebut ( asumsinya : semua mahasiswa/i telah menyadari secara penuh 
 misinya untuk mencapai ketiga pilihan tersebut, seperti yang kak Kur
 katakan ) tidak sesuai dengan kenyataannya : beberapa mahasiswa belum
 / tidak menyadari arti pentingnya kuliah dan atau belum mewujudkannya.         
 Nah, masalah yang ada sudah sangat jelas. Tinggal bagaimana Fakultas
 menyikapi kondisi mahasiswa/i tersebut.
 
        Ya mungkin sudah saatnya pendidikan bertaraf perguruan tinggi
 kembali mendapatkan prioritas utama dari pihak Fakultas sesuai dengan
 porsi kebutuhan mahasiswa/i saat ini.
 
        Memang tidak satu pun di dunia ini yang konstan dan tetap
 konsisten 100 % kecuali perubahan. Dan perubahan tersebut seringkali tidak
 disukai. Sebab, berbuntut kepada ketidakpastian. Tapi, tanpa sebuah
 perubahan, tidak akan ada kemungkinan untuk menjadi lebih baik. Lagipula,
 yang tersulit adalah mewujudkannya dan mempertahankan sesuatu yang disebut
 : prestasi. Jadi, intinya : tidak ada salahnya mencoba sebuah perubahan
 baik itu dilakukan oleh seorang mahasiswa/i ataupun sebuah institusi.
 
 
 Salam,
 Marlon
 
 
> > On Mon, 12 Nov 2001, Kurniawan Antonius wrote:
> > 
> > > Ikut memberi tanggapan.... masih boleh kan ? :)
> > > 
> > > Kalau saya lihat tanggapannya Jaw ini benar sekali... kecuali untuk yang #4,
> > > nilai K dan E itu beda sekali... soalnya dengan nilai K berarti harus
> > > mengulang, meskipun mungkin dengan salah satu komponen bernilai nol, dia
> > > sudah lulus. (pengalaman nih... hehehe:) )
> > > 
> > > Namun saya rasa sebenarnya bukan masalah nilai yang jadi pokok masalahnya,
> > > tetapi seperti apa yang sdr Marlon berkali-kali katakan bahwa kesadaran
> > > mahasiswa (plus Dosen) dalam proses belajar mengajar ini.
> > > Apa yang sebenarnya dituju dari proses tersebut? Nilai yang baik ??? Atau
> > > Ilmu ??? Atau masalah Moral ???
> > > 
> > > Kalau kita melihat ke masa depan setiap mahasiswa, apa yang mereka butuhkan
> > > ?
> > > Sekedar nilai yang baik ? Untuk bekerja, nilai kita hampir tidak punya efek
> > > apa2...
> > > Ilmu ??? Sebagian besar ilmu yang diperoleh tidak dipakai di tempat kerja.
> > > (menurut saya... )
> > > Moral ??? Hanya ini yang bisa membedakan kita dengan orang2 lain. Apakah
> > > kita orang yang kerja keras, punya semangat juang yang tinggi, menjunjung
> > > kejujuran, dan segala macam nilai-nilai lain yang baik. Menurut pengalaman
> > > saya, semua orang sukses punya ini.
> > > 
> > > Seperti yang Jaw katakan, idealnya setiap mahasiswa memperoleh itu semua...
> > > tapi kalau harus memilih, mana yang lebih penting ?
> > > 
> > > best regards,
> > > Kurniawan Antonius
> > > ________________________________
> > > ----- Original Message -----
> > > From: "-=JAW=-" <[EMAIL PROTECTED]>
> > > To: "MATH" <[EMAIL PROTECTED]>
> > > Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> > > <[EMAIL PROTECTED]>
> > > Sent: Friday, November 09, 2001 3:32 PM
> > > Subject: Re: [MATEMATIKA] Re: [FMIPA-L] Bagaimana jika angka akhir K di
> > > tiadakan ?
> > > 
> > > 
> > > >
> > > > wah ramai sekali diskusi ini ...
> > > > sedikit pendapat saya ( kalau masih boleh );
> > > >
> > > > #1. Nilai K berguna jika penerapan IPK ( ip kumulatif ) dengan tegas
> > > > diterapkan, jika tidak maka tidak ada bedanya antara nilai E dan K.
> > > > ilustrasi :
> > > >
> > > > saya mendapat nilai E cukup banyak di pertengahan masa tempuh kuliah,
> > > > [ mungkin hanya sekali tidak ikut uas karena kasiangan :) ]
> > > > dan nilai E tersebut di cabut dan digantikan dengan nilai yang terbaru dan
> > > > terbaik, secara umum tidak mempengaruhi IPK akhir masa studi.
> > > > Mungkin nilai K hanya pegaruhnya adalah IPK semester bersangkutan untuk
> > > > menentukan  pengambilan SKS; dan yang satu ini tidak pernah saya patuhi
> > > > karena sistem  SKS di FMIPA tidak konsisten ( pernah ada Mhs mengambil
> > > > lebih dari 24 sks) jadi bergantung pada siapa dosen walinya.
> > > >
> > > > #2. Membuat mahasiswa untuk dapat mengikuti proses belajar sampai akhir
> > > >      dapat ditentukan dengan cara :
> > > >   a. Komponen terbesar terletak pada UAS, karena proses belajar pada satu
> > > >      mata kuliah ditentukan pada akhir belajar.(usul saya 70% )
> > > >   b. Bahan kuliah terbesar diujikan pada UAS, ditambah lagi Mhs harus
> > > >      mempelajari bahan awal untuk keseluruhan kuliah tersebut.
> > > >   c. Komponen tugas sebaiknya hanya sebagai pelengkap(nilai
> > > > bantu,memberikan semangat tambahan untuk mahasiswa dalam memahami materi),
> > > > bukan untuk menjatuhkan nilai Mhs. ( yg diuji tingkat S1 bukan D3
> > > > jgn yg 60% komponen dari tugas).
> > > > Nilai tugas dapat dibuat besar jika dosen ybs juga konsisten
> > > >          kerajinannya. Apakah setiap Dosen MIPA selalu memberikan tugas yg
> > > > berbeda  setiap tahun ????
> > > >
> > > >   d. Dihasilkan Mahasiswa kritis dan nalar tinggi atau mahasiswa rajin dan
> > > > sekedar memenuhi komponen nilai. ( idealnya memang dua-duanya :) )
> > > >
> > > > 3. Nilai akhir Mhs dapat dijatuhkan hanya karena komponen tugas tidak
> > > > lengkap, meskipun komponen UTS dan UAS ada ?, apa yg hendak diuji dari
> > > > dari sistem ini ????? kerajinan ????
> > > >
> > > > #4. Apa sich bedanya NILAI K dan E pada Transkrip Mhs diakhir masa studi
> > > > ???
> > > >
> > > > salam perubahan,
> > > >
> > > >
> > > > X       p$$$"
> > > >          88    ,jpooo,    do        `p
> > > >          88    $d0   d8   Po         $$
> > > >          88          p8   8o    $    pd
> > > >          88    g8888p88   d8,  d$b   o8
> > > >          88   gg'   888    8p.o888  o8
> > > >          88   gg    o08     80OP @O08
> > > >       ,pd8'    ggyydPdf      O0   @F ///\\\\
> > > > \\\\\\\\\\\\\\\    \\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\
> > > > 2032655 ext. 107/////   //////   ///////
> > > > [EMAIL PROTECTED] \\\\\\\\\\
> > > > ICQ# 77295363
> > > >
> > > >
> > > >
> > > 
> > 
> > 
> 
> 

Kirim email ke