Suryanah Tjandra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  Date: Mon, 29 Oct 2007 18:35:26 
-0700 (PDT)
From: Suryanah Tjandra <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Fw: [Guyon-Yook] Makin Taik Aja Malaysia!
To: PTMG PujiRaharjo <[EMAIL PROTECTED]>,
JCers Angga Gett <[EMAIL PROTECTED]>,
JCers AndriHerianton <[EMAIL PROTECTED]>,
JCers DavidLiando <[EMAIL PROTECTED]>,
SMA2 EfffyIntanSari <[EMAIL PROTECTED]>,
PTMG mingchemglobalindo <[EMAIL PROTECTED]>, GNA <[EMAIL PROTECTED]>

        

  ----- Forwarded Message ----
From: Revan <[EMAIL PROTECTED]>
To: guyon yook <[EMAIL PROTECTED]>; as rame <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, October 29, 2007 5:42:01 PM
Subject: [Guyon-Yook] Makin Taik Aja Malaysia!

        Tokyo (ANTARA News) - Konsulat Jenderal RI di Osaka melayangkan surat 
protes kepada Direktur Malaysian Tourism Office di Osaka, menyusul penggunaan 
kembali lagu daerah Indonesia dalam acara Asia Festival 2007 yang berlangsung 
di Osaka pada pertengahan Oktober lalu.

Konsul Jenderal RI Pitono Purnomo mengemukakan hal itu kepada Antara di Tokyo, 
Kamis, ketika dikonfirmasi mengenai aksi "pembajakan" tersebut.

"Kami sudah mengirimkan surat protes kepada pihak Malaysia namun belum ada 
respon sama sekali dari mereka," katanya.

Pihak Konsulat juga sudah melakukan koordinasi dengan pejabat Departemen Luar 
Negeri RI di Jakarta serta petinggi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, 
termasuk Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Kuala Lumpur.

"Surat protes ini penting sebagai peringatan keras terhadap Malaysia agar tidak 
lagi sembarangan menggunakan lagu-lagu Indonesia. Kejadian ini nanti bisa 
diartikan negatif, misalnya seperti menantang Indonesia," ujarnya.

Oleh sebab itu, katanya, pihak konsulat buru-buru mengirimkan surat peringatan 
agar Malaysia bisa menahan diri agar hubungan kedua bangsa menjadi semakin 
memburuk. Terlebih kedua negara merupakan tetangga yang dekat.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa sebetulnya Indonesia tidak mempermasalahkan 
penggunaan lagu-lagu Indonesia oleh Negara lain, asalkan secara jujur 
memberikan penjelasan yang lengkap bahwa lagu tersebut berasal dari Indonesia.

"Kita sebetulnya bangga juga kalau lagu kita diperkenalkan oleh pihak lain, 
tetapi bukan begitu caranya," kata Pitono lagi.

Ia menegaskan bahwa kesengajaan mengubah sebagian lirik dan aransemen lagu oleh 
pihak Malaysia dapat mengakibatkan penonton beranggapan bahwa keseluruhan 
penampilan baik musik dan tariannya adalah tari dan musik dari Malaysia.

Asal Sumbar

Menurut informasi yang diperoleh, penggunaan lagu Indonesia itu diketahui saat 
berlangsungnya acara Asia Festival 2007 yang diikuti oleh Negara-negara ASEAN, 
termasuk Indonesia dan Malaysia pada 12-14 Oktober lalu.

Salah seorang staf konsulat Jenderal Osaka ketika itu tengah menyaksikan 
penampilan tim kesenian Malaysia "Cinta Sayang" pada 14 Oktober lalu. Salah 
satu tarian yang ditampilkan Malaysia menggunakan iringan musik yang berasal 
dari Sumatera Barat (Sumbar), yaitu "Indang Sungai Garinggiang" .

Sebelum dan sesudahnya pihak Malaysian Tourism Office di Osaka yang mengelola 
penampilan tim kesenian tersebut sama sekali tidak memberi penjelasan bahwa 
lagu yang dipakai sebagai musik pengiring tarian itu adalah lagu yang berasal 
dari Indonesia.

Guna memastikan, pihak konjen RI Osaka menghubungi berbagai pihak di Jakarta 
dan juga tokoh-tokoh masyarakat asal Sumatera Barat dan diperoleh kepastian 
bahwa pencipta lagu "Indang Sungai Garinggiang" adalah Tiar Ramon, seniman 
musik dan penyanyi asal Sumbar pada tahun 1981.

"Memang sang penciptanya sudah meninggal, tetapi semua data-data yang kita 
miliki sudah cukup kuat untuk bisa memperingati Malaysia," kata seorang warga 
Minang yang tinggal di Osaka.

Menurut keterangannya, lagu itu diciptakan atas permintaan Pemda Sumbar untuk 
digunakan sebagai musik pengiring "Tari Indang". Lagu itu diperkenalkan pertama 
kali dipertunjukkan secara nasional pada upacara pembukaan MTQ (Musabaqah 
Tilawatil Qur?an) tingkat nasional di Padang pada tahun 1983.

Berdasarkan semua data itulah Konsul Jenderal Osaka Pitono Purnomo menyurati 
Azhari Haron, Direktur Malaysian Tourism Office juga di Osaka pada 19 Oktober 
2007 untuk memberikan penjelasan yang selengkapnya atas penggunaan lagu itu.

Tembusan surat juga dilayangkan ke pihak penyelenggara festival FM Cocolo guna 
mengeRti persoalannya dengan memberikan penjelasan yang lengkap.

Sebelumnya lagu daerah asal Maluku "Rasa Sayange" juga dibajak oleh Negara 
tetangga itu yang semakin menyulut sentimen bangsa Indonesia, menyusul 
serangkaian perlakukan buruk dan meremehkan warganegara Indonesia yang bermukim 
di Malaysia.

  Salam,

Revantino, S.T.
Laboratorium Fisika Bangunan & Akustik
Jl. Ganesha No. 10 Bandung 40132, Labtek VI
Telp 022 - 250 4424 ext. 124, 127, 129
HP. 0856 21 87625
E-mail: [EMAIL PROTECTED] com, [EMAIL PROTECTED] ac.id

  ____________ _________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail. yahoo.com 

                         




Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 



[EMAIL PROTECTED]
or
[EMAIL PROTECTED]

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke