Saya juga idealis asalnya, tapi camana ?, mereka" yang diatas tidak peduli,
didemo ya didemo, sampai dikejar-kejar pulisi.

Yang ujung"nya berfikir. What for ?  Cuma menunjukkan kepedulian doang ?

Uh ternyata tidak ada artinya. Yang ada bonyok digebukin penghalau masa /
kesikut-sikut masa.

Saya juga prihatin sama sudara" yang dinegeri orang. Mereka orang banyak
uang ke Malaysia Cuma buat melancong az di hajar.

Gimana saudara kita yang miskin, kesana cari nafkah karena sudah tidak bisa
bekerja dinegerinya sendiri !

kita itu Cuma rakyat kecil, bahkan dengan komunitas besar seperti MX ini,
yang membernya ribuan, tidak bisa berbuat apa"...

Jadi, ya buat apa pusing sama urusan seperti itu.

Ada ajakan buat boikot produk Malaysia aja, kita ga sanggup melakukan ?,
malah jadi ejekan.

Bah, mau peduli gimana. Urusannya jadi cape sendiri. ribut" yang ga jelas
jadinya.

Terserah mau ngapain kek mereka, yang penting kita punya prinsip sendiri.

Harusnya ente Bro yang jadi Presiden, jadi bisa memupuk kembali nasionalisme
yang sudah hilang.

Kedepannya kita harus memilih pemimpin bangsa yang karakternya Indonesia
banget.

 

Rgds,

baiem

 

  _____  

From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of heru herlambang
Sent: 30 Oktober 2007 10:59
To: [email protected]
Subject: Re: [mxrider] oot Fwd: Fw: [Guyon-Yook] Makin Taik Aja Malaysia!

 

bukan masalah itu bro, sedikit banyak hal ini cukup mempengaruhi perspektif
kita terhadap sesuatu, secara mayoritas. kita senang kalo lagu atau
kebudayaan kita di bawakan oleh bangsa lain bahkan bangga. tp tidak dengan
menjadikannya hak komersial dan mengklaim atas miliknya sendiri. ini yang
tidak di benarkan, suatu saat ente nyanyi lagu rasa sayange atau makan getuk
lindri kudu bayar paten kemereka mau??? kalo mereka mengatakan ini lagu yang
sudah umum di kawasan asean bahkan singapura pun pernah menyanyikannya, tp
apa pernah mereka mematenkannya?? ini yang gak bener, tp gue dah tahu bagai
mana ciri bangsa yang beradab itu, asal jangan kita mengklaim barang mereka
milik kita, justru orang kita yang bodoh, beli barang di sono tp made in
indonesia, kayak gue pas di singapura nyaris ketipu mo beli spatu ternyata
made in cibaduyut, bener gak ada indonesianya, tp gue kan gak bodoh
cibaduyut itu dari mana hhehehehhe...... intinya, sekalipun ini masalah yang
berbau politis dan bukan dalam bidang lingkup bahasan kita, setidaknya kita
mulai sekarang mulai membuka mata kita dan berbenah diri, jangan sampe anak2
kita gak hapal pancasila, atau sumpah pemuda seperti kejadian beberapa waktu
lalu di media tivi. sistem pembenahan harus lebih di fokuskan lagi,
pendidikan sejarah harus di tekankan lebih dari yang lain, intinya agar
mereka tetep memiliki wawasan kebangsaan yang baik. 
Gue jujur, lebih senang jaman orde baru, kenapa?? jaman itu politik dan
ekonomi kita tergolong stabil, wawasan kebangsaan kita benar2 terasa utuh.
sekalipun gue puyeng belajar sejarah indonesia, tp sekarang gue sadar bahwa
hal itu sangat penting. 

sekarang gue kasih pesen sama anak bini gue, sebisa mungkin hindari
berpergian kemalaysia, karena kerabat dekat gue juga beberapa waktu lalu
ketiban sial di sono, sudah nunjukin pasport asli masih di bilang palsu sama
RELA (pamong praja Malaysia), sampai2 harus berurusan di kantor polisi dan
dipaksa nandatangani statement bahwa kerabat gue telah melakukan tindak
pencurian dan telah di jaminkan, padahal dia ada kepentingan bisnis dengan
rekanan disana. Gue sekalipun dari dulu tidak ada cita2 hijrah kalo terpaksa
ke sana, lebih memilih negara lain sekalipun tidak kaya tp masih beradab.
sorry gue bukan cuma subjektif, tp temen kantor gue juga kawin sama orang
malay, dan dia cerita juga disana kalo keadaan disana seperti apa setiap
kali dia berkunjung ke mertuanya. 

So mulai sekarang, ayo, kita pertahankan dan lestarikan budaya bangsa dan
berbuatlah untuk negaramu, lupakan malaysia yang hanya bikin kepala kalian
puyeng, lebih baik gimana caranya IPTN bisa di bangkitkan lagi, karena dulu
gue berkunjung kesana, gue kagum dengan hasil karya bangsa yang bsia sampe
ke negeri korea hingga amerika, bahkan Maleo (Calon mobnas) pun pernah
berada di dalam peti yang siap di kirim ke new zealan dan australia untuk di
pasarkan di sana..... gue tahu bangsa kita pandai, tp yang gue gak tahu,
bangsa kita gampang di perdayai khususnya dengan uang..., guru2 gue juga
banyak di pakai di negeri tetangga, dan selalu bercerita bagaimana mereka
mengajari murid2 disanan bernyanyi lagu nasional indonesia karena mereka
tidak tau lagu daerah atau nasional mereka. Sayang di negara kita, orang
pandai tidak punya tempat, hanya yang punya power saja sekalipun bodoh yang
bisa hidup di sini. berbeda dengan negara tetangga satu saja yang pandai,
minta ampun dihargainya mereka, disini kalo mo dihargai kudu ngeluarin duit
baru bisa di hargai. 
Ayo mulai sekarang maksimalkan produk dalam negeri, agar kita bisa tahu
kualitas bangsa kita dan tidak terlalu bergantung pada mereka. ayo, bantu
sodara-sodaramu agar mereka tidak di sebut pendatang haram di negeri yang
mengundang mereka untuk membantu kerjaan mereka. jangan egois, tp pedulilah
barang sedikit. 

salam
heru herlambang
malang
"Orang yang prihatin dengan bangsa sendiri"

Pada tanggal 30/10/07, SL. Ibrahim < <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
[EMAIL PROTECTED]> menulis:

Duh, biarin az lah malay mo' pake lagu indo.

Artinya bangsa malay cinta Indonesia..

pembelaan kan jelas dibuktikan secara otentik oleh pemerintah kita.

Bahwa karya" kita yang dibajak adalah murni dari budaya indonesia.

Atau jangan" karya pengarangnya sudah dibeli malaysia ( secara malaysia
lebih kaya dari indonesia )

 

Cape euy dengernya. :-(

  

Kirim email ke