nah untung ada yg ngerem pake crita membangun gini..
bos gw yg orang PH aje, lebih milih tinggal di ID daripada balik ke 
negara asal..
10thn disini, natalan 7 kali di indo, alasannya simpel "enakan indo",

daripada bacot sana sini provokasi doang,
mending ngajarin descendant biar bangun negara..


Regards,
Junianto M

heru herlambang wrote:
> 
> 
> bukan masalah itu bro, sedikit banyak hal ini cukup mempengaruhi 
> perspektif kita terhadap sesuatu, secara mayoritas. kita senang kalo 
> lagu atau kebudayaan kita di bawakan oleh bangsa lain bahkan bangga. tp 
> tidak dengan menjadikannya hak komersial dan mengklaim atas miliknya 
> sendiri. ini yang tidak di benarkan, suatu saat ente nyanyi lagu rasa 
> sayange atau makan getuk lindri kudu bayar paten kemereka mau??? kalo 
> mereka mengatakan ini lagu yang sudah umum di kawasan asean bahkan 
> singapura pun pernah menyanyikannya, tp apa pernah mereka 
> mematenkannya?? ini yang gak bener, tp gue dah tahu bagai mana ciri 
> bangsa yang beradab itu, asal jangan kita mengklaim barang mereka milik 
> kita, justru orang kita yang bodoh, beli barang di sono tp made in 
> indonesia, kayak gue pas di singapura nyaris ketipu mo beli spatu 
> ternyata made in cibaduyut, bener gak ada indonesianya, tp gue kan gak 
> bodoh cibaduyut itu dari mana hhehehehhe...... intinya, sekalipun ini 
> masalah yang berbau politis dan bukan dalam bidang lingkup bahasan kita, 
> setidaknya kita mulai sekarang mulai membuka mata kita dan berbenah 
> diri, jangan sampe anak2 kita gak hapal pancasila, atau sumpah pemuda 
> seperti kejadian beberapa waktu lalu di media tivi. sistem pembenahan 
> harus lebih di fokuskan lagi, pendidikan sejarah harus di tekankan lebih 
> dari yang lain, intinya agar mereka tetep memiliki wawasan kebangsaan 
> yang baik.
> Gue jujur, lebih senang jaman orde baru, kenapa?? jaman itu politik dan 
> ekonomi kita tergolong stabil, wawasan kebangsaan kita benar2 terasa 
> utuh. sekalipun gue puyeng belajar sejarah indonesia, tp sekarang gue 
> sadar bahwa hal itu sangat penting.
> 
> sekarang gue kasih pesen sama anak bini gue, sebisa mungkin hindari 
> berpergian kemalaysia, karena kerabat dekat gue juga beberapa waktu lalu 
> ketiban sial di sono, sudah nunjukin pasport asli masih di bilang palsu 
> sama RELA (pamong praja Malaysia), sampai2 harus berurusan di kantor 
> polisi dan dipaksa nandatangani statement bahwa kerabat gue telah 
> melakukan tindak pencurian dan telah di jaminkan, padahal dia ada 
> kepentingan bisnis dengan rekanan disana. Gue sekalipun dari dulu tidak 
> ada cita2 hijrah kalo terpaksa ke sana, lebih memilih negara lain 
> sekalipun tidak kaya tp masih beradab. sorry gue bukan cuma subjektif, 
> tp temen kantor gue juga kawin sama orang malay, dan dia cerita juga 
> disana kalo keadaan disana seperti apa setiap kali dia berkunjung ke 
> mertuanya.
> 
> So mulai sekarang, ayo, kita pertahankan dan lestarikan budaya bangsa 
> dan berbuatlah untuk negaramu, lupakan malaysia yang hanya bikin kepala 
> kalian puyeng, lebih baik gimana caranya IPTN bisa di bangkitkan lagi, 
> karena dulu gue berkunjung kesana, gue kagum dengan hasil karya bangsa 
> yang bsia sampe ke negeri korea hingga amerika, bahkan Maleo (Calon 
> mobnas) pun pernah berada di dalam peti yang siap di kirim ke new zealan 
> dan australia untuk di pasarkan di sana..... gue tahu bangsa kita 
> pandai, tp yang gue gak tahu, bangsa kita gampang di perdayai khususnya 
> dengan uang..., guru2 gue juga banyak di pakai di negeri tetangga, dan 
> selalu bercerita bagaimana mereka mengajari murid2 disanan bernyanyi 
> lagu nasional indonesia karena mereka tidak tau lagu daerah atau 
> nasional mereka. Sayang di negara kita, orang pandai tidak punya tempat, 
> hanya yang punya power saja sekalipun bodoh yang bisa hidup di sini. 
> berbeda dengan negara tetangga satu saja yang pandai, minta ampun 
> dihargainya mereka, disini kalo mo dihargai kudu ngeluarin duit baru 
> bisa di hargai.
> Ayo mulai sekarang maksimalkan produk dalam negeri, agar kita bisa tahu 
> kualitas bangsa kita dan tidak terlalu bergantung pada mereka. ayo, 
> bantu sodara-sodaramu agar mereka tidak di sebut pendatang haram di 
> negeri yang mengundang mereka untuk membantu kerjaan mereka. jangan 
> egois, tp pedulilah barang sedikit.
> 
> salam
> heru herlambang
> malang
> "Orang yang prihatin dengan bangsa sendiri"
> 

Kirim email ke