saya tidak mempermasalahkan idealis nya, juga termasuk tidak ada ajakan dari saya untuk boikot. yang saya tekankan adalah diri kita, mulailah dari kita memaksimalkan produk dalam negeri, bukan tidak menggunakan / boikot secara besar2an, karena sangat sulit mengakomodir opini untuk menjadi aksi seperti itu karena banyak kepentingan didalamnya, seperti berapa banyak tenaga kerja yang juga tergantung pada produk2 mereka. setidaknya saya dari diri sendiri sudah memulai untuk hal itu. Demonstrasi adalah alternatif dari sekian alternatif lainnya., masih banyak yang bisa lebih optimal tidak mesti menjadi sasaran empuk aparat saat berdemo kan? intinya yang kita tekankan disini adalah bagaimana sikap kita untuk mulai saat ini berusaha memegang prinsip dan mengedepankan sikap tegas terhadap hal-hal seperti ini kita hingga ke anak2 kita.
mudah2an, kita semakin mengedepankan instropeksi ke diri sendiri agar kita kelak di hargai karena kompetensi kita. Pada tanggal 31/10/07, SL. Ibrahim <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > Saya juga idealis asalnya, tapi camana ?, mereka" yang diatas tidak > peduli, didemo ya didemo, sampai dikejar-kejar pulisi. > > Yang ujung"nya berfikir. What for ? Cuma menunjukkan kepedulian doang ? > > Uh ternyata tidak ada artinya. Yang ada bonyok digebukin penghalau masa / > kesikut-sikut masa. > > Saya juga prihatin sama sudara" yang dinegeri orang. Mereka orang banyak > uang ke Malaysia Cuma buat melancong az di hajar. > > Gimana saudara kita yang miskin, kesana cari nafkah karena sudah tidak > bisa bekerja dinegerinya sendiri ! > > kita itu Cuma rakyat kecil, bahkan dengan komunitas besar seperti MX ini, > yang membernya ribuan, tidak bisa berbuat apa"... > > Jadi, ya buat apa pusing sama urusan seperti itu. > > Ada ajakan buat boikot produk Malaysia aja, kita ga sanggup melakukan ?, > malah jadi ejekan. > > Bah, mau peduli gimana. Urusannya jadi cape sendiri. ribut" yang ga jelas > jadinya. > > Terserah mau ngapain kek mereka, yang penting kita punya prinsip sendiri. > > Harusnya ente Bro yang jadi Presiden, jadi bisa memupuk kembali > nasionalisme yang sudah hilang. > > Kedepannya kita harus memilih pemimpin bangsa yang karakternya Indonesia > banget. > > > > Rgds, > > baiem > > > ------------------------------ > > *From:* [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On > Behalf Of *heru herlambang > *Sent:* 30 Oktober 2007 10:59 > *To:* [email protected] > *Subject:* Re: [mxrider] oot Fwd: Fw: [Guyon-Yook] Makin Taik Aja > Malaysia! > > > > bukan masalah itu bro, sedikit banyak hal ini cukup mempengaruhi > perspektif kita terhadap sesuatu, secara mayoritas. kita senang kalo lagu > atau kebudayaan kita di bawakan oleh bangsa lain bahkan bangga. tp tidak > dengan menjadikannya hak komersial dan mengklaim atas miliknya sendiri. ini > yang tidak di benarkan, suatu saat ente nyanyi lagu rasa sayange atau makan > getuk lindri kudu bayar paten kemereka mau??? kalo mereka mengatakan ini > lagu yang sudah umum di kawasan asean bahkan singapura pun pernah > menyanyikannya, tp apa pernah mereka mematenkannya?? ini yang gak bener, tp > gue dah tahu bagai mana ciri bangsa yang beradab itu, asal jangan kita > mengklaim barang mereka milik kita, justru orang kita yang bodoh, beli > barang di sono tp made in indonesia, kayak gue pas di singapura nyaris > ketipu mo beli spatu ternyata made in cibaduyut, bener gak ada indonesianya, > tp gue kan gak bodoh cibaduyut itu dari mana hhehehehhe...... intinya, > sekalipun ini masalah yang berbau politis dan bukan dalam bidang lingkup > bahasan kita, setidaknya kita mulai sekarang mulai membuka mata kita dan > berbenah diri, jangan sampe anak2 kita gak hapal pancasila, atau sumpah > pemuda seperti kejadian beberapa waktu lalu di media tivi. sistem pembenahan > harus lebih di fokuskan lagi, pendidikan sejarah harus di tekankan lebih > dari yang lain, intinya agar mereka tetep memiliki wawasan kebangsaan yang > baik. > Gue jujur, lebih senang jaman orde baru, kenapa?? jaman itu politik dan > ekonomi kita tergolong stabil, wawasan kebangsaan kita benar2 terasa utuh. > sekalipun gue puyeng belajar sejarah indonesia, tp sekarang gue sadar bahwa > hal itu sangat penting. > > sekarang gue kasih pesen sama anak bini gue, sebisa mungkin hindari > berpergian kemalaysia, karena kerabat dekat gue juga beberapa waktu lalu > ketiban sial di sono, sudah nunjukin pasport asli masih di bilang palsu sama > RELA (pamong praja Malaysia), sampai2 harus berurusan di kantor polisi dan > dipaksa nandatangani statement bahwa kerabat gue telah melakukan tindak > pencurian dan telah di jaminkan, padahal dia ada kepentingan bisnis dengan > rekanan disana. Gue sekalipun dari dulu tidak ada cita2 hijrah kalo terpaksa > ke sana, lebih memilih negara lain sekalipun tidak kaya tp masih beradab. > sorry gue bukan cuma subjektif, tp temen kantor gue juga kawin sama orang > malay, dan dia cerita juga disana kalo keadaan disana seperti apa setiap > kali dia berkunjung ke mertuanya. > > So mulai sekarang, ayo, kita pertahankan dan lestarikan budaya bangsa dan > berbuatlah untuk negaramu, lupakan malaysia yang hanya bikin kepala kalian > puyeng, lebih baik gimana caranya IPTN bisa di bangkitkan lagi, karena dulu > gue berkunjung kesana, gue kagum dengan hasil karya bangsa yang bsia sampe > ke negeri korea hingga amerika, bahkan Maleo (Calon mobnas) pun pernah > berada di dalam peti yang siap di kirim ke new zealan dan australia untuk di > pasarkan di sana..... gue tahu bangsa kita pandai, tp yang gue gak tahu, > bangsa kita gampang di perdayai khususnya dengan uang..., guru2 gue juga > banyak di pakai di negeri tetangga, dan selalu bercerita bagaimana mereka > mengajari murid2 disanan bernyanyi lagu nasional indonesia karena mereka > tidak tau lagu daerah atau nasional mereka. Sayang di negara kita, orang > pandai tidak punya tempat, hanya yang punya power saja sekalipun bodoh yang > bisa hidup di sini. berbeda dengan negara tetangga satu saja yang pandai, > minta ampun dihargainya mereka, disini kalo mo dihargai kudu ngeluarin duit > baru bisa di hargai. > Ayo mulai sekarang maksimalkan produk dalam negeri, agar kita bisa tahu > kualitas bangsa kita dan tidak terlalu bergantung pada mereka. ayo, bantu > sodara-sodaramu agar mereka tidak di sebut pendatang haram di negeri yang > mengundang mereka untuk membantu kerjaan mereka. jangan egois, tp pedulilah > barang sedikit. > > salam > heru herlambang > malang > "Orang yang prihatin dengan bangsa sendiri" > > Pada tanggal 30/10/07, *SL. Ibrahim* < [EMAIL PROTECTED]> menulis: > > Duh, biarin az lah malay mo' pake lagu indo. > > Artinya bangsa malay cinta Indonesia…. > > pembelaan kan jelas dibuktikan secara otentik oleh pemerintah kita. > > Bahwa karya" kita yang dibajak adalah murni dari budaya indonesia. > > Atau jangan" karya pengarangnya sudah dibeli malaysia ( secara malaysia > lebih kaya dari indonesia ) > > > > Cape euy dengernya. L > > > > > -- Heru Herlambang Operational Manager Galerinet Cybercafe Malang http://www.galerinet.web.id http://www.galerinet.org/ KSNET Port Malang (Internet Service Provider) http://mxrider.or.id/ http://mx135.multiply.com milis: [EMAIL PROTECTED]
