Dear pak Muji, 

Apa kelihatannya pak SBY tidak mau melakukan perubahan ?? jika iya!  besok2 
kita tagih janjinya.
 masalah kita adalah hal yang sudah terjadi. bukannya tidak mau berubah. 
kalau hal yang sudah dilakukan dengan biaya yang besar sekali, tenaga dan waktu 
juga hilang, lalu sudah didapat hasilnya. maka,kita  harus  berjiwa besar 
menerimanya. soal curang soal lainnya kan itu sangat relatif, masalahnya ketiga 
tiganya melakukan kecurangan.
tapi terlalu sulit melakukan kecurangan hingga kalah telak.

kita bisa lihat dari partai JK, partai terbesar sebelumnya dan sangat solid, 
bukankah dalam partai itu juga ada sesuatu yang kita tidak tahu apa yang tejadi 
hingga dapat angka seperti itu. ingat zaman2 lalu, parati Jk dianggap selalu 
juga curang. tapi kali ini kenapa hingga kedodoran begitu ?

nah jadi masalahnya bukan masyarakat tidak mau perubahan, jika saja semua 
kontestan, mau berjiwa arif dan bisa melakukan kampanye lebih sopan dan terpuji 
tidaklah mungkin JK dan Mega bisa menang.
dari dulu masyarakat indonesia memilih orang yang teraniaya. jika hal itu 
diulang lagi oleh petingi-petingi kita apakh mayarakat jadi salah ?

masyarakt juga inginpeubahan , tapi dalam masa kampanye ,mereka merasa ada yang 
dizolimi, nah yang dizolimi yang dipilih. itupilihan rakyat, belum lagi yang 
milih hanya karena ganteng keren dan pandai nyanyi. dsb lah.

jadi ukan tidak mau perubhan, tapi kita jalani apa yag sudah tejadi secara 
demokarsi ini. jika ada yang lain kita harus komplain. jika tidak bisa kita 
yang salah. kenapa semua milih SBY.
tapikan kali ini kita juga harus yakin beliau juga ingin perubahan.

Insyaallah semuanya berjalan lancar. rasanya itu lebih penting kita doakan, 
dari pada kita berjalan mundur. 

Libur lagi.....libur lagi....seneng..sih........

salam,
Ft.



  ----- Original Message ----- 
  From: Mujibur 
  To: [email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] 
  Sent: Saturday, July 25, 2009 12:09 PM
  Subject: RE: -:: Milist NB::- Hasil Pilpres bisa Batal .


    
  Hi pak Tan

  Setelah saya baca maka saya dapat menyarankan dari argument bapak :



    1.. Hak masing2 individu atas pilihannya, tetapi kita juga harus mempunyai 
planning 5 tahun kedepan dengan mengajukan 
  Pertanyaan ke diri sendiri : Apakah saya masih bertahan hidup untuk 5 tahun 
kedepan lagi dengan kondisi yang terjadi selama 5 tahun

  sebelumnya ( kita analisa sendiri ) ? 

  Kalau saya pribadi maunya perubahan….

    2.. Kita ngga usah pusing2 amat, kita tonton aja Acara di TV tentang 
kenyataan rakyat kita misalnya acara JIKA AKU MENJADI DI TRANS TV, 
  Kita lihat juga tetangga kita  apakah mereka susah apa ngga? Atau lihat aja 
di jalan2 masih banyak ngga pengemis?



  Kesimpulan dari saya, segala sesuatu harus FAIR dalam arti JUJUR jika 
melaksanakan sesuatu kegiatan, Pemimpin yang baik harus berjiwa

  NEGARAWAN 

  Perubahan menurut saya adalah sesuatu yang tidak relavan dengan keadaan yang 
sebelumnya dan tidak akan terulang kembali serta memberikan 

  Hasil yang terbaru.



  Sekali lagi saya hanya mohon maaf jika tulisan saya ini tidak sesuai dengan 
keinginan atau menyinggung yang lainnya,

  Ini hanya wacana dari hati saya sendiri dan tidak ada maksud lain




------------------------------------------------------------------------------




------------------------------------------------------------------------------

  From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Tan (Lionwings)
  Sent: Saturday, July 25, 2009 11:18 AM
  To: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]
  Subject: Re: -:: Milist NB::- Hasil Pilpres bisa Batal .



    

    

  Oh gitu pak, saya pikir bohong dan Ulang adalah dua hal yang berbeda.



  karena kalau rakyat 60% lebih memilih SBY kan tidak bohong dong !! (Rakyatnya 
).



  soalnya gini, kalau diulang juga, lalu  pak SBY yang menang lagi,  masa ulang 
lagi ???. lah iya karena kepercayaannya katanya dibohongi??

  lalu samapi kapan mau ulang lagi terus ???



  Seperti posting saya pertama, bahwa saya dan masyarakat umum pada dasarnya 
adalah pekerja (lebih banyak Presentasinya ), nah kita2 ini senang pak kalau 
libur lagi, libur lagi.

   lalu masa ulang lagi,ulang lagi.  jelas ini lebih kuat desakannya  karena 
60% yang milih SBY.



  bahkan jika presidenya Mega atau juga JK. saya akan yakin bahwa beliau2 itu 
pasti ingin yang terbaik buat Indonesia. tapikan bisa saja yang 60% pemilih 
bilang mereka berdua bohong juga.



  nah kalau saya SBY bisa ngebohongi 60% masyarakat Indonesia, nah  yang 
salahkan masyarakatnya.



   jadi kita lihat saja dulu. karena jika pak Wal bilang menyesal 5 tahun Yad. 



  nah kalau kita pilih JK atau Mega pun rasa itu akan sama kadarnya. karena 
semuanya belum teruji.semuanya juga bohong dan semuanya juga hanya janji. 



  Tapi karena SBY  menang kali ini nah buat apa kita buang2 waktu.



  karena kadarnya akan sama kalau kita hanya berpikir begitu. (siapapun yang 
terpilih )



  yang  harus kita pikirkan bahwa saat ini 60% lebih pilih SBY, nah kalau KPU 
kerluar jumlahnya jadi 70 % mau bicara apalagi, padahal 



  sebelumnya kan bicaranya lihat KPU dulu jangan Quick Count.



  kapan abisnya masalah jika kita hanya bekutat di situ. padahal waktu sudah 
berjalan terus.



  padahal masalahnya hanya berjiwa besar dan menerima apa yang sudah dilakukan 
secara demokratis, yang kita lalui masih dalam tahap belajar2 ini.



  soal teror bom siapun kaga tahu . tukang ramal saja hanya bicara setelah 
kejadian, bahkan beri kabar kaget2an, bahwa akan ada lagi.



  jadi soal bom yang salah Yang ngebom itu bukan SBY. karena jika Mega jadi 
atau JK jadi bisa saja Bom itu tetap meledak, karena motifnya juga kita kaga 
tahu apa ?

  semua kaya penonton. analisa nya, kira2 doang. semua penonton biasanya lebih 
pandai dari yang main.



  ada yang bilang bom dirakit dalam hotel, lalu ada lagi yang bilang nonsen 
jika dirakit dalam hotel. dua2nya argumentasi masuk akal ,tapikan sifatnya 
dua2nya spekulasi.

  nah pilpres juga gitu, siapuan presidenya sifatnya masih spekulasi, tapi 
yakin niatnya semua pasti baik. kalau gagal banyak faktor, karena jika tidak 
didukung siapaun presidenya pasti gagal.



  nah bukinya dari zaman Sukarno hingga zaman SBY, peringkat negara miskin yang 
kesekian itu kaga ningkat-ningkat. jadi mau diapain juga sulit, jika kita tidak 
kerja sama.



  Dikantor saya ada atasan memerintah keras. ini jalan samapi tujuan.

  lalu atsan bagian lain lemah lembut juga jalan dengan mulus. karena semua 
didukung anak buahnya.



  tapi jika bagian yang keras, lalu ada yang tidak setuju , lalu neka -neko 
,lalu bikin aturan yang lain atau tidak ikut perintah  ,jelas yakin akan 
amburadul.



  sama,

  bagian yang lemah lembut, lalu dikacaukan oleh yang keras. kaga jalan juga.



  ada pepatah banyak jalan menuju Roma.



  jadi bisa lewat priok, lewat Cengkareng, lewat ciliwung atau cisandane juga 
sampai.  hanya beda2 waktu sampainya. tapi tetap akan sampai. kalau  satu 
tujuan, tapi jikalau  dirong-rong lewat manapun kaga sampai2 ke Roma.nah itulah 
kita !!



   itulah negara kita, kaga sampai sampai karena dipecah - belah mulu mau, 
sejak jaman belanda hingga kini,kita kaga bisa bersatu.!



  rasanya cukup panjang lebar tuh mas Wal.



  ini niat baik, jika tulisan ini dibantah juga ,yang sama pasti kaga akan 
sampai2.

  bukan artinya tulisan saya minta kaga dibantah dan serba benar. tapi minimum 
ini pikiran umum dan standard. bahwa kebenaran itu memang begitu. nah kalau 
kita semua sama kita akan sampai puncak, kalau beda samapi kapanpun kita masih 
didasar.

  salam,

  Ft.





    ----- Original Message ----- 

    From: Wal Suparmo 

    To: [email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] 

    Sent: Saturday, July 25, 2009 4:46 AM

    Subject: Re: -:: Milist NB::- Hasil Pilpres bisa Batal .



    Salam,
    Pilpres lebih baik diulang daripada menyesal 5 tahun yad.
    Belum pasti jadi presiden sudah mulai ketahuan kebohongannya yang bertubi2 
dan kelemahannya sehingga teror bom bisa terjadi.
    Wsalam,
    Wal Suparmo




  

Kirim email ke