Mas Wal,
lah pi ye , masa ada Bom , SBY katanya Menampung (piara) mereka / gol Ekstrim 
?. masalah ini sulit loh mas, soal bom dan soal rejeki itu sama sulitnya 
ditebak.
yang awal kita bicarkan hanya pokok masalah bahwa pilpres sudah jalan dan yang 
di pilih masyarakat adalah SBY. itu saja dulu. jangan kita melebar kesana 
kemari. soal Bom kita tidak tahu alasannya apa ?
tapi soal pilpres sudah ketahuan bahwa SBY yang terpilih. lalu jangan dikaitkan 
dengan yang lain nya dulu untuk tidak menjadikan beliau presiden. itu aja. 
karena kan maunya demokarsi, sudah dijalankan ,lalu maunya hasil KPU ,sudah di 
umumkan, nah sekarang mau apalagi, kaga mau tanda tangan ??
kan aneh  jadinya. 
Soal fondamentalis itu juga sulit pak wal, karena masalah ini juga masih semu 
sekali buat pengikutnya, ini disebbakan mereka arah nya masih tetap memakai 
ajaran Islam, nah buat pengikut diindonesia mereka hanya berpikiran agama 
islamnya, yang lainnya mereka tidak mengerti.

nah jika pemerintah terlalu gegabah dalam hal ini, pada akirnya ormas2 islam 
lainya yang jadi ribut dan ramai. seolah-olah Pemerintah anti Islam. akirnya 
ini bahkan dimanfaatkan lawan politiknya.

lain seperti yang di katakan surat kabar dan TV -TV.  Rakyat malaysia, 
singapura itu tidak mendukung gerakan2 fondamentalis, jadi sulit berkembang. 
jadi soal ini tidak terlalu mudah diIndonesia bahwa pak wal katakan pemerintah 
seolah olah dengan sengaja memelihara gol ini.
Demikian kira2 sharing dari saya Mas Wal.
salam,
Ft.




  ----- Original Message ----- 
  From: Wal Suparmo 
  To: [email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] 
  Sent: Sunday, July 26, 2009 12:58 AM
  Subject: Re: -:: Milist NB::- Hasil Pilpres bisa Batal .


    Salam,
        Anda benar juga  dan SBY harus diakui sebagai presiden RI tahun 
2009-2014.
        SBY  hanya menulai apa  yang ditanamnya.Jika nanti ada serangan bom 
teroris lagi itu adalah akibatnya menampung golongan ektrim/fondamentalis 
dengan alasan demokrasi dan HAM.
        Wasalam
        Wal Suparmo

        --- Pada Sab, 25/7/09, Tan (Lionwings) <[email protected]> menulis:


          Dari: Tan (Lionwings) <[email protected]>
          Judul: Re: -:: Milist NB::- Hasil Pilpres bisa Batal .
          Kepada: [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected]
          Tanggal: Sabtu, 25 Juli, 2009, 11:18 AM


            
           

          Oh gitu pak, saya pikir bohong dan Ulang adalah dua hal yang berbeda.

          karena kalau rakyat 60% lebih memilih SBY kan tidak bohong dong !! 
(Rakyatnya ).

          soalnya gini, kalau diulang juga, lalu  pak SBY yang menang lagi,  
masa ulang lagi ???. lah iya karena kepercayaannya katanya dibohongi??
          lalu samapi kapan mau ulang lagi terus ???

          Seperti posting saya pertama, bahwa saya dan masyarakat umum pada 
dasarnya adalah pekerja (lebih banyak Presentasinya ), nah kita2 ini senang pak 
kalau libur lagi, libur lagi.
           lalu masa ulang lagi,ulang lagi.  jelas ini lebih kuat desakannya  
karena 60% yang milih SBY.

          bahkan jika presidenya Mega atau juga JK. saya akan yakin bahwa 
beliau2 itu pasti ingin yang terbaik buat Indonesia. tapikan bisa saja yang 60% 
pemilih bilang mereka berdua bohong juga.

          nah kalau saya SBY bisa ngebohongi 60% masyarakat Indonesia, nah  
yang salahkan masyarakatnya.

           jadi kita lihat saja dulu. karena jika pak Wal bilang menyesal 5 
tahun Yad. 

          nah kalau kita pilih JK atau Mega pun rasa itu akan sama kadarnya. 
karena semuanya belum teruji.semuanya juga bohong dan semuanya juga hanya 
janji. 

          Tapi karena SBY  menang kali ini nah buat apa kita buang2 waktu.

          karena kadarnya akan sama kalau kita hanya berpikir begitu. (siapapun 
yang terpilih )

          yang  harus kita pikirkan bahwa saat ini 60% lebih pilih SBY, nah 
kalau KPU kerluar jumlahnya jadi 70 % mau bicara apalagi, padahal 

          sebelumnya kan bicaranya lihat KPU dulu jangan Quick Count.

          kapan abisnya masalah jika kita hanya bekutat di situ. padahal waktu 
sudah berjalan terus.

          padahal masalahnya hanya berjiwa besar dan menerima apa yang sudah 
dilakukan secara demokratis, yang kita lalui masih dalam tahap belajar2 ini.

          soal teror bom siapun kaga tahu . tukang ramal saja hanya bicara 
setelah kejadian, bahkan beri kabar kaget2an, bahwa akan ada lagi.

          jadi soal bom yang salah Yang ngebom itu bukan SBY. karena jika Mega 
jadi atau JK jadi bisa saja Bom itu tetap meledak, karena motifnya juga kita 
kaga tahu apa ?
          semua kaya penonton. analisa nya, kira2 doang. semua penonton 
biasanya lebih pandai dari yang main.

          ada yang bilang bom dirakit dalam hotel, lalu ada lagi yang bilang 
nonsen jika dirakit dalam hotel. dua2nya argumentasi masuk akal ,tapikan 
sifatnya dua2nya spekulasi.
          nah pilpres juga gitu, siapuan presidenya sifatnya masih spekulasi, 
tapi yakin niatnya semua pasti baik. kalau gagal banyak faktor, karena jika 
tidak didukung siapaun presidenya pasti gagal.

          nah bukinya dari zaman Sukarno hingga zaman SBY, peringkat negara 
miskin yang kesekian itu kaga ningkat-ningkat. jadi mau diapain juga sulit, 
jika kita tidak kerja sama.

          Dikantor saya ada atasan memerintah keras. ini jalan samapi tujuan.
          lalu atsan bagian lain lemah lembut juga jalan dengan mulus. karena 
semua didukung anak buahnya.

          tapi jika bagian yang keras, lalu ada yang tidak setuju , lalu neka 
-neko ,lalu bikin aturan yang lain atau tidak ikut perintah  ,jelas yakin akan 
amburadul.

          sama,
          bagian yang lemah lembut, lalu dikacaukan oleh yang keras. kaga jalan 
juga.

          ada pepatah banyak jalan menuju Roma.

          jadi bisa lewat priok, lewat Cengkareng, lewat ciliwung atau 
cisandane juga sampai.  hanya beda2 waktu sampainya. tapi tetap akan sampai. 
kalau  satu tujuan, tapi jikalau  dirong-rong lewat manapun kaga sampai2 ke 
Roma.nah itulah kita !!

           itulah negara kita, kaga sampai sampai karena dipecah - belah mulu 
mau, sejak jaman belanda hingga kini,kita kaga bisa bersatu.!

          rasanya cukup panjang lebar tuh mas Wal.

          ini niat baik, jika tulisan ini dibantah juga ,yang sama pasti kaga 
akan sampai2.
          bukan artinya tulisan saya minta kaga dibantah dan serba benar. tapi 
minimum ini pikiran umum dan standard. bahwa kebenaran itu memang begitu. nah 
kalau kita semua sama kita akan sampai puncak, kalau beda samapi kapanpun kita 
masih didasar.
          salam,
          Ft.


            ----- Original Message ----- 
            From: Wal Suparmo 
            To: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com ; ekonomi-nasional@ 
yahoogroups. com ; Forum-Pembaca- kom...@yahoogrou ps.com ; eramus...@yahoogrou 
ps.com ; mediac...@yahoogrou ps.com ; syiar-islam@ yahoogroups. com ; 
sab...@yahoogroups. com 
            Sent: Saturday, July 25, 2009 4:46 AM
            Subject: Re: -:: Milist NB::- Hasil Pilpres bisa Batal .


            Salam,
            Pilpres lebih baik diulang daripada menyesal 5 tahun yad.
            Belum pasti jadi presiden sudah mulai ketahuan kebohongannya yang 
bertubi2 dan kelemahannya sehingga teror bom bisa terjadi.
            Wsalam,
            Wal Suparmo


       




------------------------------------------------------------------------------
  Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang! 

  

Kirim email ke