Salam,
Anda benar juga  dan SBY harus diakui sebagai presiden RI tahun 2009-2014.
SBY  hanya menulai apa  yang ditanamnya.Jika nanti ada serangan bom teroris 
lagi itu adalah akibatnya menampung golongan ektrim/fondamentalis dengan alasan 
demokrasi dan HAM.
Wasalam
Wal Suparmo

--- Pada Sab, 25/7/09, Tan (Lionwings) <[email protected]> menulis:

Dari: Tan (Lionwings) <[email protected]>
Judul: Re: -:: Milist NB::- Hasil Pilpres bisa Batal .
Kepada: [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected]
Tanggal: Sabtu, 25 Juli, 2009, 11:18 AM






 




    
                  


Oh gitu pak, saya pikir bohong dan Ulang adalah dua 
hal yang berbeda.
 
karena kalau rakyat 60% lebih memilih SBY kan tidak 
bohong dong !! (Rakyatnya ).
 
soalnya gini, kalau diulang juga, lalu  pak 
SBY yang menang lagi,  masa ulang lagi ???. lah iya karena kepercayaannya 
katanya dibohongi??
lalu samapi kapan mau ulang lagi terus 
???
 
Seperti posting saya pertama, bahwa saya dan 
masyarakat umum pada dasarnya adalah pekerja (lebih banyak Presentasinya ), nah 
kita2 ini senang pak kalau libur lagi, libur lagi.
 lalu masa ulang lagi,ulang lagi.  jelas 
ini lebih kuat desakannya  karena 60% yang milih SBY.
 
bahkan jika presidenya Mega atau juga JK. saya 
akan yakin bahwa beliau2 itu pasti ingin yang terbaik buat Indonesia. tapikan 
bisa saja yang 60% pemilih bilang mereka berdua bohong juga.
 
nah kalau saya SBY bisa ngebohongi 60% masyarakat 
Indonesia, nah  yang salahkan masyarakatnya.
 
 jadi kita lihat saja dulu. karena jika pak 
Wal bilang menyesal 5 tahun Yad. 
 
nah kalau kita pilih JK atau Mega pun rasa itu akan 
sama kadarnya. karena semuanya belum teruji.semuanya juga bohong dan semuanya 
juga hanya janji. 
 
Tapi karena SBY  menang kali ini nah buat apa 
kita buang2 waktu.
 
karena kadarnya akan sama kalau kita hanya berpikir 
begitu. (siapapun yang terpilih )
 
yang  harus kita pikirkan bahwa saat ini 60% 
lebih pilih SBY, nah kalau KPU kerluar jumlahnya jadi 70 % mau bicara 
apalagi, padahal 
 
sebelumnya kan bicaranya lihat KPU dulu jangan 
Quick Count.
 
kapan abisnya masalah jika kita hanya bekutat di 
situ. padahal waktu sudah berjalan terus.
 
padahal masalahnya hanya berjiwa besar dan menerima 
apa yang sudah dilakukan secara demokratis, yang kita lalui masih dalam tahap 
belajar2 ini.
 
soal teror bom siapun kaga tahu . tukang ramal saja 
hanya bicara setelah kejadian, bahkan beri kabar kaget2an, bahwa akan ada 
lagi.
 
jadi soal bom yang salah Yang ngebom itu bukan SBY. 
karena jika Mega jadi atau JK jadi bisa saja Bom itu tetap meledak, karena 
motifnya juga kita kaga tahu apa ?
semua kaya penonton. analisa nya, kira2 doang. 
semua penonton biasanya lebih pandai dari yang main.
 
ada yang bilang bom dirakit dalam hotel, lalu ada 
lagi yang bilang nonsen jika dirakit dalam hotel. dua2nya argumentasi masuk 
akal 
,tapikan sifatnya dua2nya spekulasi.
nah pilpres juga gitu, siapuan presidenya sifatnya 
masih spekulasi, tapi yakin niatnya semua pasti baik. kalau gagal banyak 
faktor, 
karena jika tidak didukung siapaun presidenya pasti gagal.
 
nah bukinya dari zaman Sukarno hingga zaman SBY, 
peringkat negara miskin yang kesekian itu kaga ningkat-ningkat. jadi mau 
diapain 
juga sulit, jika kita tidak kerja sama.
 
Dikantor saya ada atasan memerintah keras. ini 
jalan samapi tujuan.
lalu atsan bagian lain lemah lembut juga jalan 
dengan mulus. karena semua didukung anak buahnya.
 
tapi jika bagian yang keras, lalu ada yang tidak 
setuju , lalu neka -neko ,lalu bikin aturan yang lain atau tidak ikut perintah 
 ,jelas yakin akan amburadul.
 
sama,
bagian yang lemah lembut, lalu dikacaukan oleh yang 
keras. kaga jalan juga.
 
ada pepatah banyak jalan menuju Roma.
 
jadi bisa lewat priok, lewat Cengkareng, lewat 
ciliwung atau cisandane juga sampai.  hanya beda2 waktu sampainya. 
tapi tetap akan sampai. kalau  satu tujuan, tapi jikalau  dirong-rong 
lewat manapun kaga sampai2 ke Roma.nah itulah kita !!
 
 itulah negara kita, kaga sampai sampai karena 
dipecah - belah mulu mau, sejak jaman belanda hingga kini,kita kaga bisa 
bersatu.!
 
rasanya cukup panjang lebar tuh mas 
Wal.
 
ini niat baik, jika tulisan ini dibantah juga ,yang 
sama pasti kaga akan sampai2.
bukan artinya tulisan saya minta kaga dibantah dan 
serba benar. tapi minimum ini pikiran umum dan standard. bahwa kebenaran itu 
memang begitu. nah kalau kita semua sama kita akan sampai puncak, kalau beda 
samapi kapanpun kita masih didasar.
salam,
Ft.
 
 

  ----- Original Message ----- 
  From: 
  Wal 
  Suparmo 
  To: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com 
  ; ekonomi-nasional@ yahoogroups. com 
  ; Forum-Pembaca- kom...@yahoogrou ps.com 
  ; eramus...@yahoogrou ps.com ; mediac...@yahoogrou ps.com ; syiar-islam@ 
yahoogroups. com ; sab...@yahoogroups. com 
  Sent: Saturday, July 25, 2009 4:46 
  AM
  Subject: Re: -:: Milist NB::- Hasil 
  Pilpres bisa Batal .
  
Salam,
Pilpres lebih baik 
  diulang daripada menyesal 5 tahun yad.
Belum pasti jadi presiden sudah 
  mulai ketahuan kebohongannya yang bertubi2 dan kelemahannya sehingga teror 
bom 
  bisa terjadi.
Wsalam,
Wal Suparmo



  

 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Lebih aman saat online. Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih 
cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. 
Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer/

Kirim email ke