Siang mbak Suci, urun rembug ya, saya setuju banget nih dengan masukan pak 
Yusuf, prt-bs dan semua staf rt, adalah bagian dr kel n tim kerja kt dlm 
memanage rt, saya ibu bekerja juga, ke 2 prt saya sudah 14 thn dan 10 thn, 
sejak kami menikah sampai skrg, syukurlah aman2 saja. Sy sungguh berterimakasih 
mereka mampu menjaga kepercayaan km dlm mengasuh anak2. Salah satu resep km 
hanyalah membawa mereka dlm suasana kekeluargaan dan kebersamaan tanpa 
meninggalkan ketegasan kita sebagai user, aturan-aturan yg jelas dan baku perlu 
ditegaskan sejak awal. Hanya saja kita mesti pandai-pandai mengatur/mensiasati 
bagaimana cara mendidik prt kt, meminta mrk melakukan tugas2nya seperti yg kita 
harapkan tanpa terkesan kita sewenang2. Karena toh kt pun sangat membutuhkan 
tenaganya ....... he he he.....seni berkomunikasi ternyata sangat diperlukan 
....dan kesabaran yang lebih panjaaaaang ... Semoga membantu.

regards:

Diana Fsm
(http://rightsvoiceofchildren.blogspot.com)



----- Original Message ----
From: Suci Lestari <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, October 9, 2008 10:09:17 AM
Subject: Re: [parentsguide] Maaf tentang PRT/BS


Hai pak Yusuf, salam kenal....
 
Wah hebat ya...pembantun di rumah bisa betah kerja selama 8 tahun....
 
Saya ada satu pertanyaan yang menggelitik nih
Biasa pembantu yg betah/awet dengan kita, minta resign krn mau married pak...
Pembantu bapak sesudah married masih tetap bekerja?
 
Terima Kasih 
 
Salam
Suci
 



----- Original Message ----
From: M Yusuf <[EMAIL PROTECTED] id>
To: parentsguide@ yahoogroups. com
Sent: Wednesday, October 8, 2008 5:01:11 PM
Subject: [parentsguide] Maaf tentang PRT/BS


mommy andrew at 08/10/2008 13:27 wrote:
>Jangan tertipu lah dengan yayasan yang mengklaim bonafid dengan uang
>admin yang mahal dan gaji sus yang tinggi... mutunya sama aja kaya
>pembantu, selain belagu, karyawan pengurusnya juga lebih parah...
>sakit hati rasanya, kita keluar uang begitu besar dengan harapan dapet
>yang terbaik... ternyata... mereka semena2 terhadap rumah kita, anak
>kita...

***Saya sejak awal ikut milis ini, selalu ada email
yang berkaitan dengan PRT atau BS.
Entah komplain, minta tolong dicarikan dan lainnya.

Saya kira hal itu wajar di zaman sekarang ini,
dimana para wanita (ibu) juga bekerja.
Saya juga pernah mengalami hal itu.

Namun beberapa email terakhir kok komplainnya tentang BS
kok jelek sekali ya,...
Maaf seperti sampai jijik dengan BS-nya.
Sehingga tidak berkenan BS-nya duduk di ranjang
(apalagi kalau sampai rebahan ya,...)

Saya sama istri punya komitmen kalau PRT/BS
adalah anggota keluarga besar kita.
Jadi kita tidak perhitungan dengan mereka.
Mereka jelas beda dengan pegawai atau karyawa kita yang lain.
Kenapa ? Karena mereka berkaitan dengan buah hati kita.
Ini sangat riskan, apalagi kalau kedua orang tua bekerja.

Buah hati kita adalah masa depan kita.
Kita bekerja juga untuk mereka.
Jadi kalau kita (istri) punya komitmen untuk bekerja
harus tahu konsekuensinya.
Kita memerlukan orang lain entah PRT/BS yang mengasuh anak kita.

Sehingga di sini kita harus memberikan suatu kerjasama yang bagus.
Manusia bukan robot. Mereka juga punya hati.
Kalau kita 'mengorangkan' mereka, dia akan juga 'mengorangkan' kita.
Gaji tinggi tidaklah semata-mata bisa membuat sebuah kerjasama.

Sama pernah bilang sama istri, kalau kamu complain dengan PRT/BS,
yang salah adalah kamu. Kenapa kamu tidak mengajri mereka dengan telaten.
Kenapa kalau kita di kantor bisa mengajar karyawan baru kita dengan telaten,
PRT/BS baru kita tidak.

Saya pernah menegur sama istri, kenapa PRT baru tidak diajari mencuci 
dan strika.
Diajari sih, tapi hanya diomongin. Saya sendiri sampai mengajari secara praktek
bagaimana mencuci dan setrika.
Tidak hanya sehari dua hari, namun saya awasi sampai benar-benar kita 
merasa sreg.
Tentu saja ini capek..

Pernah sampai suatu ketika istri complain berat sama PRT/BS,
saya bilang kalau kamu nggak cocok kenapa nggak diganti saja.
"Susah nyarinya dan capel adaptasinya, " kata istri.
Lha, kalau begitu kenapa kamu nggak di rumah saja ?

Saya bilang kamu kerja punya konsekuensi.
Dan kodratmu sebagai istri dan ibu rumah tangga tetap,
maka kalau kamu tetap kerja seharusnya gajimu harus diberikan semua kepadanya.
Minimal sebagian besar kepadanya.
Karena kamu mempercayakan masa depan kita padanya.
Bukan main-main.

Buah hati bukanlah percobaan.
Dan kita tidak bisa memutar waktu kalau nanti anak kita jadi durhaka misal.
(keponakan saya yang masih kelas 2 SMA sekarang bermasalah,
saya kasihan melihat adik (orangtuanya) ).

Jadi kalau memang berkomitmen bekerja, seharusnya kita memang 
menghargai para PRT/BS kita.
Apalagi kalau melihat latar belakang pendidikan, sosial dan ekonomi mereka.
Kalau sedikit baik saja entah pendidikannya dan lainnya
mereka mending milih jadi TKI.
Gajinya bisa berlipat-lipat denga pekerjaan yang sama.

Saya ingin menulis banyak, sangking banyaknya
saya bingung mulai dari mana berkahir di mana.
Mungkin kapan-kapan saya menulis sebagai artikel enerlife,
http://m.yusuf. web.id/v20/ enerlife.

PRT saya sekarang saya miliki sejak pertama saya miliki PRT sendiri,
yakni Zidan berumur 6 bulan.
Dan sampai sekarang Zidan berumur 8 tahun masih bersama kita.

Mohon maaf, atas tulisan saya ini.

Terima kasih
M.Yusuf.web. id
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Membuat program yang baik dan rapi meringankan separuh pekerjaan.
- [Pepatah] -
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -


    


      

Kirim email ke