Leni S. at 09/10/2008 14:43 wrote:
>Begitu Pak Yusuf .... maaf, Anda mengajarkan bagaimana mengorangkan 
>PRT/BS, sadarkan Anda berbicara dengan siapa? Kedengarannya seperti 
>prejudice bahwa Maxine tidak mengorangkan PRT/BSnya. Kami para Ibu 
>ataupun majikan, bisa berfikir bagaimana memperlakukan PRT/BS dan 
>diberi kapasitas untuk merealisasikannya. Sementara PRT/BS terkadang 
>memiliki keterbatasan untuk dapat memperlakukan majikannya dengan 
>baik. Bekerja tidak sesuai gaji yang diberikan, kemalasan, pencurian 
>dan lain-lain. Tidak jarang juga PRT/BS mengaku berpengalaman tapi 
>kenyataannya masih tetap harus diajarkan ini dan itu.

***Hmm,... terima kasih mbak Leni komentarnya.
Saya salut sama sampeyan punya prinsip seperti itu.
Saya saja tidak sampai melakukan hal itu (membayarkan cicilan dll).
Tapi saya percaya selama kita ikhlas melakukannya,
pasti ada balasannya, cepat atau lambat, ke kita atau keturunannya.
(saya tahu ada orang yang bercerita bahwa kekayaannya ini
mungkin karena perilaku orang tuanya).

Ketika saya menulis itu, saya tak tahu siapa yang dimaksud,
karena itu saya tak menyebut nama.
Namun berbekal pengamatan saya (seperti cerita tetangga saya),
saya merasa ada ha yang kurang kita lakukan yakni:
mengorangkan orang.
Begitu.

Bagaimana mbak Leni, benarkah pendapat saya ?



   Terima kasih
   M.Yusuf.web.id
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
   Ketenangan dan ketentraman jiwa menyebabkan akal mampu 
mengendalikan lidah sehingga tidak berkata-kata,
   kecuali dengan penuh pertimbangan dan hati-hati tanpa didorong emosi.
   - [Ulama] -
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kirim email ke