.:merry:. at 09/10/2008 12:17 wrote:
>Jd aq krg setuju dg pendapat dr P.Yusuf....kalo PRT/BS yg d larang 
>duduk d ranjang sdh d anggap tdk "mengorangkan" mreka sbg pekerja! 
>Terkecuali s mba davi sampe melarang mreka duduk d kursi & harus 
>duduk d lantai krn status mreka yg hanya sbg pekerja, nah itu baru 
>bisa d katakan kalo mba davi tdk mengorangkan mreka sbg pekerja....
>Slama sebatas itu daerah privasi yah aq msh menggangap hal itu wajar aja!

Hmm,... tentu saja ini kasuistis.
Kalau sekali dua kali sih oke, karena mungkin saja ketidaktahuan dia.
Kita wajib memberitahu.
(tapi ini sebenarnya susah, kecuali kalau kamar dikunci.
Apakah kita yakin bahwa mereka tidak ke kamar kita
terus malah tidur di sana ?)
Kalau kita sudah memberitahu, minimal dia tahu salahnya.

Intinya mereka juga manusia seperti kita.
Mereka punya hati, perasaan, keinginan, emosi, pikiran dan lainnya.
Yang membedakan kita dan dia mungkin nasib.
Siapa yang mau dilahirkan dari keluarga miskin
sehingga tidak bisa sekolah tinggi?
Seperti kata mbak Yusri kalau pintar,
pasti nggak mau jadi PRT, tapi manager
(padahal banyak juga manager nggak pintar tapi karena nasib
yakni jadi anaknya bos he.. he..)

Kita dudukkan mereka sebagai kodratnya.
Tentu saja pasti ada yang menukas, saya sudah melakukan seperti itu,
tapi ya sama saja.

Kalau hal ini, saya ingat waktu sakit lumpuh total
(dari leher ke bawah tidak bisa bergerak sama sekali).
"Kok pak Yusuf bisa sakit seperti itu ya,
bukankah pak Yusuf suka olah raga ?"
Ya, tidak hanya rutin berolah raga namun saya juga memperhatikan
bagaimana supaya bisa hidup sehat:
menjaga makanan yang masuk, tidak merokok, tidak minum minuman keras dll.

Ya, saya hanya jawab dalam hati,
"saya saja seperti ini bisa saja sakit, apalagi kamu."
Kalau yang belajar sungguh-sungguh bisa saja gagal SNMPTN,
apalagi yang tidak belajar.

Yang jelas ini semua adalah ikhtiar kita,
ditambah doa tentu hasilnya bisa baik.
Tapi kalau masih tidak seperti diharapkan,
ya kita tawakkal saja, ikhlas.

Tidak ada salahnya mengorangkan orang.
Tidak ada yang dirugikan dengan apa yang kita lakukan.
Justru jadi positif, misal: jadi pembelajaran bagi anak-anak kita.

Mohon maaf kalau ada yang kurang pas.
Silakan dikoreksi kalau saya salah.

   Terima kasih
   M.Yusuf.web.id
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
   Rasulullah SAW bersabda,
   "Janganlah melakukan shalat saat hidangan makanan sudah disiapkan
   serta jangan pula memulai shalat dalam keadaan menahan kencing
   dan buang air besar (termasuk menahan kentut)."
   - [HR Ibnu Hibban] -
   
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kirim email ke