Dirjen lain sudah menikmati TKT, sementara DJPBN sendiri masih berkutat masalah 
SOP. Ini membuktikan kalau Pimpinan DJPBN sendiri tidak pernah respon terhadap 
kesejahteraan pegawainya. Jika ada Respon pun, pasti terlambat karena yang lain 
sudah START duluan alias PLAGIAT

Hal-hal yang berkaitan dengan Kepegawaian, sejak zamannya DJA dulu sampai DJPB 
memang selalu luput dari perhatian pimpinan kita. Mulai dari soal Pengembangan 
Pegawai, Karir,  Peningkatan Mutu SDM, Mutasi, sampai soal Kesejahteraan. 
Semuanya seperti berjalan ditempat. Orang lain sudah sampai ke ujung, sementara 
kita separoh jalan juga belum nyampai.

Bagaimana kita bisa loyal, sementara Pimpinan DJPBN sendiri tidak tanggap dan 
respon terhadap Anak Buah. Keegoisan zamannya "Rezim Lama" rupanya memang masih 
 membekas  dan masih manjadi tradisi  dari Para Pimpinan kita.
Segala kritikan dan masukan dari bawah hanyalah angin lewat,  tanpa jejak. 

Wahai Bapak/Ibu kita yang terhormat, kenapa kita tidak berusaha untuk menjadi 
yang lebih baik dan terbaik, kenapa tidak berusaha menjadi pelopor dan 
terpelopor. Kenapa harus puruk dan terpuruk terus. Apa memang begini gambaran 
nasib DJPBN.

Pada akhirnya memang tetap harus kembali ke Pepatah lama: "Lebih baik terlambat 
daripada tidak ada usaha sama sekali". Walaupun mungkin resikonya keburu mati 
duluan. Wassalam.


 

       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke