Apa lacur ? kita sudah terlanjur "terpasung" sebagai aparat DJPBN.
Bagi yang di kantor pusat adalah "anugerah" bisa bergerilya untuk
berusaha pindah ke direktorat lain.Tapi bagi yang di daerah ? Entahlah
... apa dosa dan kesalahan kami? Kita telah di doktrin untuk tidak
"korupsi" but sangat sangat manusiawi kalau kita merasa "iri" dengan
kesejahteraan tetangga kita. So marilah kita rame2 korupsi. Ingat
pepatah "SEMAKIN BESAR KITA KORUPSI, AKAN SEMAKIN BESAR PULA TKT
DIBERIKAN !" HIDUP KORUPSI !! 

--- In [email protected], SETYO UTOMO <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Dirjen lain sudah menikmati TKT, sementara DJPBN sendiri masih
berkutat masalah SOP. Ini membuktikan kalau Pimpinan DJPBN sendiri
tidak pernah respon terhadap kesejahteraan pegawainya. Jika ada Respon
pun, pasti terlambat karena yang lain sudah START duluan alias PLAGIAT
> 
> Hal-hal yang berkaitan dengan Kepegawaian, sejak zamannya DJA dulu
sampai DJPB memang selalu luput dari perhatian pimpinan kita. Mulai
dari soal Pengembangan Pegawai, Karir,  Peningkatan Mutu SDM, Mutasi,
sampai soal Kesejahteraan. Semuanya seperti berjalan ditempat. Orang
lain sudah sampai ke ujung, sementara kita separoh jalan juga belum
nyampai.
> 
> Bagaimana kita bisa loyal, sementara Pimpinan DJPBN sendiri tidak
tanggap dan respon terhadap Anak Buah. Keegoisan zamannya "Rezim Lama"
rupanya memang masih  membekas  dan masih manjadi tradisi  dari Para
Pimpinan kita.
> Segala kritikan dan masukan dari bawah hanyalah angin lewat,  tanpa
jejak. 
> 
> Wahai Bapak/Ibu kita yang terhormat, kenapa kita tidak berusaha
untuk menjadi yang lebih baik dan terbaik, kenapa tidak berusaha
menjadi pelopor dan terpelopor. Kenapa harus puruk dan terpuruk terus.
Apa memang begini gambaran nasib DJPBN.
> 
> Pada akhirnya memang tetap harus kembali ke Pepatah lama: "Lebih
baik terlambat daripada tidak ada usaha sama sekali". Walaupun mungkin
resikonya keburu mati duluan. Wassalam.
> 
> 
>  
> 
>        
> ---------------------------------
> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke