Apakah teori makin besar korupsi maka akan diberikan TKT itu benar Mas? Jangan terburu-buru berpikiran demikian lah... tapi, kalo benar..... (apa yang mau dikorupsi?) On 10/04/07, nugroho adi wibowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Apa lacur ? kita sudah terlanjur "terpasung" sebagai aparat DJPBN. > Bagi yang di kantor pusat adalah "anugerah" bisa bergerilya untuk > berusaha pindah ke direktorat lain.Tapi bagi yang di daerah ? Entahlah > ... apa dosa dan kesalahan kami? Kita telah di doktrin untuk tidak > "korupsi" but sangat sangat manusiawi kalau kita merasa "iri" dengan > kesejahteraan tetangga kita. So marilah kita rame2 korupsi. Ingat > pepatah "SEMAKIN BESAR KITA KORUPSI, AKAN SEMAKIN BESAR PULA TKT > DIBERIKAN !" HIDUP KORUPSI !! > > --- In > [email protected]<perbendaharaan-list%40yahoogroups.com>, > SETYO UTOMO <[EMAIL PROTECTED]> > > wrote: > > > > Dirjen lain sudah menikmati TKT, sementara DJPBN sendiri masih > berkutat masalah SOP. Ini membuktikan kalau Pimpinan DJPBN sendiri > tidak pernah respon terhadap kesejahteraan pegawainya. Jika ada Respon > pun, pasti terlambat karena yang lain sudah START duluan alias PLAGIAT > > > > Hal-hal yang berkaitan dengan Kepegawaian, sejak zamannya DJA dulu > sampai DJPB memang selalu luput dari perhatian pimpinan kita. Mulai > dari soal Pengembangan Pegawai, Karir, Peningkatan Mutu SDM, Mutasi, > sampai soal Kesejahteraan. Semuanya seperti berjalan ditempat. Orang > lain sudah sampai ke ujung, sementara kita separoh jalan juga belum > nyampai. > > > > Bagaimana kita bisa loyal, sementara Pimpinan DJPBN sendiri tidak > tanggap dan respon terhadap Anak Buah. Keegoisan zamannya "Rezim Lama" > rupanya memang masih membekas dan masih manjadi tradisi dari Para > Pimpinan kita. > > Segala kritikan dan masukan dari bawah hanyalah angin lewat, tanpa > jejak. > > > > Wahai Bapak/Ibu kita yang terhormat, kenapa kita tidak berusaha > untuk menjadi yang lebih baik dan terbaik, kenapa tidak berusaha > menjadi pelopor dan terpelopor. Kenapa harus puruk dan terpuruk terus. > Apa memang begini gambaran nasib DJPBN. > > > > Pada akhirnya memang tetap harus kembali ke Pepatah lama: "Lebih > baik terlambat daripada tidak ada usaha sama sekali". Walaupun mungkin > resikonya keburu mati duluan. Wassalam. > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > >
-- Best Regards, Puji Sugia Harjiman Email : [EMAIL PROTECTED] [Non-text portions of this message have been removed]
