--- In [email protected], Budi Santoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Salah satu agenda rapim di Jakarta (11-14 April 2007) membahas Tunjangan Perbendaharaan? > > Berharap sih boleh-boleh aja, tapi melihat dari susunan acara rapim yang disampaikan ke para Direktur dan Kakanwil DJPb tidak ada satupun acara pembahasan tentang Tunjangan Perbendaharaan. Salah satu acara yang mungkin akan menyinggung (membahas?) soal renumerasi adalah presentasi Sekditjen tentang Motivasi dan Kepuasan Kerja Pegawai DJPb. > > Kalau yang kita harapkan adalah informasi tentang besaran renumerasi untuk instansi atau unit-unit kerja di DJPb (termasuk unit-unit eselon I depkeu lainnya), menurut info dari setjen depkeu, paling cepat baru bisa diketahui pada bulan Juli 2007. Itupun dengan asumsi bahwa seluruh SOP dan analisis jabatan DJPb akhir Maret 2007 telah diserahkan ke setjen depkeu. Padahal sejauh yang saya tahu saat ini penyusunan SOP dan analisis jabatan di Kantor Pusat DJPb masih in process dan entah kapan akan selesai dan diserahkan ke setjen depkeu. > > So, apakah masalah renumerasi perlu dibahas di rapim DJPb? Barangkali yang perlu kita bahas adalah bagaimana ke depan kita harus berubah. Apakah pekerjaan (kultur dan kebiasaan) kita di DJPb nanti tetap tidak akan berubah alias doing business as usual setelah kita terima renumerasi nanti? Siapa yang seharusnya memutuskan tentang perlu tidaknya kultur dan kebiasaan kita berubah? > > salam, > budisan >
Maaf Pak Budi San, bukankah saat ini kultur & kebiasaan kita seharusnya sudah berubah? Karena proses perubahan itu sudah semestinya berjalan sampai saat ini dan seterusnya?! Kalo menurut saya, sekarang tinggal bagaimana organisasi mengambil kebijakan yang tepat untuk menjaga konsistensi dan langkah-langkah dalam menginternalisasikan values dalam perubahan kultur organisasi agar tidak terlepas dari visi/misi perubahan itu sendiri(seperti: kesalahan memahami reformasi, proses 'buy-in' yang tidak berjalan, dsb).Satu hal lagi,yang bertangungjawab dan menentukan keberhasilan perubahan organisasi adalah change makers dan para change agents. Siapakah mereka itu? tentunya CEO lingkup DJPB itu sendiri.
