vinz84232 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          Benar, saat ini kultur & 
kebiasaan kita SEHARUSNYA sudah berubah. Dan barangkali KENYATAANNYA pun juga 
sudah berubah, walaupun perubahan tsb tdk/blm memuaskan shg saya lbh suka 
mengatakan (kenyataannya)belum berubah.  Saya sendiri berpendapat sbaiknya 
organisasi dan juga kita  sbg individu-individu terus melakukan perubahan yg 
kita yakini positip. Klo kita tdk/blm mampu mengubah organisasi krn kita bukan 
CEO sebaiknya spt kata Aa Gym mari kita ubah diri kita masing-masing. Banyak 
ulama yg berpendapat bahwa kalau mayoritas individu berubah maka organisasi 
juga cenderung akan berubah ke arah yg sama (itu kalau kita lihat organisasi 
sbg kumpulan individu).  Walaupun saya juga percaya peran organisasi dan juga 
leadership sangat penting artinya utk mendukung terjadinya perubahan.
   
  Salah satu kebiasaan kita yg menurut saya perlu diubah adalah kecenderungan 
untuk memproyekkan pekerjaan kita yang bersifat rutin, yg merupakan tupoksi 
kita dgn tujuan utk mendapatkan/menciptakan tambahan penghasilan.
  Dalam konteks reform birokrasi, perubahan kultur PNS yg diharapkan adallah 
dari Abdi Negara menjadi Pelayan Publik/Masyarakat.
  Dalam konteks talk-show Menkeu ketika membuka rapim DJPb td malam (11 April 
2007), perubahan kultur yg diharapkan adalah (dgn bhs saya) dari "mengharapkan 
tingkat remunerasi sama utk semua peg DJPb" ke "mengharapkan tingkat remunerasi 
beda tergantung kinerja".  Dalam konteks tsb Menkeu bilang "We should 
discriminate.....not PGPS (Pintar Goblok Penghasilan Sama)".  
  Any comment?
   
  salam,
  budisan        
  --- 
Maaf Pak Budi San, bukankah saat ini kultur & kebiasaan kita
seharusnya sudah berubah? Karena proses perubahan itu sudah
semestinya berjalan sampai saat ini dan seterusnya?!
Kalo menurut saya, sekarang tinggal bagaimana organisasi mengambil
kebijakan yang tepat untuk menjaga konsistensi dan langkah-langkah
dalam menginternalisasikan values dalam perubahan kultur organisasi
agar tidak terlepas dari visi/misi perubahan itu sendiri(seperti:
kesalahan memahami reformasi, proses 'buy-in' yang tidak berjalan,
dsb).Satu hal lagi,yang bertangungjawab dan menentukan keberhasilan
perubahan organisasi adalah change makers dan para change agents.
Siapakah mereka itu? tentunya CEO lingkup DJPB itu sendiri. 



         

       
---------------------------------
We won't tell. Get more on shows you hate to love
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke