Yondi, salam kenal ya..
Kalau Yondi ini teman seangkatan Luthfie, Moudy,dll (lulus 95) seharusnya saya
tahu kamu ya..tapi kok tetap belum ngeh..Maklum, teman seangkatanmu khan
300-an..
Bicara soal Kepala KPPN Khusus Banda Aceh, jadi inget Pak Tyas Miasto (bener
gak spelling-nya)...
Saya belum kenal beliau, apalagi beliau, dijamin gak tahu saya..
Tapi saya sering dengar-dengar cerita yang baik tentang beliau waktu di D IV,
dari bekas anak buahnya di KPPN Jakarta. Konon, beliau adalah salah satu
pejabat yang "langka" di belantara organisasi kita.
"Heh.. heh!.. ada Pak Tyas lewat, 'amplop-amplopnya' jangan kelihatan di atas
meja!", kata teman saya sambil tertawa. Jangan heran (halo Mas Heran Subagio,
apa kabar?), teman saya yang cerita ini memang hobby tertawa. Senang tertawa,
susah tertawa, dibelit utang tertawa, dimutasi tertawa, dapat job tertawa, anak
istri sakit tertawa. Pokoknya, berbicara sambil "ngiklik" adalah khas dia.
Waktu di kepegawaian Kantor Pusat, saya sempat "diperlihatkan" teladan saya ini
("uswatun hasanah" sudah udah wafat sih ya..jadi cari yang masih hidup..). Ups!
Amat sangat bersahaja sekali nian (hiperbolic, nih Zam). Duh..saya pasti tidak
bisa meniru beliau dalam hal yang satu ini. Ingin sekali rasanya saya belajar
dari beliau, kalau perlu "tak cucup bun-bunane". "Kok bisa begitu, gimana
caranya?" Namun, aura putih yang dimilikinya telah menyurutkan keberanian saya
untuk menyodorkan tangan perkenalan dan membuka pembicaraan. Kesempatan itu
berlalu begitu saja.
Sebenarnya, kelebihan dan kekuatan seperti yang Pak Tyas miliki ini bisa
diduplikasikan ke generasi selanjutnya (dengan mengeliminasi kekurangan yang
ada pada beliau kalau ada...)
Sayang seribu sayang, beliau sekarang sudah tidak di DJPB lagi...
Salam kompak, Yon! (bukan KOMunis PulAng Kembali lho..),
>From Perth with love,
Kobir
----- Original Message ----
From: yondi_l <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, 4 June, 2007 7:27:23 AM
Subject: [Perbendaharaan List] KPPN Percontohan=KPPN Prima=.......? Pringkat
itu...
Cikal Bakal KPPN Prima/Percontohan atau apalah namanya berasal dari
KPPN Khusus Banda Aceh. Kata khusus menurut hemat saya adalah menjadi
"aksioma", bahwa kondisi Aceh yang serba khusus menjadikan kata khusus
yang melekat pada KPPN di Banda Aceh itu sangatlah tepat. Oleh karena
keadaan inilah, maka dicarilah orang yang tepat pula untuk
mengelola/memimpin KPPN Prestisius itu. Mirip test penerimaan KPPN
Percontohan sekarang dibuatlah kriteria "disesuaikan" dengan
kebutuhan, kadang kriterianya membuat siapapun akan setuju cakap,
berintegritas, mengusai pekerjaan, usia yang cukup untuk menangani
pekerjaan dan ditambah lagi jujur dan amanah dll.
Apa sebab mencari seseorang yang dapat menduduki kepala KPPN Khusus
Banda Aceh menjadi begitu gampang-gampang susah ?. Kita tahu Aceh
bukan saja menjadi sorotan publik dalam negeri tetapi juga dunia
internasional, jadi diperlukan orang yang tepat untuk mempertaruhkan
kredibilitas pemerintah dimata para mengamat terutama yang sangat
kritis. Perlu suatu hal yang dapat dijadikan tekanan disini adalah
kriteria jujur, cakap, amanah dapat diakomodasi tanpa gejolak berarti.
Kriteria jujur, amanah, bernurani dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa dalam test yang baru lalu akan sulit untuk dipenuhi dengan
parameter yang ada hanya dengan menggunakan pensil 2B bukan hanya
karena itu merupakan proses pembentukan karakter seseorang yang juga
memerlukan waktu panjang tetapi juga hasil faktor eksternal sebagai
keseluruhan sistem yang membentuk jati diri bangsa. Namun untuk
mempelopori tunjangan yang "memadai/layak/ pantas/dan cukup besar"
dalam pembentukan KPPN Khusus Banda Aceh sudah dimulai atau sekarang
KPPN Percontohan. Dari sekian banyak pejabat di DJPB apakah begitu
sulitkah? Tentu pengambil keputusan sudah mempertimbangkan resiko
resistensi baik dari intern DJPB, publik dalam negeri dan manca
negara, baik lembaga pemerintah maupun non pemerintah (LSM).
KPPN Khusus Banda Aceh nyaris menjadi KPPN Percontohan karena dengan
di komandoi orang yang tepat dan pelayanan prima yang diberikan sudah
mulai mempertanyakan besarnya tunjangan kepada pegawai KPPN Khusus
Banda Aceh karena dianggap "tidak sesuai lagi" bukan pada besar
kecilnya tapi diperlukan kecermatan yang lebih untuk mempertimbangkan
besarannya. Kini setelah sorotan publik tidak segencar pada awalnya
kepada KPPN Khusus Banda Aceh. Kepemimpinan harus beralih walaupun hal
ini dianggap biasa tentu awalnya bukan hal yang bisa bukan? Pergantian
pimpinan di Aceh itu mengabaikan pendapat disana sini termasuk oleh
warga Aceh sendiri apakah hal seperti ini terjadi juga ditempat lain?
KPPN Percontohan dari peristilahan yang digunakan menurut hemat saya
kurang tepat dan salah kaprah. Percontohan lebih dekat artinya dengan
teladan. Menjadi teladan itu dinilai setelah yang bersangkutan telah
memberikan suatu yang berarti atau bermanfaaat bagi orang banyak.
Sebagai contoh gelar Al amin (orang yang dapat dipercaya) kepada
Rasulullah Muhammad SAW. Setelah suku Quraisy pada waktu menilai
Muhammad SAW itu dinilai sangat jujur baru diberikan gelar itu kepada
Beliau bukan sebaliknya.
Apakah kita tidak bosan dengan istilah-istilah yang sering mencul
dijaman orde baru, seperti penyesuaian harga, diamankan, anti
pembangunan, demi pembangunan dll. Banyak yang sudah puas dan muak
dengan istilah-istilah itu tapi Orde Baru dengan sistemnya yang kokoh
tidak mudah lenyap begitu saja,kita baru meruntuhkan simbo-simbolnya
sedangkan sistemnya masih menancap kuat. Para pendukungnya akan
melesat secepat kilat berganti nama namun sebenarnya yang itu-itu juga.
_________________________________________________________________________________
How would you spend $50,000 to create a more sustainable environment in
Australia? Go to Yahoo!7 Answers and share your idea.
http://advision.webevents.yahoo.com/aunz/lifestyle/answers/y7ans-babp_reg.html
[Non-text portions of this message have been removed]