--- In [email protected], "aboeneeda"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Salam kenal untuk anggota milis semua.
> 
> Sepertinya emang bener bahwa kebanyakan kita 'cuma' masuk kasta yang 
> kedua, meskipun ada juga kawan2 yang sepertinya tergelincir ke kasta 
> yang ke 3 (mudah2an saya cuma su'udzon). Lha mau gimana, ada satker 
> kasih angpau-nya maksa banget, kita udah nolak2 malah ditinggal di 
> meja kita trus dia-nya kaburrr. Kan mumet jadinya....
> 
> Itu masalah angpau dari satker, belum lagi masalah lembur dan SPPD 
> fiktif (alasan untuk dana taktis). Sepertinya kita ditodong saja 
> supaya setuju dengan kebijakan tersebut.
> 
> Jadi sementara kita hanya bertahan menunggu moment yang pas buat 
> mereformasi (basi nggak sih?) keadaan ini. Saya sedikit banyak 
> berharap perubahan tersebut memperoleh entry point dengan pembentukan 
> KPPN Prima, eh...Percontohan ding. Dengan membaca SOP dan uraian 
> (sosialisasi) dari Pak Kanwil kemarin rasanya ada harapan untuk 
> menuju ke arah perubahan tersebut. Dengan catatan teman2 dari kasta 
> ke 3 tidak berkamuflase masuk mengotori kinerja KPPN Percontohan 
> dengan 'jubah gaib' sehingga seolah-olah sudah masuk kast ke-1 tapi 
> di dalam jubah tersebut tetap berisi kasta ke-3. Amin
> 
> Wasalam
> 
> 
> --- In [email protected], "bajigauchost_3" 
> <bajigauchost_3@> wrote:
> >
> > sayang hanya ada p.Tyas-Tyas muda yg jmlahnya dapat dihitung dengan 
> > jari,, atau bahkan udah langka... dari pengalaman yang pernah saya 
> > alami di kppn, hanya 1 atau 2 peg yang mendekati seperti pak Tyas 
> > diantara 40an pegawai dalam satu kantor.
> > 
> > Ada beberapa kategori kasta di lingkup DJPBN:
> > 1. Ikhlas tidak menerima
> >    kayaknya pak Tyas masuk di sini, golongan putihlah...kasta ini 
> > tidak mengenal yg    namanya uang tanda terima kasih, uang capek, 
> > uang balas jasa, dlll..
> > pokoknya selain haknya kasta ini tidak menerima. 
> > walaupun dia dikasih tanpa dia meminta, kasta ini tetap menolaknya.
> > "pegawai yang betul-betul menjujung idealis nurani hatinya"
> >  
> > 2. Ikhlas menerima
> >    kasta ini agak abu-abu, memegang prinsip " tidak meminta, tapi 
> > menerima" pegawai ini tidak terlalu berorientasi uang pada 
> > pekerjaannya, biasanya pegawai ini awalnya /lulus pendidikan masih 
> > masuk kasta pertama, tetapi setelah masuk lingkaran sistem di kppn. 
> > (apalagi di seksi Perbendh)  peg ini hanya dapat bertahan tidak 
> > lama,, sehingga prinsipnya berubah, menjadi pokoknya saya tidak 
> > meminta dan mempersulit,hanya bekerja dengan ikhlas, tapi bila 
> > dikasih oleh seseorang ya diterima. uangnya itupun tidak utk 
> > memperkaya diri, biasanya hanya untuk orang lain...
> > 
> > 
> > 3. Ikhlas meminta
> >    golongan ini agak berat, udah masuk golongan HITAM.. aliran 
> sesat..
> > prinsipnya sangat banyak dan kuat, semangatnya tinggi, penuh 
> > keikhlasan... diantaranya:
> > -  kuat memaksa dan menahan2 pelayanan (sp2d)..
> > -  semangatnya tinggi utk menimbun harta..
> > -  penuh keikhlasan utk memeras..
> > -  jiwanya penuh dengan meminta-minta..
> > -  (masih banyak lagi,, tambahin aja sendiri,,, kalo merasa)
> > 
> > smoga kita setidaknya bisa masuk kasta abu-abu... tapi kalo anda 
> > merasa bisa ikut di kasta pertama... SAYA SALUT....!!!
> >
>

i wish all DJPB'ers like Pak Tyas

bisa gak yah..??

"nothing is immpossible"

wassalam

Kirim email ke