sayang hanya ada p.Tyas-Tyas muda yg jmlahnya dapat dihitung dengan jari,, atau bahkan udah langka... dari pengalaman yang pernah saya alami di kppn, hanya 1 atau 2 peg yang mendekati seperti pak Tyas diantara 40an pegawai dalam satu kantor.
Ada beberapa kategori kasta di lingkup DJPBN: 1. Ikhlas tidak menerima kayaknya pak Tyas masuk di sini, golongan putihlah...kasta ini tidak mengenal yg namanya uang tanda terima kasih, uang capek, uang balas jasa, dlll.. pokoknya selain haknya kasta ini tidak menerima. walaupun dia dikasih tanpa dia meminta, kasta ini tetap menolaknya. "pegawai yang betul-betul menjujung idealis nurani hatinya" 2. Ikhlas menerima kasta ini agak abu-abu, memegang prinsip " tidak meminta, tapi menerima" pegawai ini tidak terlalu berorientasi uang pada pekerjaannya, biasanya pegawai ini awalnya /lulus pendidikan masih masuk kasta pertama, tetapi setelah masuk lingkaran sistem di kppn. (apalagi di seksi Perbendh) peg ini hanya dapat bertahan tidak lama,, sehingga prinsipnya berubah, menjadi pokoknya saya tidak meminta dan mempersulit,hanya bekerja dengan ikhlas, tapi bila dikasih oleh seseorang ya diterima. uangnya itupun tidak utk memperkaya diri, biasanya hanya untuk orang lain... 3. Ikhlas meminta golongan ini agak berat, udah masuk golongan HITAM.. aliran sesat.. prinsipnya sangat banyak dan kuat, semangatnya tinggi, penuh keikhlasan... diantaranya: - kuat memaksa dan menahan2 pelayanan (sp2d).. - semangatnya tinggi utk menimbun harta.. - penuh keikhlasan utk memeras.. - jiwanya penuh dengan meminta-minta.. - (masih banyak lagi,, tambahin aja sendiri,,, kalo merasa) smoga kita setidaknya bisa masuk kasta abu-abu... tapi kalo anda merasa bisa ikut di kasta pertama... SAYA SALUT....!!!
