Yth.pak Heryanto Sijabat, dan pak Mi 84212 (entah siapa)
pertama tama, soal Renumerasi yang ada di KPPN Percontohan.. bandingkan
dengan di KPP PRATAMA. (saya dengar mereka juga telah terima tinggi dan tidak
berani terima apa apa dari yang di layani).
bahkan dengan renumerasi yang tinggi tsb, sekarang KPP jenis ini kalau di
minta in sumbangan untuk kegiatan ekstra kurikuler suka sulit..!! alasan nya:
yaitu tadi..
kalau ketahuan ITJEN bisa non job.
kedua
bukan nya semacam permit untuk KPPN Non Percontohan..
untuk tetap boleh menerima dari yang di layani..
sudah di katakan semula, bahwa INSYAALLAH ini merupakan suatu langkah
permulaan yang baik.. Budaya kerja yang baik tsb akan dicontoh oleh KPPN Non
Percontohan.
dan kedepan nya kalau semua KPPN sudah model ARGO BROMO..
kalau semua KPPN sudah jadi percontohan.. sudah terima remunerasi tinggi..
INSYAALLAH ..
ketiga
kita sama sama manusia . kepala sama hitam, isinya beda beda..
ada yang cepat berubah, ada yang agak lama..
tapi kalo soal menjadi pak TYAS..
saya tidak berani mengatakan bisa secepat itu..
"Pemberantasan Korupsi di Negeri ini tidak semudah membalik telapak tangan"
mungkin tidak bisa hanya dengan kemauan berubah.. dari masing masing individu
tapi perlu juga adanya penegakkan hukum
dan disiplin dalam menerapkan hukum.
kita pikir positif lah.
saya koq yakin dengan terbuka nya KKN di KPU oleh Khairiansyah tempo hari..
(walaupun ternyata ybs ternyata juga korupsi)
negeri ini saya lihat sudah berangsur angsur menjadi lebih baik..
kini kita lihat juga keinginan peningkatan pelayanan di Depkeu
diimbangi dengan pemberian Renumerasi yang tinggi..
telah di perkenalkan KPP, KPBC, KPPN percontohan..
dengan ada nya percontohan di KPP Pratama,
dengan adanya percontohan KPPN Percontohan..
Sudah merupakan contoh adanya itikad kita yang baik..
Insya ALLAH contoh yang baik itu juga akan merupakan
satu langkah permulaan yang baik.
wassalam
mi_84213 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Setinggi apapun gaji plus tunjangan plus tc plus tkt plus .. plus yang
lain tanpa adanya kemauan yang keras untuk berubah rasanya sulit
budaya service dapat dihilangkan. Belum ke soal moral dan mental
pejabat kita yang mau (tidak menolak) di service. Untuk menghupus
budaya service ini perlu contoh yang banyak. Ciptakan pejabat2 macam
pak tyas yg sdh ke djkn. Insya Allah manjur untuk menghilangkan budaya
tsb. Pernahkah temen2 dengar cerita ketika Pak Tyas diantar naik
mobil. Setelah tau itu mobil satker/ rekanan langsung minta turun dan
ganti naik angkutan umum. Ini yang susah dicari ..
Ada yang mau mencontoh bapak kita ini?
--- In [email protected], Heryanto Sijabat
wrote:
>
> Yth Bpk Hari Ribowo,
> Setelah membaca tulisan dibawah ini,
> saya ingin memberikan sedikit kesimpulan (sy harap kesimpulan ini
salah)
> bahwa diluar KPPN Percontohan seolah-olah diberikan
> "Implisit Permit" (baca : TUTUP MATA) untuk melakukan "Service" yg
illegal baik ke di dlm organisasi dan keluar organisasi.
> Dan saya melihat sepertinya budaya "service" ini hanya bisa teratasi
> dengan pemberian Renumerasi yang cukup tinggi.
>
>
> Salam
>
> Heryanto Sijabat
>
> Hari Ribowo wrote:
> mudah2an tidak ada lagi budaya service di KPPN Percontohan..
> karena kita tau mereka yg masuk KPPN Percontohan
> sudah akan di berikan Remunerasi tinggi..
> tidak bisa lagi terima apapun dalam bentuk apapun dari yang di layani..
>
> demikian pula pejabat yang datang mengunjungi KPPN Percontohan..
> sudah menyadari.. bahwa kunjungan nya ke sana tidak sama dengan
kunjungan ke kppn lain..
>
> Mudah2an Pak Prapto..
> Mudah2an Pak Bajigauchost..
> INSYAALLAH.. ini akan menjadi permulaan yang baik.
>
>
>
>
> Prapto
wrote:
> --- In [email protected],
> "bajigauchost_3" wrote:
> >
> > Saya yakin apabila budaya service kpd pejabat tidak dihilangkan,
> > kppn percontohan nantinya, dengan terpaksa jg akan mengumpulkan
> dana
> > taktis utk alasan pelayanan "tamu-tamu",,,yang pd akhirnya akan
> > merusak sistem kppn percontohan.
> > Saya sependapat apabila ada tamu datang ke kantor kita,, perlu
> > memberikan pelayanan, tetapi tidak dengan berlebihan apalagi
> dananya
> > bersumber dari kkn.
> > Tolong.... pak Siswo,,!
> > "Dana Taktis Dimasukkan Ke Pagu DIPA..."
> > Kalo belum bisa msk dipa,,, saya sarankan temen2 yg nantinya
> menjadi
> > pegawai kppn percontohan,, kita URUNAN dari tunjangan kita untuk
> dana
> > taktis,,, jadi tdk perlu memotong "uang rakyat"
> > " Tolong...jangan paksa kami korupsi"
> > Makasih
>
> Allow Mas bajigauchost_3, sebelum terlanjur kemana2, untuk pertama
> kali, apasih kegunaan dari dana Taktis n apakah dana taktis itu harus
> ada di semua kantor, terutama KPPN?
> kalau ga salah sepengetahuan saya kalau pejabat berkunjung ke KPPN
> kan udah dapat SPPD, n untuk pegawai KPPN sendiri udah ada Penambah
> Daya Tahan Tubuh....
> Trus apasih gunanya DANA TAKTIS ???????
>
> Yahoo! Groups Links
>
> ---------------------------------
> Luggage? GPS? Comic books?
> Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see
what's on, when.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
Yahoo! Groups Links
---------------------------------
You snooze, you lose. Get messages ASAP with AutoCheck
in the all-new Yahoo! Mail Beta.
[Non-text portions of this message have been removed]