Dana taktis itu antara ada dan tiada… akan sulit dibuktikan karena 
dana ini tidak di kelola dan dipertanggunjawabkan seperti dana APBN, 
( non budgeter )...
 Anda beruntung kalo di kantor anda tdk ada dana taktis.. pengalaman 
sy dulu di 
kppn 08134164xxxx,,  malah setiap pelaksana Perbend diminta Rp. 
50.000/bulan,, trus korpel and kasinya apalagi...?? di seksi umum 
jg,, mark up pembelian barang bukan rahasia lagi... iseng2 coba 
tanyakan ke KasubBagUmum anda ,,,he,he,,
Coba tanyakan pada diri anda :
Kalo ada "tamu" yg menginap di hotel,, apakah tamu tsb yg bayar 
hotelnya..? tentu
 tidak ... bahkan ada kppn yg membelikan tiket pesawatnya...!!  belum 
pelayanan2 lain.
Anda juga beruntung,,, tidak mempunyai pejabat vertikal yg hobby 
Bilyard,Golf, Karaoke... dst.... trus semua biaya utk itu dari 
mana ??? Hebat kalo dari sspd n gaji...
Hal ini tidak hanya terjadi di kppn,, semua satker / departemen ada ( 
sepaham dengan Nurmin Djahuri… sorry kalo salah tulis nama)  
Saya usulkan dana taktis masuk ke DIPA,,,  jadi dapat 
dipertanggungjawabkan....
Saya percaya anda masuk "Kasta Ikhlas Tidak Menerima" and semoga di 
kppn percontohan nanti tidak anda temukan.... amin
Makasih.....



--- In [email protected], "mi_84213" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Setinggi apapun gaji plus tunjangan plus tc plus tkt plus .. plus 
yang
> lain tanpa adanya kemauan yang keras untuk berubah rasanya sulit
> budaya service dapat dihilangkan. Belum ke soal moral dan mental
> pejabat kita yang mau (tidak menolak) di service. Untuk menghupus
> budaya service ini perlu contoh yang banyak. Ciptakan pejabat2 macam
> pak tyas yg sdh ke djkn. Insya Allah manjur untuk menghilangkan 
budaya
> tsb. Pernahkah temen2 dengar cerita ketika Pak Tyas diantar naik
> mobil. Setelah tau itu mobil satker/ rekanan langsung minta turun 
dan
> ganti naik angkutan umum. Ini yang susah dicari ..
> Ada yang mau mencontoh bapak kita ini?
> 
> --- In [email protected], Heryanto Sijabat
> <heryanto_sijabat@> wrote:
> >
> > Yth Bpk Hari Ribowo,
> >   Setelah membaca tulisan dibawah ini,
> >   saya ingin memberikan sedikit kesimpulan (sy harap kesimpulan 
ini
> salah)
> >   bahwa diluar KPPN Percontohan seolah-olah diberikan
> >   "Implisit Permit" (baca : TUTUP MATA) untuk melakukan "Service" 
yg
> illegal baik ke di dlm organisasi dan keluar organisasi.
> >   Dan saya melihat sepertinya budaya "service" ini hanya bisa 
teratasi
> >   dengan pemberian Renumerasi yang cukup tinggi.
> >    
> >    
> >   Salam 
> >    
> >   Heryanto Sijabat
> > 
> > Hari Ribowo <hari_ribowo@> wrote:
> >           mudah2an tidak ada lagi budaya service di KPPN 
Percontohan.. 
> > karena kita tau mereka yg masuk KPPN Percontohan 
> > sudah akan di berikan Remunerasi tinggi.. 
> > tidak bisa lagi terima apapun dalam bentuk apapun dari yang di 
layani..
> > 
> > demikian pula pejabat yang datang mengunjungi KPPN Percontohan.. 
> > sudah menyadari.. bahwa kunjungan nya ke sana tidak sama dengan
> kunjungan ke kppn lain.. 
> > 
> > Mudah2an Pak Prapto.. 
> > Mudah2an Pak Bajigauchost.. 
> > INSYAALLAH.. ini akan menjadi permulaan yang baik. 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > Prapto <prapt_83@> wrote:
> > --- In [email protected], 
> > "bajigauchost_3" wrote:
> > >
> > > Saya yakin apabila budaya service kpd pejabat tidak 
dihilangkan, 
> > > kppn percontohan nantinya, dengan terpaksa jg akan mengumpulkan 
> > dana
> > > taktis utk alasan pelayanan "tamu-tamu",,,yang pd akhirnya akan 
> > > merusak sistem kppn percontohan.
> > > Saya sependapat apabila ada tamu datang ke kantor kita,, perlu 
> > > memberikan pelayanan, tetapi tidak dengan berlebihan apalagi 
> > dananya
> > > bersumber dari kkn. 
> > > Tolong.... pak Siswo,,!
> > > "Dana Taktis Dimasukkan Ke Pagu DIPA..." 
> > > Kalo belum bisa msk dipa,,, saya sarankan temen2 yg nantinya 
> > menjadi
> > > pegawai kppn percontohan,, kita URUNAN dari tunjangan kita 
untuk 
> > dana
> > > taktis,,, jadi tdk perlu memotong "uang rakyat"
> > > " Tolong...jangan paksa kami korupsi"
> > > Makasih
> > 
> > Allow Mas bajigauchost_3, sebelum terlanjur kemana2, untuk 
pertama 
> > kali, apasih kegunaan dari dana Taktis n apakah dana taktis itu 
harus 
> > ada di semua kantor, terutama KPPN?
> > kalau ga salah sepengetahuan saya kalau pejabat berkunjung ke 
KPPN 
> > kan udah dapat SPPD, n untuk pegawai KPPN sendiri udah ada 
Penambah 
> > Daya Tahan Tubuh....
> > Trus apasih gunanya DANA TAKTIS ???????
> > 
> > Yahoo! Groups Links
> > 
> > ---------------------------------
> > Luggage? GPS? Comic books? 
> > Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search.
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> > 
> > 
> > 
> >          
> > 
> >        
> > ---------------------------------
> > Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see
> what's on, when. 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>


Kirim email ke